Tan Malaka (1926)
Sumber: Ditulis oleh Tan Malaka pada bulan Januari 1926 di Tokyo
Kontributor: Naskah ini dikirim oleh "Pacar Merah Indonesia ", diedit supaya sesuai dengan ejaan baru oleh Ted Sprague (May 2007)
Tulisan ini kembali hadir di tengah-tengah teman-temah pergerakan di Indonesia setelah 60 tahun hilang dari Indonesia, ditemukan kembali oleh sebagian kawan-kawan yang masih berusaha mencari tulisan-tulisan klasik dari jaman kejayaan gerakan buruh di Indonesia era 1920an, diharapkan akan menjadi tenaga tambahan karena gerakan di Indonesia yang masih kekurangan teori mengenai ke Indonesiaan walaupun mungkin dalam banyak hal telah berubah apakah itu sistem kapitalis dan juga mengenai kondisi masyarakat Indonesia. Hidup persatuan yang teguh dari semua kelompok yang anti Kapitalisme, Imperialisme dan NeoLiberalisme, Hidup persatuan antara gerakan kiri di Indonesia, hilangkan konflik lama yang akan merugikan gerakan buruh di Indonesia ......... MERDEKA 100%
Kontributor,
"Pacar Merah Indonesia"----------------------Semangat Muda, yang ditulis pada tahun 1926, mengandung buah pemikiran Tan Malaka tentang bagaimana menjalankan organisasi revolusioner sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu; yaitu dengan menggandeng perjuangan politik (nasional) dengan perjuangan ekonomi (kelas); dengan menyatukan perjuangan pembebasan nasional dengan perjuangan pembebasan Kelas Buruh. Terkandung di naskah ini adalah program nasional yang mengikutsertakan kaum borjuis kecil dan kaum tani Indonesia, yang notabene saat itu jumlahnya lebih besar dari pada kaum buruh, dengan kaum buruh sebagai pemimpin gerakan kemerdekaan. Naskah ini sangatlah relevan sebagai pelajaran sejarah bagi gerakan di Indonesia saat ini, dimana gerakan anti-imperialis (anti modal asing) harus disatukan dengan gerakan pembebasan buruh sebagai sebuah kelas. Gerakan nasional dan gerakan kelas tidaklah boleh dilihat sebagai dua tahap yang terpisah, tetapi sebagai satu kesatuan; ini benar untuk Indonesia pada tahun 1926 dan terlebih benar untuk Indonesia saat ini.
Editor,Ted Sprague---------------------Senjata Feodalisme dan Kapitalisme terutama Peluru dan Pedang.
Senjata Proletar Industri ialah Agitasi, Mogok dan Demonstrasi.
Sebulan Massa-Aksi di Indonesia sekarang lebih berguna dari 4 tahun Dipo NegoroIsme.
Zaman Baru membawa Senjata Baru !!!!
Dicetak di Tokyo Januari 1926.
ISI BUKU:
I. KE ZAMAN KOMUNISME.
1. Watak Zaman Bangsawan
2. Watak Zaman Hartawan
3. Zaman Diktatur Proletar
4. Taktik
5. Rusia
II. KEADAAN INDONESIA
1. Ekonomi
2. Sosial
3. Krisis Ekonomi
4. Krisis Politik
III. PROGRAM
1. Program Nasional PKI & SR
2. Keterangan Program
IV. ORGANISASI
1. Maksud dan Sifat Organisasi
2. Tentara Nasional
V. REVOLUSI
1. Peperangan dan Revolusi
2. Revolusi di Indonesia
3. Taktik di Indonesia
4. Massa Aksi di Indonesia
5. Rapat Rakyat Indonesia
6. Revolusioner Komunis
I. KE ZAMAN KOMUNISME
Tiap-tiap pergaulan hidup di muka bumi ini, baik di Asia atau Eropa, baik dulu ataupun sekarang, terdiri oleh klassen atau kasta, yakni kasta tinggi, rendah. dan tengah.
Menurut pikiran KARL MARX, maka timbulnya kasta tadi, yaitu disebabkan oleh perkakas mengadakan hasil, seperti cangkul, pahat dan mesin. Adanya kasta tadi pada sesuatu pergaulan hidup, menyebabkan, maka politik, Agama dan adat, dalam pergaulan hidup itu bersifat kekastaan atau bertinggi berendah. Ringkasnya perkara mengadakan hasil, menimbulkan kasta, dan kasta itu menimbulkan paham politik, agama dan adat yang semuanya bersifat kekastaan. Oleh sebab itu kata Marx lagi, semua sejarah dari semua bangsa, ialah pertandingan antara kasta rendah dan tinggi, antara yang terhisap dan yang menghisap, antara yang terhimpit dan yang menghimpit. Demikianlah pada Zaman Feodalisme atau Zaman Bangsawan, Kaum Hartawan yang terhimpit itu bertanding dengan kaum Bangsawan dan Raja yang menghimpitnya. Di Eropa pada tahun 1789 Kaum Hartawan di Prancis bisa mengalahkan Kaum Bangsawan dan mendirikan Peraturan Kemodalan seperti macam sekarang.
Dalam hal itu pertandingan belum lagi berhenti. Karena pada Zaman Kemodalan sekarang, pertentangan kasta makin tajam, ialah antara Kaum Buruh yang terbanyak dan tertindas itu dengan Kaum Hartawan, yang terkecil, tetapi terkaya dan terkuasa itu.
Berhubung dengan lebar dan dalamnya pertandingan dalam Zaman Kemodalan ini, maka kelak Kaum Buruh, kalau menang ia tidak saja akan memerdekakan dirinya sendiri, seperti dulu Kaum Hartawan, melainkan akan memerdekakan seluruh pergaulan hidup dan sekalian manusia. Dan oleh sebab Kaum Hartawan di seluruh dunia bersatu, maka haruslah pula Kaum Buruh seluruh dunia bersatu, buat manghancurkan musuhnya.
1. Watak Zaman-Bangsawan
Pada Zaman-Bangsawan, maka perkakas di sawah dan ladang, hanyalah cangkul atau bajak. Di tempat pertukangan, pahat atau ketam yang semuanya diangkat dengan tangan. Hasil sawah, pertukangan dan pertenunan, cuma buat keperluan masing-masing orang atau masing-masing famili saja. Kalau ada berlebih dari keperluan itu, barulah dijual, supaya bisa membeli kain, cangkul atau bajak. Jadi perniagaan baru mulai timbul.
Ringkasnya pada Zaman-Bangsawan perkakas kecil, hasilsedikit dan buat keperluan masing-masing familisaja. Sisa keperluan satu-satu famili jugasedikit, sebab itu perniagaan masih lemah.
Beberapa tani, tukang dan saudagar pada Zaman Bangsawan berkumpullah mendirikan desa atau kota.Buat menjaga keamanan dalam desa tadi danmempertahankan desa tadi pada musuh, maka merekamendirikan Pemerintah Desa. Anggota biasanya terdiridari orang yang tua, yang pandai, cerdik, berani danmendapat kepercayaan dari orang banyak. Pangkatmemerintah negeri akhirnya jadi turun menurundari bapak ke anak. Sekarang penduduk desa sudahmulai terbagi atas kasta: Tani, Tukang, Saudagar dankasta-memerintah, yaitu Bangsawan. Apabila desa tadibanyak berperang-perangan, maka makin besar kuasanyaKaum Bangsawan dan makin dalam kebangsawanan.Kemudian dua desa atau beberapa desa mulaimangadakan perserikatan buat mempertahankan dirikepada serangan dari luar. Urusan negeri danpeperangan sekarang jatuh di tangan seorangBangsawan yang tetinggi, yang sekarang berpangkatRaja dan berkuasa lebih dari Bangsawan yangsudah-sudah. Makin banyak peperangan dankemenangannya Raja itu, makin besar kekuasaannyaturun menurun.
Negeri bertambah besar, kekuasaan makin tertumpukkepada Raja dan Bangsawan, kekayaan makintertumpuk kepada Kaum Hartawan serta kaum Buruhdan Tani makin terhisap dan tertindas.
Supaya Buruh dan Tani yang terbanyak itu, takluk saja kepada Kaum Raja dan Bangsawan, makaharus diadakan Agama, Didikan dan Adat yang bersifatkekastaan atau kebudakan.
Gereja atau mesjid jatuh di tangan Kaum Bangsawanjuga, anaknya Rakyat diajar jongkok danmenyembah, sedangkan anaknya Raja serta Bangsawandiajar memukul, memaki dan menerjang. Demikianlah wataknya Zaman-Bangsawan itu diIndia, di Jawa atau Tiongkok dan Jepang.
2. Watak Zaman Hartawan
Kira-kira 200 tahun yang lalu, kaum Hartawan diEropa makin bertambah kaya. Pertukangan, danpertenunan yang dulu kecil-kecil, dan buatkeperluan masing-masing famili saja, sekarang sudahterkumpul pada satu pabrik. yang memakaiberatus-ratus kuli. Perniagaan sudah jauhmelewati batas desa atau negeri. Bank sudahmeminjamkan kepada atau menerima uang simpanandari seluruh penduduk negeri.
Tetapi, walaupun kekayaan Kaum-Hartawan sangatmaju, kekuasaannya masih tinggal seperti dulu.Raja dan Bangsawan masih bisa ambil pajak sehekendak hatinya. Kemerdekaan Kaum-Hartawan buatmengirim barang dari satu negeri ke negeri lainsangat terhambat, karena barang-barangnya acap kalidipajaki oleh Bangsawan atau Raja. Juga KaumPendeta, yakni keturunan Bangsawan tak kecilkeganasannya.
Buat merdeka mendirikan pabrik dan kirim mengirimbarang, maka Kaum Hartawan mesti merdeka dalamurusan politik-Negeri.
Dengan pertolongan Tani dan Buruh, maka KaumHartawan pada tahun 1789 bisa menghancurkan semuakekuasaan Kaum Bangsawan dan Raja Prancis.Sekarang urusan ekonomi, dan politik luar sertadalam negeri sama sekali jatuh di bawah tangan KaumHartawan dan Wakilnya.
Sekarang Modal bisa tumbuh dan menjalar kiri kanan dengan leluasa. Dalam satu pabrik tidakseratus atau dua ratus, melainkan sudah sampai 30ribu orang kuli kerja (Inggris, Jerman danAmerika). Hasilnya dalam satu jam saja sudahberibu-ribu pikul. Mengangkutnya hasil tidak lagidengan bahu, kerbau atau kuda, melainkan dengankereta atau kapal yang cepatnya seperti petir. Dengankelingking saja satu sekerup dibuka, mesin yangkuatnya sejuta kuda berputar dengan sendirinyasaja. Kirim mengirim dan pesan memesan barang keempat penjuru alam dijalankan dengan kawat atauradio. Dari Asia dan Afrika tiap-tiap hari diangkutbarang-barang yang mesti dikerjakan dalam pabrik diEropa, dan dari Eropa atau Amerika tiap-tiap jamberjalan kapal yang mengangkut barang-barang pabrikke Asia dan Afrika. Ringkasnya mesin kerja dengankuat dan cepat, Kuli terkumpul pada satu pabriksaja sampai beribu-ribu, pekerjaan teratur darisatu administrasi-pabrik dan dikerjakanbersama-sama, sedangkan perniagaan sudahinternasional.
Tetapi seperti pada Zaman-Bangsawan ada pertentanganantara Kaum Bangsawan dan Kaum Hartawan, begitulahjuga pada Zaman Hartawan atau Kemodalan adapertentangan antara Kaum Hartawan dan Kaum Buruhserta Tani. Seperti ZamanBangsawan mengandungBenih-Hartawan yang kelak akan menghancurkanKaum-Bangsawan sendiri, demikianlah pulaZaman-Hartawan kita ini mengandung Benih Buruhyang kelak akan menghancurkan Kaum Hartawan.
Keyakinan ini kita Kaum Komunis tidak diperolehdari limau-purut atau ujung jari, sepertitukang-tukang ramal, tetapi kita peroleh daribukti yang nyata.
Pertentangan-pertentangan yang nyata dan tak bisadidamaikan pada Zaman-Kapitalisme atau Hartawan,ialah:
I. Hak-Milik.
Pada Zaman-Hartawan,seperti juga pada Zaman-Bangsawan maka perkakasmengadakan hasil itu berpisah dari orang yangmengadakan hasil, yakni Kaum-Buruh. Sebab perkakasitu bukan kepunyaan Kaum-Buruh, melainkan satuatau dua orang Hartawan, maka hasil yang diadakanoleh Kaum-Buruh tidaklah kepunyaan Kaum-Buruhsendiri, melainkan kepunyaan yang memiliki perkakas,seperti: tanah, pabrik, kereta, kapal danlain-lainnya. Kaum Hartawan tak bekerja, tetapi iamemiliki hasil. Kaum Buruh membanting tulang,tetapi tak memiliki hasil yang diadakannya sendiri.Sebabnya, maka dunia sampai terbalik begitu, ialahkarena hak-Milik, yang pada semua negeri Bangsawandiaku sah oleh Wet (Bahasa Belanda untuk hukum - catatan editor) dan agama, sekarang dalamZaman-Hartawan menjadi racun. Dengan alasan hak Milik itu, modal kecil menjadi besar, perusahaankecil terpukul oleh yang besar dan tani kecilterpukul oleh tani besar, sehingga tukang-tukangkecil dan tanitani tidak lagi berpunya apa-apa.Kaum yang tidak berpunya ini, terpaksa menjualtenaganya pada Kaum Hartawan dengan harga seberapanyasaja, asal bisa menolak bahaya lapar dan mati. Jadisebab hak Milik tadi pergaulan hidup terbagi dua:l. Kaum Hartawan Sang tersedikit orangnya, tetapimemiliki Perkakas dan Hasil, dan 2. Kaum Buruh,yang terbanyak orangnya, yang sungguhpunmengadakan hasil tak memiliki hasil itu, karena iaorang upahan saja.
II. Anarkisme.
Sungguhpun dalamsatu pabrik ada teratur banyak dan caranyamengadakan basil, tetapi satu pabrikberpukul-pukulan dengan yang lain. Kalau satunegeri mempunyai misalnya 100 pabrik kain, makatiap-tiap pabrik ada mengatur dan menentukan banyakhasil yang mau diadakan, buat masing-masingnya,tetapi yang 100 pabrik tadi tidak mengatur banyakhasil buat seluruh negeri, melainkan masing-masingmengadakan hasil buat memukul yang lain. Makinbanyak hasil dapat makin murah harganya barang,sehingga lawannya terpukul dan jatuh. Kalau hasiltiba-tiba menjadi terlampau banyak, harga terlampaumurah, dan pabrik tertutup, seperti teh, getah danminyak di Indonesia baru-baru ini. Walaupun Rakyatperlu memakai hasil itu, tetapi yang punya tidakakan membagikan pada Rakyat, malah lebih sukamembuang hasil itu, seperti Kapitalis-Gandum diAmerika pada tahun 1922. Jadi hasil yang diadakanoleh 100 pabrik tadi bukanlah buat negeri danpenduduknya, melainkan buat perniagaan danpukul-memukul dalam perniagaan. Demikianlah KaumHartawan mengadakan hasil tidak rasional, yaknimenurut keperluan orang banyak, melainkananarkistis, yakni sesukanya saja, buat mencariuntung.
III. Mesin.
Buat pukul-memukul dalamperniagaan atau concurrensi, Kaum Hartawan memakaimesin baru. Dengan jalan begitu hasil dengan cepatmenjadi berlipat ganda, sehingga harganya barang itubisa murah sekali. Tuan pabrik yang masih memakaimesin tua, tidak bisa menghasilkan begitu banyak danbegitu cepat. Harga barangnya tinggal mahal, danakhirnya ia jatuh. Tetapi mesin baru tadimengurangkan tangan yang mengangkatnya, karena mesinitu bisa dijalankan dengan uap atau listrik saja.Berhubung dengan memakai mesin baru,beribu-ribu buruh dilepas, karena melimpah.Tiap-tiap negeri di Zaman Hartawan penuh denganlimpahan Buruh, yakni buruh yang dilemparkan dantidak bisa dapat kerja. Limpahan Buruh ini,selalu bertambah-tambah, karena mesin baru tiba-tibamenaikkan hasil, dan tiba-tiba naiknya hasiltiba-tiba pula mendatangkan krisis yakni jatuhharga barang. Kalau krisis datang beribu, berjutaburuh dilepas. Ringkasnya Zaman-Hartawan penuhmempunyai perkakas (mesin), dan penuh mempunyaihasil, tetapi sebaliknya berjuta manusia tanpapekerjaan dan hidup dalam kelaparan. Nyatalahsudah Kaum Hartawan tidak bisa menguruskeperluan Rakyat.
IV. Kasta.
Pada Zaman-Hartawan satukongsi perniagaan bisa maju dengan dua jalan:pertama dengan memukul, kedua dengan berkawan.Kalau satu kongsi mempunyai modal yang besar, tentuia dengan sementara menurunkan harga barangnya,bisa menjatuhkan musuhnya. Tetapi kalau merekasama-sama kuat, maka ia mencoba berserikat. Denganperserikatan mereka mudah menaikan harga barangdengan sekehendak hatinya, karena tak ada persainganlagi. Yang kerugian tentulah Rakyat juga, yangterpaksa membayar. Dengan jalan berserikat itu duaatau tiga maatschappy (perusahaan) menjadi sindikat. Sindikatini kurang teratur lagi, karena masih banyakkepala yang mengurus, ialah kepala-kepala darimaatschappy (perusahaan) yang berserikat. Supaya urusan lekas,maka kepala yang banyak tadi ditukar jadi satu,sehingga perniagaan bertambah kuat, urusan rapidan lekas, karena urusan ge-centraliseerd yaknimempunyai satu kepala saja. Inilah namanya trust. Trust ini bisa berserikat lagi dengan trust lain,seperti trust besi dengan trust arang, sehingga hargaarang dan besi boleh dibikin sekehendak yang punyatrust. Di Jerman umpamanya Stinnes tidakmempunyai satu, melainkan bermacam-macam trust,seperti arang, besi, kertas, kereta, kapal, Banken,kayu, dan sebagainya. Jadi pertama harga grondstof ataubarang asli, yang perlu dikerjakan di pabrik bisarendah sesuka Stinnes saja. Sebaliknya fabriekswarenatau barang pabrik boleh dia naikkan sesuka hatinya,karena pabrik, kereta, kapal dan surat kabar buatadvertensi sama sekali jatuh ditangannya. Jadisemua kongsi, maatschappy (perusahaan) dan Sindikat jatuhdi bawah combinatie-trust-Stinnes. Semua urusanekonomi di Jerman hampir tergenggam di tangan satumanusia saja. Juga Bank dari kongsi kecilmenjadi Sindikat, Sindikat menjadi trust danTrust-Combinaties. Jadi semua urusan Bank jatuhdi bawah kekuasaan satu manusia pula (Stinnes). Bankpada tiap-tiap negeri memberi pinjaman pada industri.Supaya ia dapat untung tetap, maka ia adakankontrol pada industri tadi. Akhirnya industrijatuh di bawah kekuasaan Bank. Bank memberi pinjamuang pada negeri, sebab itu menteri pada suatunegeri kemodalan harus cocok dengan Direktur Bank.Begitulah semua menteri di Amerika mesti tundukpada Bankir Morgan, Jerman pada Stinnes, Prancispada lauchuer dan sebagainya. Bank pada suatu negeri acapmemberi pinjaman uang kepada negeri lain. Supayabunga terus diterima, Menteri luar harusmenjaga keperluan itu, dan kalau perlu haruslahnegeri luar itu dijadikan jajahan. Dengan jalanbegitu barang jajahan bisa tetap masuk (kopi,gula, kapas, dll.) orang jajahan tetap beli barangpabrik (kain, mesin, dll.) dan bayar hutang. Nyatalah sudah, bahwa kemajuan kapitalismemengumpulkan kekuasaan pada satu dua orang.Seorang Bankir menguasai industri negeri,pemerintah negeri dan koloni. Kaum modal padasesuatu negeri semakin hari semakin bertambah kayadan bertambah sedikit, kaum buruh bertambah banyakdan bertambah miskin. Pertentangan Hartawan danBuruh bertambah tajam, sehingga puteran kasta yaknirevolusi sosial tak bisa dihindarkan. Salah satuHartawan atau Buruh mesti hancur.
V. Imperialisme.
Anarkisme dalam halmengadakan menyebabkan Kaum-Hartawan dalamsesuatu negeri satu dengan lainnyaberpukul-pukulan dan hancur- menghancurkan.Walaupun mereka terhadap kepada negeri lain adabersatu, tetapi anarkisme tadi juga menyebabkanbeberapa negeri di atas dunia ini satu sama lainnyaberpukul pukulan dan hancur-menghancurkanpula. Tiadalah satu negeri mengadakan hasil buatkeperluan seluruh dunia, melainan buatperniagaan dan persaingan. Satu negeri yang perlumemakai barang jajahan buat pabriknya sepertikapas, getah, dan sebagainya mau sendiri saja memilikibarang asli atau grondstof itu. Ia sendiri sajamau memiliki negeri jajahan itu sebagai pasarbarang pabriknya (besi, mesin, kain-kain, kertas dll.) dan ia sendiri saja mau meminjamkan uangpada jajahan itu, supaya ia sendiri saja pulamendapat bunga yang tetap. Berhubung dengankeperluan industri dan perniagaannya, maka iasendiri pula mau menggenggam politik negerijajahan itu. Politik imperialisme ini menyebabkanyang satu negeri berdengki-dengkian danbermusuh-musuhan dengan negeri yang lain Hal inimenaikkan persiapan peperangan pada tiap-tiap negeriimperialisme dan akhirnya mengadakan peperangandunia. Demikianlah peperangan dunia yang baru ini,yang memakan jiwa 10.000.000 manusia dan beribujuta harta disebabkan oleh pertentangan antaraimperialisme Inggris dan Jerman. Sesudah Jermankalah, maka timbul lagi sekarang pertentangan antaraimperialisme yakni Inggris dan Prancis di Eropa danlebih tajam lagi Jepang dan Amerika di Asia Timur.Nyatalah sudah, bahwa imperialisme tak bisa dibunuhselama kapitalisme dan anarkisme dalam hal mengadakanhasil masih tetap. Sebab itu peperangan dunia padatiap-tiap waktu masih mengancam kita.
Kelima penyakit kemodalan yang kita sebutkan diatasini tiadalah bisa sembuh, karena sudah terbawa olehdiri kemodalan sendiri. Penyakit itu lah yangmenyebabkan Kaum Hartawan bertambah penakut danbertambah sedikit orangnya dan sebaliknya penyakititu lah yang menyebabkan Kaum Buruh bertambahmiskin, tetapi bertambah rajin kerja (sebabterpaksa) bertambah tertindas, tetapi bertambahrevolusioner dan bertambah banyak orangnya. Krisisekonomi dan politik bertambah dekat, artinya inicuma revolusi sosial atau putaran-kasta sajalahyang bisa mengobati krisis itu, dan menghindarkanbala yang bisa menimpa seluruh manusia diatasdunia ini:
"Kaum Hartawan yang malas dan sedikit itu haruslah turun, serta Kaum Buruh yang terbanyakdan mengadakan hasil itu, harus memiliki hasil itudan membagikan hasil itu buat kastanya sendiri dansekalian orang yang kerja. Ringkasnya Kaum Buruhharus merebut kekuasaan ekonomi dan politikdunia".
3. Zaman Diktatur Proletar
Kaum Agama mengambarkan surga persis sepertikehendak nafsunya sendiri. Begitu juga KaumUtopis, seperti Thomas More, Saint Simon, Fourierdan Robert Owen menggambarkan masyarakat yang sempurna didunia ini persis seperti nafsunya masing-masing.
Kita Kaum Komunis tidak mengambil gambaranKomunisme itu dari nafsu seorang tukang mimpi atau ahli nujum saja. Kita tidak disuruh Karl Marxbuat menghapalkan saja sifat-sifat Komunisme dan terus tinggal mendoa saja supaya Surga Dunia itudatang. Melainkan kita mendapat keterangan yangjelas dari Marx, bahwa kemajuan Feodalisme di duniaini membawa kemajuan Kapitalisme, dan kemajuan Kapitalisme sekarang ini membawa kemajuan Komunisme.Sebagaimana Kaum Bangsawan sudah terpukul olehKaum Hartawan, begitu juga kelak Kaum Hartawanakan dikalahkan oleh Buruh. Kalahnya itu bukanlahpula oleh sebab-sebab yang mistik atau gaibgaibmelainkan atas sebab-sebab yang nyata, yang bisadilihat dan dirasa.
Tidaklah pula datangnya Komunisme itu tiba-tibasaja, seperti surga akan terkembang sesudah harikiamat, tetapi berangsur-angsur, yakni seperti ZamanKemodalan sendiri yang dulu datangnya juga berangsur-angsur. Dimana pertentangan sangat dalam,seperti di Rusia, maka putaran kasta Buruh denganHartawan itu akan disertai dengan banjir darah. Dimana pertentangan itu, selalu dikurang-kurangi,karena Kaum hartawan selalu kasih konsesi ataukemunduran, seperti bisa terjadi di Inggris, makaputaran kasta tadi, boleh jadi tidak berapamenuntut jiwa. Tetapi buat seluruh duniaputaran-kasta itu tiada akan terjadi dengan damai,seperti juga putaran kasta Bangsawan denganHartawan dulunya tiadalah terjadi dengan damai.
Tingkat yang mula-mula mesti kita tempuh di atasZaman-Kemodalan ini ialah Dictaturnya-Proletar.Bukanlah pada satu negeri saja seperti Rusia,tetapi buat di seluruh dunia. Pada tingkatDiktator-Proletar ini, semua Perkakas Hasil, sepertiPabrik Tambang, Tanah, Kereta, Kapal, Gudang-Gudangdll. dimiliki oleh Kaum-Buruh dan diserahkan padanegaranya Kaum Buruh. Semua urusan buatmengadakan hasil, jatuh di bawah pimpinanKaum-Buruh sendiri, yang di jalankan olehWakil-Wakil yang dipilih oleh Kaum Buruh itutidak lagi ditetapkan buat perniagaan dan mencariuntung saja, tetapi terutama buat keperluanRakyat. Anarkisme dalam hal mengadakan hasil akanhilang dan berganti dengan rasionalisme, yaknimengadakan hasil menurut keperluan Rakyat. Kaumburuh berhenti menjadi orang upahan yang dibayarsebagaimana suka si Kapitalis saja, karena Buruhsekarang sudah memiliki perkakas hasil yangdiadakannya sendiri. Sepadan dengan ituKasta-Buruh, sebagai Kasta upahan atau budakhilang dan berganti dengan Kasta Pekerja yangcampur mengurus pekerjaannya dan memiliki hasilyang dikerjakannya. Oleh karena sekarang mengadakanhasil tidak lagi dengan sesukanya seorang Kapitalisbuat perniagaan saja, maka hasil tak akan melimpahlagi, sehingga bisa mendatangkan krisis atau mestimenimbulkan politik merebut jajahan buatpasarnya barang limpahan itu. Jadi politikimperialisme akan hilang dan berganti dengantukar-menukar barang, seperti barang Eropa denganAfrika atau Asia, satu negeri dengan yang lain.Berhubung dengan hilangnya politik imperialisme,maka akan hilang pula militarisme dan hilang pulapeperangan dunia buat merebut jajahan dan pasar.
Supaya Kaum Buruh aman dan sentosa memilikiperusahaan dan semua hasilnya perusahaan, maka haruslah ia merebut politik-negeri. Kaum-Hartawan danbudaknya dari Kasta Tengah atau KaumSosial-Demokrat haruslah diusir daripemerintahan negeri. Kalau tidak begitu ia akanmemogoki (saboteeren) semua peraturan yang baikbuat Kaum-Buruh dan menunggu waktu yang baik,dimana ia bisa memakai laskar, armada, justisi,polisi dan bui buat menindas peraturan ekonomikaum buruh, seperti yang kita rancangkan diatas.Bersama dengan Pemerintah-negeri, haruslah dengansekejap Laskar, Armada, Justisi, Polisi dan Didikandijadikan merah. Artinya itu, semua anggota ini,haruslah jatuh di bawah kekuasaan Kaum-Buruhdan seberapa bisa diisi dengan Kasta Kaum Buruhsendiri.
Dengan Pemerintah Merah, Tentara Merah, PolisiMerah, dan Didikan Merah, maka Kaum Buruh bisamenjaga peraturan mengadakan hasil dan haknya atashasil itu, terhadap kepada musuh baik di dalam ataupun di luar negeri, yang tak putus akan mencobamerebut kembali kekuasaannya yang hilang itu.
Apabila sesudah bertahun-tahun Kaum Hartawan samasekali hancur, seperti dulu juga KaumBangsawan sama sekali hancur, maka barulah lambatlaum anggota-anggota Ekonomi Merah, Politik Merah,Didikan Merah dan Justisi Merah berhenti menjadiperkakas penginjak Kemodalan dan Kaum Hartawan, danmenjadi perkakas buat mendatangkan Komunisme. PadaZaman Komunisme, kasta akan hilang, tindasan danisapan akan hilang, kekayaan, kepintaran, pengetahuan,kesenian, dan literatur akan menjadi miliknya orangbersama.
Jadi Komunisme itu bukanlah ilmu batin, yangdatangnya sesudah habis dibakar kemenyan sepikul,melainkan suatu peraturan buat pergaulan hidupyang sudah terkandung sendiri oleh pergaulan hidupyang sekarang ini. Lekas datangnya itu bergantungsebagian besar dari cakap dan kuatnya Kaum-BuruhDunia, mendatangkan Diktatur Proletar, yaknimemerahkan peraturan ekonomi dan politiknyaKaum Hartawan yang ada sekarang.
4. Taktik
Pada Zaman-Feodalisme, maka Taktik buat mendatangkan pemerintah baru itu, yakni dengan ramaldan kemenyan. Seorang guru atau Kiyai, tahu membacadalam buku atau di ujung jarinya, kapan RatuAdil atau Imam Madhi akan datang. Dengan jimat dankemenyan, maka Kaum Revolusioner-feodal bisamengalahkan musuh. Psikologi atau semangat semacam ini lahir dari keadaan cara mengadakan hasiljuga. Pada Zaman-Feodalisme itu mengadakan hasilterutama dengan cangkul. Kalau tanahpun subur,si Tani rajin mencangkul, tetapi hujan takturun-turun tentu padi tak dapat. Apa ituhujan, buat si Tani, yang belum pernah dengarNatuurkunde atau ilmu-alam adalah perkara kasih ataubencinya Tuhan. Dia bergantung kepada Tuhan itu,dan cara mendapatkan hujan tidak lain darimembakar kemenyan. Bukanlah seperti buruh-pabrik, yangsama sekali tak tergantung pada alam, malah memakaialam itu uap dan elektris kapan ia suka dan berapaia suka. Sebab itu si Tani pasif atau penerima dansi Buruh aktif atau jalan. Sifat itu terbawa-bawadan juga buat mendatangkan pemerintah baru, taklain akal buat si Tani melainkan nujjum, jimatdan kemenyan.
Di antara Kaum-Buruh industri adalah tiga taktikyang terutama dimajukan: Anarkisme, Reformismedan Revolusioner.
Taktik Anarkisme lahirnya pada pertengahan Abad yanglalu. Kaum Anarkis, percaya, bahwa kalautiap-tiap pembesar Kaum-Hartawan di bom, diracunatau ditikam, maka mereka akan takut memerintah. SiPenindas akan hilang, dan Komunisme akan datangsendirinya saja. Jadi mereka tidak memakai tingkatDiktatur Proletar seperti kaum Komunis, dan.tidakmemperdulikan organisasi massa-aksi atau aksiramai-ramai yang teratur. Bahwa semuanya itu mimpitak perlu dibentangkan disini. Kaum Hartawan denganpolisi, justisi dan tentaranya adalah sangat teraturdan mempunyai disiplin yang sangat keras. Dan kalausatu pembesar terbunuh, maka seribu lagi gantinya.Sebab itu, kalau Kaum-Buruh tak berkelahi teraturdan mempunyai disiplin yang keras ia mesti kalah.Anarkisme belum pernah menang. Cuma pada waktuBakunin masih ada, disana sini di negeri yang achterlykatau mundur kapitalismenya seperti di SelatanJerman, di Balkan ia bisa bikin huru hara. Tetapidi negeri yang sudah maju kapitalismenya pada masaitu (tahun 1850) seperti Inggris, Bakuninisme samasekali tak bisa dijalankan. Di Rusia sendiri padatahun 1917 dan sekarang di Jerman Anarkisme samasekali tak berarti. Sebab kaum anarkis tak maumengakui aturan dan disiplin itu, maka ia takbisa membikin perserikatan, malah mudahberpecah-pecahan, dan bertengkar-tengkaran. Sebabia mengukur kemarahan Rakyat yang tertindas itukepada yang menindas bukan dengan alasan ekonomi,melainkan dengan kemarahannya personal, maka iamudah kena provokasi, dan terdorong, sehingga iaterisolasi dari orang banyak, danakhirnya kalah.
Taktik Kaum Sindikalis, yang juga beralaskan Anarckisme yang terutama berpengaruh di sebelah SelatanEropa dan Amerika Selatan pun tak bisa mencukupikekuatan buat memerangi kemodalan zaman sekarang.Kaum Syndicalist itu anti-parlemen dananti-politik. Sebab itu Kaum Syndicalist tak maumengirim wakil ke parlemennya kaum Hartawan.Sebaliknya ia menyangka, bahwa Serikat Buruh itulah yangtertinggi. Sudahlah tentu dasar anti-politik dananti-parlemen itu salah sekali. Dengan sikap begitu,Kaum-Buruh tak tahu akan politiknyaKaum-hartawan, sedangkan politik dan ekonomi itubersanak sudara. Politik tidak lain darigeconcentreerde ekonomi, artinya itu, politik ialahpusatnya urusan ekonomi. Apabila Kaum-Buruh akanmenyia‑nyiakan politik, yakni pusatnya ekonomikaum Hartawan itu, mereka akan mudah terjerat kakidan lehernya.
Taktik Kaum Sosial Demokrat tak perlu kita uraikandi sini dengan panjang lebar. Mereka itu percayabahwa Modal dan Tenaga (Arbeid) tak bertentangan.Begitu juga Hartawan dan Buruh bisa sama-samajalan. Sebab itu Kaum Sosial Demokrat memasukiParlemennya Kaum Hartawan. Mereka percaya, bahwakalau kelak dengan jalam damai mereka bisa mengadakanwakil lebih banyak dari Hartawan, maka Hartawan akankalah suara dan akan mundur saja. Sesudahnya ituperusahaan ekonomi boleh dijatuhkan ke tanganBuruh. Berhubungan dengan itu, maka Kaum SosialDemokrat anti-revolusioner dan aksinya ialah merebutbangku Parlemen saja. Sepadan dengan keyakinanini, maka Kaum Sosial Demokrat, dimana-mana sudahmenjadi Kaum Penghianat. Pembunuhan jiwa Buruhyang 10.000.000 dalam peperangan besar baru lalu,ialah terjadi dengan bantuan Sosial Demokrat, yangselalu bantu Begrooting Kaum Hartawan dimana-mana.Di sekalian jajahan, Sosial Demokrat membantupolitiknya Kaum Imperialist buat menindas bangsaTimur. Di Jerman, Ebert, Noske dan Scheidemannsudah merasakan, bahwa Parlemen itu tak mudahdijadikan anggota Kaum Buruh. Dimana dulu,Sosial Demokrat mendapat Meerderheid atau SuaraKelebihan dalam Ryksdag (Parlemen), sekarang merekajadi boneka saja, dan pemerintah sama sekali jatuhdi tangan Fasis. Oleh karena Sosial Demokrat padatahun 1918-1923 tidak memerahkan Justisi, Kementerian, Laskar dan Polisi, maka anggota-anggotaini dengan rahasia mengumpulkan kekuatannya di bawah selimutnya Sosial-Demokrat. Oleh karena kaumreaksi Jerman sekarang di bawah Presiden Jendralbisa sembelih semua Sosial Demokrat, yang dulutuannya itu.
Taktik Merah, atau taktik revolusioner tidak saja diRusia sudah menjatuhkan kemodalan, dan bisamempertahankan Soviet sudah lebih dari 8 tahun, tetapi dimana-mana di dunia, Eropa Barat, Amerika,Tiongkok, Jepang, India dan Indonesia sedangmembingungkan yang berkuasa. Taktik merah tidakbersarang di jimat atau kemenyan, melainkan beruratpada keadaan hidupnya Rakyat yang tertindas. Kitatidak anti-parlemen seperti Kaum Syndicalist,tetapi tidak pula parlemener seperti si PengkhianatSosial Demokrat. Kita masuki Parlemen, buatmembuka topengnya Kaum Hartawan dan Sosial Demokrat,tetapi sama sekali tiada mengharapkan hasilnya yangkonkrit atau nyata dari aksi di Parlemen itu. Kitatahu, bahwa sebagian besar dari Buruh masihmengikut Sosial Demokrat dan percaya padaParlementarisme. Sebab itu kita masuki Parlemenitu buat memecahkan dari dalam. Dalam pada itukita lebih pentingkan mengatur kekuatan Buruh,Tani dan sekalian Rakyat yang tertindas di luar Parlemen. Semuanya aksi dan pertarungannya Buruh,Tani dan penduduk kota, baik ekonomi ataupunpolitik mesti kita campuri. Bukan buat menipumereka dan memperdamaikan dengan Hartawan sepertilaku Sosial Demokrat, melainkan buat membantumendorong, dan kalau bisa menghancurkan Hartawan danbudakbudaknya. Menurut kekuatan kita dan Rakyatyang percaya pada kita, maka kalau bisa semua aksiekonomi kita besarkan jadi mogok umum, kalauperlu ditambah dengan boikot dan demonstrasi. Darimogok umum, boikot dan demonstrasi yang dilakukandi seluruh negeri itulah bisa lahir pemberontakanbuat merebut politik negeri dan mendirikanDiktatornya Proletar.
5. Rusia
Seperti Pemberontakan Hartawan kepada Bangsawan dibuka oleh Hartawan Prancis pada tahun 1789,begitulah Pemberontakan Buruh kepada Hartawandimulai oleh Buruh Rusia kepada Hartawan disana.Seperti Revolusi 1789 di Perancis didahului olehrevolusi kecil di Inggris pada tahun 1650(Cromwell), begitu pula diktatur proletar diRusia tidak sama sekali baru, karena sudah didahului oleh Komune Paris pada tahun 1870, padapercobaan 1870 Karl Marx, dan Lenin banyak mendapatpelajaran buat menyempurnakan diktaturnya Proletar.
Pada Revolusi Prancis kita bisa mempelajari, bahwakemenangan Kaum Hartawan yang masih revolusioner ituturun naik. Republik-Hartawan yang didirikan padatahun 1789 cuma bisa berdiri 5 tahun saja.Kemudian datang Napoleon yang akhirnya jadi Kaisardan sesudahnya Napoleon jatuh maka berturutturut Raja keturunan Lodewyk XVI, (yangdipancung kepalanya oleh kaum pada revolusioner)bisa kembali memerintah. Barulah pada tahun 1849,maka Republik Hartawan bisa kembali lagi, yangwalaupun sementara disambung oleh Napoleon III,sampai sekarang bisa terus berdiri. Jadi tidak kurangdari 60 tahun Prancis berkelahi dengan kalah menang buatdemokrasi dan Parlemenarisme cara kemodalan. Dalamwaktu Prancis berjuang dengan Bangsawan itu, makaberturut-turut negeri menjatuhkan Raja danBangsawannya seperti Belanda dan dimana-manakekuasaan Bangsawan dan Raja di potong-potongseperti Jerman, Italia, Spanyol, dll. Ringkasnyaberpuluh tahun Hartawan di seluruh dunia mestiberperang dengan kalah dan menang baru bisamenghancurkan Raja dan Bangsawannya sama sekali.
Ini pengajaran yang dalam artinya buat kita. DuniaHartawan yang berpuluh-puluh kali lebih kukuhdari dunia Bangsawan tentulah takkan bisa kitahancurkan dalam satu hari.
Kita tahu, bahwa reaksi di seluruh dunia sekarangbertambah hebat. Karena kaum Sosial Demokrat padatahun 1917-1923 berkhianat, maka Revolusi Rusiatak diikuti oleh negeri lain-lain. Kaum Reaksi dibelakang baju Sosial Demokrat, yang dikemukakandi Jerman buat melindungi Kaum Hartawan bisabernapas kembali dan mengumpulkan semuasenjatanya, yang pada tahun 1918-1923 hampir samasekali hilang dari tangannya. Sekarang di JermanKaum Reaksi sudah mengancam denganpemerintah Fasis, yakni diktaturnya Kaum Hartawan.Kaum Hartawan tidak akan memakai Parlemen lagimelainkan tangan besi, seperti Mussolini di Italia.Hartawan akan lemparkan demokrasi, dan atur ekonomidengan memaksa kaum buruh kerja, dengan gajisedikit, dan waktu yang lama, dan menghancurkansemua pergerakan revolusioner, dengan jalan kasar.Begitu juga di Prancis, dimana ekonomi kusut,Fasis sudah siap. Di Inggris, dimana pada 2 atau 3bulan lagi disangka akan datang frisis sekarangFasis sudah mengasah-asah pedang kiri kanan danmengumpulkan uang dan senjata. Di Amerika, dimanaKaum Komunis mulai maju, Klu Klux Klan, sudahjadi Fasis, dan selalu sedia akan menghancurkan pergerakan merah. Tentulah Fasis dapatsokongan dari Kaum Hartawan baik lahir ataupunbatin.
Tetapi makin gelap jalan di muka, makin terang buatkita suluh yang di belakang. Sejarah menyaksikan kita,bahwa pertandingan kasta itu, bukanlah permainan,melainkan suatu kemestian pergaulan hidup dansuatu kewajiban sebagai manusia. Kalau musuhkita mengasah-asah pedang, maka jawab kita lain tidakhanyalah menegapkan barisan dan mempertajam senjatalahir dan batin. Pekerjaan yang sudah dimulai olehRusia dengan korban beribu-ribu jiwa, tiadalahboleh kita khianati dengan kelembekan atau denganmeninggalkan dasar yang sudah kita peluk.
Walaupun di kiri kanan ada reaksi, kita mesti terusmenyusun tentara yang ada di negeri kita. Kalaukawan kita pada waktu yang di muka ini, baik diRusia ataupun Eropa Barat dan Amerika dapatserangan, maka kita harus tidak mundur malahmerebut kemenangan pada barisan yang kita duduki,yakni: di muka Rakyat Indonesia.
II. KEADAAN INDONESIA
1. Ekonomi
Adapun sifat kapitalisme di jajahan, sepertiIndonesia dan Asia lain, adalah berlainan sekalidengan kapitalisme di Belanda dan Eropa lain.Disana lahir dan majunya kapitalisme itu terbawaoleh keperluan negeri sendiri, sedangkan di sini lahirdan majunya kemodalan itu terbawa oleh keperluanbangsa asing. Sebab itu di Eropa majunyakapitalisme itu dengan jalan menurut alam atauOrganisch, sedangkan di Indonesia kunstamatig ataubikinan. Berpadan dengan hal itu, Kapitalisme diEropa ada sehat dan sempurna, sedangkan yang diIndonesia verkracht atau terperkosa, seolah-olahsepokok kayu yang kena kelindungan.
Kapitalisme di Eropa membagi negeri atas kota dandesa. Di kota terdapat perusahaan atau industri darikain, besi, batu, kertas dll. Sedangkan di desaterdapat gandum, sayur, sapi, domba dan hasil buatlain-lain makanan. Jadi dipukul rata kotamemperusahakan barang pabrik dan desa mengadakanhasil tanah dan ternak. Bagian pekerjaan di kotadengan desa itu bertambah terang sekali pada negeriyang sangat maju permodalannya
Tentulah hasil pabrik di kota itu, gunanya, terutama buat penduduk kota sendiri. Sisanya ituditukarkan dengan makanan yang dihasilkan oleh desa.Begitulah kain, pisau, perkakas rumah, baja, dllyang dibikin di kota ditukar dengan gandum, sayur,daging, dll yang dihasilkan di desa, yakni dengansisa yang dimakan oleh penduduk desa. Pada negerikemodalan yang belum terang imperialistis, dan sehatekonominya seperti Amerika sebelum perang 1914-1918,maka jumlah harga sisa barang kota itu hampir samadengan harga sisa hasil tanah di desa. Begitulah asalmajunya kemodalan dan perusahaan, yakni daripertukaran barang pabrik di kota-kota dan hasil tanahdi desa-desa. Makin maju perusahaan di kota, makinbanyak penduduk desa lari ke kota mencaripekerjaan, kepandaian atau kepalsiran, karena di kotaterkumpul, pabrik, sekolah, bioskop, rumahkomedi, dll.
Di Indonesia juga akan bisa begitu, kalau Belandatak datang dan membunuh perusahaan kecil-kecil,buat membikin kapal, kain, barang-barang besi,seperti sudah ada di Tuban, Gresik, dll.Perusahaan kecil-kecil itu juga akan jadibesar, memakai uap dan listrik seperti di Eropa danAmerika. Kota-kota Indonesia juga akan menarikpenduduk desa dengan lekas dan bertambah haribertambah maju penduduk, pabrik dan kaumburuhnya. Juga di kota Indonesia akan diadakankain, bajak buat desa, dan desa-desa terutamahasilnya buat penduduk kota-kota Indonesia sendiri.
Tetapi sebab Belanda dengan hukum melarang membuatkapal dan membunuh perusahaan anak negeri denganmemasukkan barang pabrik yang murah harganya, makakota dan desa kita jadi lain sifatnya dari kota diEropa. Kota kita tidak ada yang menghasilkan, kain,bajak dan perkakas lain buat desa-desa, karenasemua barang, ini dimonopoli atau diborongoleh Belanda. Desa kita tidak buat mengadakan hasiluntuk penduduk kota, melainkan terutama buattebu, teh, kopi, getah d. s. g. bukan buatkeperluan negeri dan Bumiputera, melainkan buatuntung si Pengisap yang tidur di Belanda. Sebabitu desa dan kota kita satu dengan lainnya tidakbergandengan dan tali bertali seperti pada suatunegeri yang sehat ekonominya, melainkan keduanyabuat pengisi perut besar si Lintah Darat yangtidur di Belanda itu saja. Berhubung dengan halini, maka majunya kapitalisme di negeri kita jadikunstmatig atau tak sehat.
Sebab perusahaan di negeri kita tidak buat keperluananak bumi putera sendiri, maka barang yang perlubuat hidup kita, harus dibeli dari negeri laindengan harga sesukanya orang lain itu saja. Danoleh karena tanah di Jawa terdesak oleh kebun-kebunbesar, maka beras, yakni nyawa kita, mesti datang darinegeri lain.
Demikianlah pada tahun 1922 Rakyat membeli barang kainyang masuk ada kira-kira F. 182.531.000. Dijajahan lain seperti India, Tiongkok danFilipina barang pakaian sudah bisa dibikin dinegerisendiri. Jadi disana uang Rakyat bayaran kain itutinggal di negeri sendiri, sedangkan di Indonesiaterbang kesakunya Lintah Darat Belanda. Harga beras masuk, walaupunberas Jawa nomor 1 kualitasnya di dunia dan bangsaJawa memang pintar bertani pada tahun 1922 jugaada F. 74.947.000. Karena di Jawa hampir tak adakapital dan saudagar anak negeri, seperti di jajahanmaka untung perniagaan beras ini tidak satu peserjatuh di tangan anak negeri. Demikianlah untungperniagaan berhubung dengan import (barang masuk)yang pada tahun 1922 banyaknya ada F 696.300.000 ituhampir semuanya mengalir ke saku Lintah DaratBangsa Asing.
Sudahlah terang, bahwa total export (harga barangkeluar) yang pada tahun 1922 ada F.1.142.400.000sama sekali dimakan oleh Lintah Darat Belanda yangmemonopoli sekalian perusahaan besar-besar diIndonesia ini. Sedangkan di jajahan lain untungdari import dan export itu ada sebagian jatuhdi tangan anak negeri, maka di Indonesia yang sangatsubur dan kaya ini, semuanya keuntunganperniagaan dan hasilnya perusahaan dan tanah samasekali terbang ke perutnya Lintah Darat yang tidur,palsir atau mondar-mandir di Belanda. Sisanya yangterlempar kepada bumiputera, gunanya sekedar buathidup sebentar, seperti kuda atau kerbau, yangdipakai penarik kereta, juga mesti diberi makan.
Sebab kapitalisme Indonesia gunanya buat memenuhikeperluan bangsa asing, yang jauh tinggalnya itu,maka keadaan dan majunya kapitalisme Indonesiajuga semata-mata menurut keperluan bangsa asingyang tinggal di negeri asing itu. Kromo mesti menyewakan tanah buat gula, getah dan teh dan jadikuli Belanda mau dapat untung. Rakyat Indonesiatak bisa dapat pabrik kain, pabrik mesin dan kapal,sebab Belanda takut Twente dan perusahaan kain sanaakan jatuh, dan juga saudagar-saudagar Belanda,pabrik kapal dan perusahaan-perusahaan kapal yang mengangkutbarang import dan export dari Indonesia ke Belandaakan turut jatuh. Sebab itu Indonesia mestitinggal jadi landbow-land atau negeri-pertanian tidaknegeri perusahaan atau industri-land. Penduduknyamesti tinggal mundur (pasif) dan mudah ditindas.Tiadalah seperti pada negeri industri, yangmempunyai buruh yang lebih maju dan lebih aktifdan tak gampang ditindas. Selama Indonesia tinggaljadi jajahan, maka ia tak akan bisa memajukanekonomi dan perusahaannya sebagaimana yang baikbuat dirinya senriri, karena ia terpaut oleh LintahDarat Belanda, yang tak memperdulikan nasib RakyatIndonesia.
2. Sosial
Di negeri-negeri yang sangat maju kemodalannya,seperti Jerman dan Amerika maka Kaum Buruh itujumlahnya ada kurang lebih 3/4 bagian dariseluruh penduduk negeri. Artinya itu ada 3/4 atau75% dari penduduk yang tak berpunya apa-apa laindari tenaganya dan tergantung hidupnya semata-matadari modal besar.
Sepanjang ada bahwa perhitungan tahun 1905, maka diJawa saja ada kira-kira 40% dari bumiputera yangproletar atau tak berpunya apa-apa. Kalau kita taksirsekarang, berhubung dengan bertambah majunyaindustri, angka itu sudah jadi 50%, maka daripenduduk tanah Jawa yang 36 juta itu ada 18 jutayang hidupnya tergantung dari perusahaan besar dankecil. Tetapi di Sumatra, Borneo, Celebes, DaerahTernate dan sebagainya yang jumlah jiwa kira-kira 18 jutaitu masih sedikit kaum proletar. Hampir semuapenduduk mempunyai tanah, modal kecil, perusahaankecil atau perahu penangkap ikan. Kita pikir kitaakan tak berapa salah menaksir (karena statistik yangsah belum ada ), bahwa kaum proletar di seluruhIndonesia pada masa ini ada kira-kira 18 juta, yaknikira-kira 34% dari penduduk yang 54 juta itu.
Tetapi di antara yang tak berpunya, Buruh Industrimasih sangat sedikit. Di Jerman umpamanya, yangjumlah isi negeri hampir sama dengan Indonesia, yakni60 juta ada kira-kira 2 juta buruh-pelikan (buruh pertambangan),sedangkan di Indonesia tak lebih dari 100.000, yakniseperdua puluhnya. Buruh kereta juga kira-kira2 juta, sedangkan di Indonesia tak lebih dari 80,000,jadi kurang dari seperduapuluhnya di Jerman.Berjuta-juta buruh industri model baru, sepertipada pabrik membuat kereta, mesin, kapal, kain dll.yang ada di Jerman, sama sekali tak ada di Indonesia.Jadi perkara banyaknya buruh industri, makaIndonesia, jauh kalahnya oleh Jerman, Inggris danAmerika, juga kalah oleh Jepang dan India,dimana juga sudah terdapat buruh industrimodel baru.
Di Eropa, Amerika dan Jepang yang memiliki Pabrik,Tambang, Kereta, Kapal, Bank dll itu ialahbumiputera juga, Di Jajahan seperti India,Filipina dan Mesir sudah banyak bumiputera sendiriyang mernpunyai industri model baru, pertanian danperniagaan model baru. Tetapi di Indonesia modalbesar bumiputera bolehlah dikatakan tak ada. Betuldi Jawa, lebih-lebih Sumatera di antarabumiputera ada yang mempunyai modal F.100.000kebawah, tetapi ini masih kecil, dan urusanperniagaan atau perusahaan yang mempunyaF.50.000.000, yang memiliki tambang, pabrik danBank seperti di Tiongkok, India atau Jepang,jadi kasta Hartawan bumiputera, memang di Indonesiatak ada. Sebabnya ialah karena dulunya Belandadengan sengaja membunuh timbulnya modal anaknegeri. Di Indonesia kasta-kasta itu terutamakasta-tani, kasta-buruh dan kasta tengah (ambtenar,saudagar, tani besar, kaum terpelajar d.s.g.)Di antara kasta-kasta ini, kasta inilah yang terbanyakdan kasta buruhlah yang terkuat dan makin harimakin kuat, karena kaum buruhlah yanggeconcentreerd atau terkumpul dan ialah yangmenjalankan industri, yakni nyawanya ekonomi, dankasta buruhlah yang akan termaju pikiran danwataknya dalam pergerakan ekonomi dan politik.
Dengan angka-angka saja belum bisa kita dengansempurna memperbandingkan majunyaburuh Indonesia dengan Eropa. Majunya ituterutama pula tergantung pada kualitas atautingginya industri yang ada. Kita sudah terangkandi atas, bahwa Indonesia bukanlah industri-landmelainkan terutama landbow-land, walaupun landbowatau pertanian di Indonesia dijalankan denganperkakas yang model baru sekali.
Berhubung dengan itu, maka buruh Indonesiaterutama bukanlah buruh industri malah buruhtani (gula, teh, getah dan sebagaianya). Yang buruh industribetul (minyak tanah, kereta, kapal) masih sedikitsekali. Perbedaan buruh pertanian Indonesia denganburuh perusahaan di Eropa itu membawa perbedaanlahir batin pula. Proletar Indonesia masih muda, danmasih ada pertaliannya dengan familinya di desa-desa,dan acap kali masih mempunyai tanah di desa-desa.sedangkan proletar-industri Eropa sudah sampai kenenek moyangnya terikat oleh pabriknya. Proletar kitamasih mundur dalam pekerjaan teknik, masih percayasama tahayul dan masih pasif. Proletar industriBarat sigap dan disiplin dalam pekerjaan, takterikat oleh tahayul lagi, serta bersikap aktif dalampikiran dan pekerjaan.
Begitulah pula kaum-tengah Eropa bersifat lain darikaum tengah Indonesia. Di Indonesia sendiripun,berbeda pula satu kasta dengan kasta yang lain danberbeda pula satu kasta pada satu pulau dengankasta itu juga pada pulau lain di Indonesia.Seorang tani di Jawa umpamanya, yang selalucampur dengan pabrik gula, yang acap naik keretatentulah berlainan sekali pikiran dan wataknyadengan seorang tani pemotong sagu di daerah Ternate,yang belum pernah seumur hidupnya melihat asappabrik atau mendengar peluit kereta express.Ringkasnya perbedaan kemajuan industri pada satunegeri dengan negeri lain membawa perbedaankualitas, yakni pikiran dan wataknya kasta-kasta dinegeri negeri itu, seperti Buruh Eropa denganBuruh Indonesia, Tani Jawa dengan Tani di daerahTernate.
3. Krisis-Ekonomi
Walaupun Indonesia sangat kaya, dan pertanian sertaperusahaan dijalankan dengan cara model baru sekali, tetapi bumiputera selalu dalam kemiskinan danurusan uang (staatsfinancien) sudah lama selaludalam krisis. Walaupun pada waktu perang yang barulalu, modal-besar mendapat untung berlipat gandadari waktu normal atau biasa, tetapi sebab hargabarang naik dan gaji tinggal sedikit, makakemelaratan Rakyat malah bertambah dari yangsudah-sudah. Pada penghabisan perang,urusan uang kalang kabut, sehingga hampirmendatangkan bangkrutnya negeri.
Sebab yang dalam, yang mendatangkan kesengsaraan dankrisis itu, walaupun kapital-besar mendapatuntung berlipat ganda, terutama sekali, karenauntung itu baik langsung atau tak-langsungsemuanya mengalir ke Eropa. Langsung karenatiap-tiap tahun berjuta-juta uang dikirim keEropa, buat membauar bunga modal (dividenten) yangmasuk di industri, kereta, pelikan dan kapal taklangsung, yakni dengan jalan perniagaan (export danimport), yang sama sekali dimiliki oleh bangsa asingjuga.
Walaupun Pemerintah Indonesia sekarang (ambtenar,serdadu, Justisi, armada, polisi d.s.g.) gunanyabermata-mata buat membantu dan membesarkan modalasing serta sebaliknya penindas dart, pengisapbumiputera buat modal besar itu, tetapi uangbuat pengisi perutnya Pemerintah itu, yaknipajak, tiadalah dibayar oleh Kaum-Modal Belandasendiri, melainkan oleh bumiputera juga. JadiRakyat Indonesia tidak saja membiarkan harta, tenagadan kemerdekaannya dirampok oleh Kaum Modal Belanda,tetapi mesti membayar gaji hambanya kaum modal itu,yaitu Gubernur-jendral, Resident, Regent, Wedono,Commissaris van Politie, Jendral, Major danberibu-ribu hamba yang lain-lain.
Sebab Modal-Belanda tak mau membayar gaji hambanyaitu dari kantongnya sendiri, dan buat penambahModal-Besar di Indonesia, maka Pemerintah Belanda terpaksa meminjam uang ke lain negeri. Sampai tahun1923, maka banyaknya uang pinjaman itu sampai F.1476.662.000. Dengan bunga 5%, maka saban-sabantahun mesti dibayar bunga kepada negeri lainF.6.471.641. Bunga itu tentulah tiada dibayar darigaji Guberner-Jendral atau untungnya Colijn,melainkan dengan pendapatan Rakyat juga. (Semuaangka-angka ini kita petik dari Handbook of theNetherlands East-Indie, yang dikeluarkan olehpemerintah sendiri)
Uang masuk atau inkomsten, yakni terutama buatgaji hambanya pemerintah pada tahun 1921 adaF.769.700.000 tetapi uang keluar atau uitgaven,yakni yang dimakan oleh hamba-hamba tadi adaF.1.055.200.000. Jadi dapat kekuranganF.285.500.000. Kekurangan itu tinggal terusmenerus, tiap-tiap tahun.
Buat pengobat krisis ini, maka Kaum-Modal Belandamemilih hambanya Guberner-Jendral Fock.
Sebab Fock ini dulunya ia mengaku liberal, makabuat penutup malunya sebagai liberal iamula-mula pura-pura mau menolong Rakyat Indonesia.Ia berjanji mau memaksa Modal-Gula memperbaikinasib buruh dan tani gula dengan ongkos ModalGula sendiri. Lagi pula ia mau memaksa Modal Besarmenolong Rakyat membayar pajak yang besar itu,supaya kekurangan pajak tadi bisa tertutupdan rakyat dapat kelonggaran
Tetapi sesudah Modal Gula menyepak kembali, makatuan Fock diam saja. Dan apabila Colijn, yakniRaja Minyak menjawab "Tutup mulutmu, kalau tidak kamu saja boikot, dan pabrik minyak kamitutup", maka tuan Fock yang liberal tadi lebihsuka memihak kepada gajinya yang beribu-ribu itu,dari pada memihak kepada Rakyat atau kepada pahamliberalismenya. Malah ia lebih menjilat ke atas danlebih menendang ke bawah.
Keatas: Gaji ambtenaren yang besar-besar di naikkan, laskar, armada dan polisi dibesarkan.
Kebawah: Pajak dinaikkan, buruh dilepas danditurunkan gajinya, uang-keluar buat pendidikan,dan kesehatan Rakyat diturunkan
Walaupun Fock sedikit menaikan cukai dari barangmasuk dan ke luar tetapi saudagar Belanda yangmempunyai barang-barang itu dengan mudah bisamenaikkan harga barang-barangnya, yang mesti dibayaroleh Rakyat yang membelinya juga (minyak, kain,korek-api d.s.g.)
Rumah-Gadai, yang dipunyai oleh pemerintah sendirimenaikan untungnya pula dengan jalan menaikanisapan (Renten) pada Rakyat yang miskin juga.Sekarang ini menurut keterangan buku-buku, RakyatIndonesialah yang tertinggi sekali membayar pajak didunia ini.
Di negeri-negeri lain di Timur seperti India,Filipina dan Tiongkok, bumiputera sendiri adamempunyai perusahaan, pertanian dan perniagaanbesar, sehingga untungnya juga tinggal dalam negeri sendiri, dan sebagian dari untung itu dipakai buat membayar pajak negeri. Tetapi diIndonesia pikulan uang sama sekali tertimpa padaRakyat-Melarat, yang makin tahun bertambah miskin,karena semuanya untung mengalir ke sakunyaLintah Darat yang tidur di Den Haag atau Zorgvliet.
Makin besar Pemerintah-Indonesia meminjam uangkepada bangsa lain seperti Amerika dan Inggris, makinberkuasa Modal Asing di Indonesia, makin habis tanahditelan oleh Modal-Asing itu, makin besar uang yangmengalir ke negeri sebagai bunga dan dividen uangpinjaman itu, dan berhubung dengan itu makindalam kemelaratan Rakyat dan makin hebat pula krisisekonomi yang akan datang.
Selama semua untung dari modal-besar, baik langsung atau tak langsung sama sekali mengalir ke luarnegeri, selamanya itu Krisis ekonomi Indonesia takbisa diobat. Betul sekarang, Fock hampir bisamengadakan balans-begrooting atau sama-berat uangmasuk dan uang-keluar, tetapi balance itusemata-mata memperberat pikulan Rakyat, danwujudnya langsung akan memperjauhkan yangmemerintah dari yang terperintah dan memperdalamkrisis-politik.
4. Krisis Politik
Di Filipina, India dan Mesir, oleh karena adanyaTani-Besar, Kapitalis besar dan Saudagar Besar daribumiputera sendiri, maka dalam waktu krisispolitik, kaum imperialist bisa memadamkan atau mengurangkan krisis politik itu, dengan jalankonsesi, yakni memberikan sebagian dari kekuasaanitu kepada bumiputera. Disana kaum modal asingmempunyai banyak sama keperluan ekonomi dengan modalbumiputera. Kalau pada suatu jajahan, dimanaImperialisme itu masih autokratik (yakni memungutsemua kekuasaan) Rakyat bergerak menuntutkemerdekaan, seperti di India pada tahun1918-1923, maka kaum imperialis memukulpergerakan itu dengan konsesi politik. ImperialismeInggris memberi 1/2 atau 3/4 Parlemen, dimanaKaum-Modal bumiputera boleh mengirimkan wakilnya.Oleh karena kaum-tengah dan intelektual padanegeri yang ada mempunyai nasional-capital hampirsemuanya memihak pada nasional kapitalis itu, makamereka itulah yang terpilih menjadi anggota dari 1/2atau 3/4 Parlemen tadi. Oleh karena keperluanModal-Asing dan Modal Bumiputera banyak bersamaan,maka buat modal asing itu tak besar bahayanya, kalausebagian dari politik negeri terserah pada wakilnyamodal kulit hitam. Oleh karena kaum buruh dalampertandingan buat keperluannya tak bisa membedakanModal hitam dan Modal putih, maka Kaum Tengah danintelektual, yang mempertahankan modal hitam ituterbawa-bawa mempertahankan modal putih seperti C. R.Das pemimpin Partai-Swaray di India. Dengankonsesi politik itulah di India Inggrismenarik Kaum intelektual, yakni pemimpinpergerakan Rakyat ke dalam Parlemen dan dengan jalankompromi itulah ia sering-sering mengundurkanrevolusi.
Menurut pemandangan kita, atas dasar Marxisme, makadi Indonesia, sebab tidak ada nasional-kapital, ModalBelanda tak bisa memberi konsesi-politik yangberarti. Ia harus sendirinya memerintah atau denganbumiputera yang memang terang budaknya.
Kaum cap Budi-Utomo (B.O.), Serikat-Islam (S.I.) dan Nasionale Indische Partij (N.I.P) yangdulu terpikat oleh suara merdunya Van LimburgStirum, sekarang kita harap sudah yakin, bahwa merekayang mau tinggal jadi Wakil Rakyat Indonesia takbisa kerja bersama-sama dengan Wakil Modal Belandadi Volksraad, dan Volksraad tak bisa jadi 1/2Parlemen, seperti di India atau 3/4 Parlemenseperti di Mesir dan Filipina. Volksraad mestitinggal semata-mata buat Kapital-Asing, dan antiseluruh Rakyat. Tetapi oleh karena Nasionalisatau Islamis dinegeri kita tak sepeser mengertiMarxisme, yakni kea daan dan kedudukan kasta-kastadi Indonesia dan berhubung dengan itu politiknyakasta, maka mereka tentu masih bingung, tak mengertiapa-apa, apa sebab Dr. Tjipto, Tjokro dan Muisdisepakkan, sesudah dipakai oleh Limburg Stirum padawaktu Krisis-politik tahun 1918. Kita kaumKomunis yang memboikot Volksraad pun belumpernah mengadakan pemandangan kekastaan yang jelasdan terang, kenapa Volksraad Indonesia tak bisamenjadi Parlemen, selama Keadaan Sosial d inegerikita masih tetap seperti sekarang.
Pemandangan kita di negeri jajahan lain, sepertiIndia di atas sudah sebagian memberi keterangan.Di Indonesia tak ada Kasta-Landlords (Tuan Tanah)atau Bangsawan yang berarti banyaknya dan kekayaannya.Kasta saudagar-besar dan Modal-Besar sama sekali takada. Sebab itu kaum intelektual, yang di negerikita baru mulai timbul belum mempunyai kastabumiputera tempat mereka berlindung. Sebab itukaum intelektual kita masih pasif. Karenadidikannya di sekolah imperialis, mereka takmengerti, bahwa kasta mereka mesti mencampurkandiri ke kasta Buruh dan tani, karena kasta-kastainilah di Indonesia yang bisa merebut kemerdekaan.
Oleh karena Kasta Modal Bumiputera di indonesia takada atau masih sangat kuno dan lemah sertakasta-intelektualnya pasif, maka kalau Modal Belanda mau memberi 1/2 atau 3/4 Parlemen, haruslah iamemberi hak-politik dan Suara Memilih Wakil kepadaBuruh dan Tani. Kepada kasta-kasta kedua inilah iaharus memberi konsesi dan dengan Rakyat melaratlahia harus membagi kekuasaan politik.
Ini namanya contradictio determinis, artinya itumembantah diri sendiri. Masakan yang menindas bisamemberi 1/2 atau 3/4 senjata kepada yang tertindas,seperti si Penyamun akan memberikan pistolnyakepada yang disamunnya. Dengan segera yang disamunakan membunuh yang menjamun.
Semua Hukum dan Kekuasaan yang ada di Indonesiasekarang, ialah buat membantu dan membesarkan ModalAsing dan sebaliknya buat menginjak RakyatIndonesia. Kalau Rakyat yang sama sekali terinjakitu diberi hak politik, yakni senjata buatmengubah, atau menghapuskan Hukum-Negeri tentulah taksatu Hukum akan tinggal buat mempertahankan ModalAsing itu. Kalau di Indonesia ada kasta ModalBumiputera yang kuat, Kasta-Terpelajar yang kuatpula, tentulah kasta-terpelajar ini bisa ditipuoleh Modal Asing dengan 1/2 atau 3/4 sampai 7/8Parlemen. Dengan politik menipu kaum-terpelajar(kaum mana terutama di jajahan sangatdipercayai oleh Rakyat), kaum imperialist.Belanda akan bisa menipu Rakyat yang mengikutkaum-intelektual itu dan meundurkan revolusi.Tetapi di Indonesia sebagian besar dari Rakyat ialahTani, Buruh dan Saudagar kecil-kecil yang samasekali tak bersamaan keperluannya dengan Modal Asing,malah sama sekali bertentangan. Sebab itulah Belandatakkan bisa memberi konsesi-politik yang berartikepada Rakyat kita.
Pertanyaan di negeri kita tidaklah revolusioner atauevolusioner, melainkan bagaimana kita harus mengadakanprogram-merah, taktik-merah, organisasi-merah,agitasi-merah dan aksi-merah, supaya Rakyat kitadengan lekas dan dengan sedikit kerugian jiwa bisalekas lepas dari tindasan dan isapan Modal Belanda.
Sikap Merah kita ini menjadikan cemas danketakutannya Kaum Modal Belanda, dan kecemasanserta ketakutannya itu membesarkan, laskar,armada, polisi dan resisir pula. Hal yang terakhirini seterusnya menaikan pajak pula dan kenaikanpajak mendalamkan dendam kesumat Rakyat Indonesiapada pemerintah asing ini pula. Demikianlah satubersangkutan dengan yang lain dan hasilnyamemperdalamkan krisis ekonomi dan politik juga.Ringkasnya sikap merah kita tidak saja berguna,buat mendidik Rakyat Indonesia dalam politik, tetapijuga memperdalam pertentangan antara si Penghisapdan yang Terisap, sebab itulah mencepatkan datangnyakemerdekaan.
III. PROGRAM.
Diatas kita sudah mencoba menerangkan, bahwa krisisatau pertentangan ekonomi & politik di Indonesiasangat tajam. Pertentangan itu, lebih-lebih, kalaukelak dicampuri oleh hal-hal lain, seperti bahayakelaparan atau penyakit, pada tiap-tiap waktu bisamelahirkan revolusi.
Keyakinan ini tiadalah kita peroleh dari satu dalilatau nujum. Juga tidak, dari ilmu kebangsaancap N.I.P yakni karena yang memerintah berkulitputih dan yang terperintah berkulit hitam, yangmemerintah berwatak Barat dan yang terperintahberwatak Timur. Warna, watak atau Agama itu takperlu mendatangkan revolusi. Kalau umpamanya diIndonesia ada kastahartawan bumiputera yang kuat,walaupun kasta ini beragama berkulit putih danberwatak Timur, tetapi dengan konsesi 1/2 sampai7/8 Parlemen, revolusi itu tiap-tiap kali bisadihindarkan. Betul warna, agama dan watak itu bisamenambah tajamnya pertentangan yang sudah ada,tetapi tiada bisa menjadi hoofd-factor atau hal yangterpenting dalam sesuatu pemberontakan. Yang bisamendatangkan revolusi di Indonesia kita inisewaktu-waktu ialah karena pada krisis ekonomi danpolitik, yang dipertajam oleh perbedaan watak, warnadan agama, tak ada kasta-hartawan bumiputera, yangbisa memperdamaikan yang memerintah dengan yangterperintah.
Sebab kita tahu, bahwa kemodalan Belanda besok ataulusa mesti jatuh, maka haruslah kita darisekarang mengadakan peraturan ekonomi & politik,ialah program yang cocok dengan kastanya partaikita, yakni partai Rakyat melarat, yang tergambar padaP.K.I dan S.R.
Betul sesuatu program revolusioner, yakni kehendaksesuatu golongan atau kasta, tak berarti, kalau takada pergerakan revolusioner dari kasta itu sendiri.Tapi betul pula, bahwa sesuatu pergerakanrevolusioner yang tidak mempunyai basis teori,atau lantai yang berdiri atas teori akan matisendirinya saja. Lihatlah Budi Utomo, S.I danN.I.P. Ketiganya, dulu, mula-mulanyarevolusioner. Tetapi tidak satu yang bisamenggambarkan maksudnya dengan terang. Betul juga sebab jatuhnya ketiga partai itu karena takmempunyai disiplin, tetapi sebab yang terutamasekali ialah mereka tak bisa membuat program yangkukuh
Juga partai kita, walaupun di sana sini lebih terangmelahirkan kehendaknya dari partai yang lain 2 diIndonesia, belum pernah memformulasi atau menetapkanprogram dengan secukupnya. Apabila kita mau tinggal memegang pimpinan revolusioner atas Rakyat melaratdi Indonesia, maka haruslah sekarang kitamemaklumatkan kehendak kita, dalam perkara ekonomi,politik, sosial d.s.g.
Adapun program itu tiadalah bisa kita gali daridalil yang keluar lebih dari 1300 tahun dahulu,seperti pahamnya Haji Agust Salim, karena peraturannegeri pada zaman yang belum mempunyai pabrik, Bankdan kereta api itu berbeda sekali dengan keadaannegeri kita sekarang. Tiadalah pula bisa program itukita timbulkan dari sentimen atau perasaankebangsaan saja Kaum N.I.P. Akhirnya tiada pulabisa disalin dari programnya sesuatu partaikomunis di Eropa atau Amerika dimana keadaanekonomi, politik dan sosial berbeda sekali dengankeadaan di Indonesia. Melainkan kita harus memakaigeest atau semangatnya Marxisme, buat mendirikanprogram yang cocok dengan keadaan di negeri kita.Jadi cuma metode atau cara mendirikan programitu saja bisa Marxis atau Komunis tetapimaterial atau perkakas mendirikan itu ialahIndonesia.
Berpadanan dengan itu, maka watak program kitaharuslah:
a) Cocok dengan kekuatan kita. Tuntutan kitatak boleh terlampau jauh, supaya kita jangan lekasdilabrak oleh musuh, baik diluar atau didalamnegeri, Sebaliknya pula kita tak boleh mengadakanperaturan ekonomi & politik yang mundur, dimanaRakyat akan tinggal terhisap dan tertindas. Berapajauhnya tuntutan kita itu, sebagai partaiinternasional, kita juga mesti memikirkan keadaaninternasional. Artinya itu, revolusi dunia, bolehjadi tiada lama lagi akan pecah. Tetapi boleh jadijuga lebih lama dari kita kehendaki sendiri, Kalaurevolusi-dunia besok pecah, tentu kita besok pulabisa dapat pertolongan lahir dan batin (perkakasmesin, kepandaian buat industri d.s.g) dari buruhEropa dan Amerika. Kita dalam hal ini tak akancelaka, kalau segera mendirikan Diktatur-Proletaryang sempurna, yang sepadan dengan keadaanKapitalisme Indonesia. Tetapi kalau revolusi dunialama lagi akan pecah, dan kita besok mendirikanSoviet-Republik, maka kita yang terletak di antaraimperialisme Inggris, Amerika dan Prancis ini danterpisah sekali dari kaum Buruh revolusioner diRusia, Eropa dan Amerika, dengan lebih lekas danlebih kuat dari pada Rusia akan dikepung dan dilabrak oleh imperialisme itu. Sedangkan Republik biasasaja (demokratis) sudah akan bisa menggojangkan seluruh Asia, apalagi kalau nama Republik itu dimerahkan pula. Tidak bisa dibantah lagi bahwa,walaupun Indonesia terutama landbouw-land, tetapihidup kita sudah sama dengan industrieel land sepertiEropa. Ekonomi sudah hampir sama sekalibersifat internasional, karena hasil industri danlandbouw kita seperti gula, minyak-tanah, karet,kopi, kina, dll sama sekali tergantung dariperniagaan di luar negeri kita dan pasar-pasardi luar Indonesia. Sebaliknya pula semua keperluanhidup Rakyat Indonesia seperti kain, perkakas danberas sama sekali datang dari negeri lain. Kalau Inggris atau Amerika besok tak mau mangakukemerdekaan kita, artinya itu tak mau berniagadengan kita, maka sehari kita tak bisa mengurusekonomi. Berhubung dengan itu sebentar kita akanjatuh. Jadi jauhnya program kita haruslah sepadandengan kekuatan kita yang ada dan cakap menentangmusuh lari atau tersembunyi, baik didalam ataupundiluar negeri. Program itu haruslah satu lantaiyang kukuh buat berjalan sendiri (kalau revolusidunia belum datang) atau buat berjalanbersama-sama dengan dunia (kalau revolusi duniasama datang dengan kemerdekaan Indonesia).
b) Bisa menaikkan derajatnya Rakyat Indonesia.Kaum-Buruh Indonesia haruslah memiliki perkakashasil yang besar-besar, seperti pabrik, ondernemingen (bahasa Belanda untuk ventures atau perusahaan - catatan editor),tambang, Kereta, Kapal dan Banken. Mereka haruslahbetul-betul berkuasa dalam hal menentukan,membuat dan membagikan (produksi & distribusi)hasil negeri. Mereka haruslah berkuasa betul dalamhal politik negeri. Perhubungan antara tuan danbudak, seperti yang masih ada di Eropa (kecualiRusia) Amerika dan Jepang, yakni negeri-negeri yangkapitalistispelan, haruslah dihapuskan. Untung yangberjuta‑juta yang sekarang tiap-tiap tahun mengalirkesakuLintah Darat Belanda, di Den Haag, haruslah tinggaldi Indonesia sendiri. Uang, ini boleh dipakai buatDidikan dan Kesehatan Rakyat, buat membantu KaumTani dan saudagar kecil dan Tukang-Tukang denganjalan Koperasi dan terutama buat mendirikanindustri model baru di Indonesia, seperti industripembuat kapal, kereta, mesin-mesin dan perkakaslain-lain, pabrik kain, kertas dan membangunelectrische-centrale (bahasa Belanda untuk pembangkit tenaga listrik - catatan editor) dari sungai-sungai dandanau-danau di Indonesia. Dengan perbutan demikian,maka niscayalah lama lambat seluruh RakyatIndonesia, Buruh , Tani, Tukang dan Student akanmaju derajatnya dalam hal ekonomi, politik, sosialdan kebudayaan atau peradaban.
c) Bisa menarik Indonesia ke zaman industrialismemodel baru. Bahwa perusahaan besar-besar, kepunyaan modal asing perlu dan bisa dimilikikaum-Buruh, itu sudahlah terang. Perlu, karenadengan jalan begitu, hasil boleh diatur denganrasional, yakni menurut keperluan Rakyat, bukanlagi buat di Lintah Darat di Eropa. Bisa, karenaperusahaan besar-besar itu semuanya kepunyaanModal-Asing, yang memperoleh harta itu dari RakyatIndonesia juga dan tiadalah ada Kaum-Hartawanbumiputera yang cukup kuat buat melawan politiknasionalisasi Kaum-Buruh. Dengan pertolongan uangpada tukang, saudagar-kecil dan tani di Indonesia,dan dengan memberi pertolongan kepada merekamendirikan Koperasi Negara, Pemerintah Baru diIndonesia bisa membesarkan dan mengumpulkanperusahaan kecil-kecil yang terpancir-pancir danbisa membawa semua perusahaan kecil-kecil itu kebawah pimpinannya. Semua perusahaan kecil, lamalambat akan hilang, sebab terbawa di bawah pengaruhPemerintah-Baru (Republik-Indonesia), atau kalahbersaing dengan perusahaan Republik yang besar-besar. Kalau daya upaja yang tersebut diatasditambah lagi dengan daya upaja mendirikanperusahaan yang model baru, maka dengan segeraIndonesia, yang begitu mundur sekarangindustrinya, sesudah beberapa lama akan menjadinegeri industri model baru di dunia penduduknyaakan bertambah maju dalam segala hal dan politiknyajuga akan memeluk seluruh alam atau menjadiinternasional.
d) Bisa Mengadakan kerukunan seluruh Rakyatmelarat.Kerukunan itu perlu tidak saja buat merebutkemerdekaan dari imperialisme Belanda, tetapijuga buat mempertahankan kemerdekaan itu keluarnegeri (Inggris, Amerika dan Jepang). WalaupunKaum-Buruh kita terkuat dari kasta-kasta lain diIndonesia, tetapi ia sendirinya saja tentu sukarmerebutkemerdekaan buat seluruh Indonesia, seperti jugabuat Sumatra, Borneo, Celebes d.s.g, dimanaindustri dan kaum buruh baru mulai datang. DiJawasendiripun buruh industri yang betul-betul masih sedikit. Ringkasnya, walaupun buruh bisa termukadan bisa memberi pimpinan pada seluruh Rakyat melaratdalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, tetapiia mesti mendapat pertolongan dari, tani, saudagar,student, serdadu dan tukang. Haruslahseluruh Rakyat tertindas di Indonesia terikat dalamsatu "tentara‑kemerdekaan". Tetapi ikatan itu harus berdasar ekonomi. Tani, atau tukang, tak bisa lama diikat denganpaham kebangsaan cap N.I.P. atau B.0. atau denganagama cap S.I. saja. Ikatan semacam itu tidak bisakukuh, karena tak mengandung kekuatan lahirmelainkan perasaan saja. Ikatan itu cuma bisakekal,kalau berdasar ekonomi jani, kalau tani, tukang dansaudagar dalam persahabatan dengan buruh itubetul‑betul mendapat keuntungan lahir dan batin (ekonomi,politik dan sosial). N.I.P. dan B.0. takkan bisamemperbaiki nasib kaum melarat, sebab kalau Indonesiadi bawah pimpinan mereka menjadi merdeka, makaperusahaan besar-besar akan jatuh di bawah Angenent,Veynschenk, Raden Mas ini, atau Raden itu. PunS.I tak akan bisa juga karena sesudah negerimerdeka urusan ekonomi sama sekali akan jatuhdi bawah Kyai, Haji atau Sjech, seperti di Mesir Arab,Turki atau India. Tetapi kalau P.K.I. dan S.R.yang merebut kekuasaan, ia bisa menaikan derajat siKecil karena lebih dulu mereka menghapuskanhak-Milik pada perusahaan besar-besar danmenghapuskan kasta Hartawan. Sebab kasta-buruh diIndonesia bukan Kasta-Penghisap, maka ia kelak bisamengadakan perserikatan yang kukuh dengan segalagolongan yang terhisap dan tertindas oleh imperialismesekarang.
e) Bisa membangunkan semangat revolusionerseluruh Rakyat Indonesia, dengan kekal. Betulperasaan kebangsaan dan Agama bisa menbangunkankebencian kepada Penindas dan mendatangkankerukunan pada Rakyat, tetapi kebencian dankerukunan semacam, sangat negatif dan sementara.Sebentar menjadi dingin, seperti pepatah Minangkabau:Panas-panas tahi ayam. Tetapi satu Program yangmempunyai lantai teori yang kokoh dan mudahdimengertikan pada Rakyat, bisa mendatangkankeyakinan yang tetap, karena keyakinan semacam iniberhubung betul dengan hidup dan pikirannyahari-hari, dan bisa memberi jawab pada soal-soalekonomi, politik dan sosial. Dari keyakinan semacamitulah saja bisa timbul kemauan yang keras buatmempraktikkan cita-cita yang terpeluk oleh Programitu. Sebab itu Program yang kukuh itulah sajayang bisa membangunkan dan menetapkan semangatrevolusioner dari seluruh Rakyat Indonesia sampaimaksudnya sampai.
III. PROGRAM
1. Program Nasional P.K.I & S.R.
A. Ekonomis
1. Nasionalisasi atau memindahkan Pabrik danTambang (seperti pabrik gula, kina, kelapa, semendan tambang arang, emas, timah d.s.g.) ke tanganPemerintah Rakyat Indonesia.
2. Nasionalisasi Tanah dan Kebon, seperti Gula,Getah, Tebu, Kopi, Kina, Kelapa, Indigo d.s.g.
3. Nasionalisasi Transportasi dan Komunikasi(Kereta, Kapal, Telegraf dan Telepon).
4. Nasionalisasi Bank, Perusahaan danlain-lain Anggota-Perniagaan.
5. Electrificatie perusahaan, dan mendirikanindustri model baru dengan pertolongan Negara,seperti buat pakaian, kereta, kapal, mesin d.s.g.
6. Mendirikan Koperasi-Rakyat dengan pertolonganNegara. Memberi perkakas dan pertolongan pada KaumTani, buat memperbaiki pertanian.
7. Emigrasi atau memindahkan sebagian pendudukJawa dengan ongkos Negara, ke pulau-pulau di luarPulau jawa.
8. Membagikan Tanah-Tanah kosong padaproletar-tani, dan memberi pertolongan pada Tani itubuat mengerjakannya.
9. Menghapuskan sisanya feudalisme (Yogya, Solod.s. g) dan Tanah Partikulier, serta membagikantanah-tanah ini pada Tani-Tani Miskin dan ProletarTani.
B. Politik.
1. Kemerdekaan Indonesia yang sempurna (absolut) padasaat ini juga.
2. Mendirikan Federasi-Republik dari kepulauanIndonesia.
3. Memanggil Rakyat-Rakyat Indonesia yang mewakiliseluruh Golongan dan Rakyat Indonesia pada saat inijuga.
4. Memberi hak-Memilih yang sempurna pada RakyatIndonesia (lelaki & perempuan) pada waktu inijuga.
C. Sosial.
1. Gaji minimum.
2. Kerja 7 jam dan memperbaiki nasibkerja dan hidupnya Kaum Buruh.
3. Perlindungan Kerja (Arbeidsbescherming) KaumBuruh dengan mengakui hak buat mogok.
4. Mendapat sebagian Untung dari Perusahaan yangbesar-besar.
5. Mendirikan Rapat-Buruh (Arbeidersiaden) padaperusahaan besar-besar.
6. Menceraikan Negara dengan Agama, dengan mengakuiKemerdekaan Agama seluas-luasnya.
7. Memberi hak-hak ekonomi, politik dan Sosial padasemua penduduk Indonesia lelaki dan perempuan.
8. Nasionalisasi Gedung besar-besar, mendirikan rumah-rumah baru, dan membagikan tempat tinggal buatBuruh-Negara.
9. Membunuh penyakit menular dengan sekuat-kuatnya.
D. Didikan.
1. Didikan dengan diwajibkan dan ongkosnya Negara buatsemua penduduk Indonesia sampai berumur 17tahun, didikan mana memakai bahasa Melayu sebagaibahasa utama dan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yangterpenting.
2. Menghapuskan peraturan dan asas Didikan sekarangdan mendirikan peraturan dan asas baru,yangpraktis, yang langsung berhubung dengan industriyang ada dan yang akan didirikan.
3. Memperbanyak dan memperbaiki sekolah PertanianPertukangan dan Perniagaan dan menambah serta memperbaiki sekolah tinggi buat Personel Teknik danAdministrasi yang tinggi.
E. Militer
1. Menghapuskan Laskar yang imperialistis sekarang danmendirikan Laskar Rakyat buat mempertahankanRepublik Indonesia.
2. Menghapuskan hidup di tangsi dan peraturan yangmenghina Kaum-Serdadu, memberi izin tinggal dikampung dan di rumah yang dibikin buat mereka,penganggapan yang lebih baik dan menambah gaji KaumSerdadu Rendah,
3. Memberi hak leluasa buat Organisasi dan Pertemuankepada Kaum Serdadu.
F. Polisi dan Justisi.
1. Memisahkan Pemerintah dari Polisi dan Justisi.
2. Memberi hak-sempurna kepada tiap-tiap Pesakitan,buat mempertahankan diri di muka Hakim, danmelepaskan seorang tertuduh dalam 24 jam, apabilaketerangan dan saksi kurang cukup.
3. Semua Perkara, yang wettig (mempunyai cukup dasarhukum) mesti diperiksa dalam 5 hari pada tempat yangumum, teratur dan patut.
G. Aksi-Program.
1. Menuntut 7 jam kerja.
2. Minimum Gaji dan perbaikan Kerja dan Hidupnya Kaum Buruh.
3. Mengakui Federasi Serikat Buruh dan hak Mogok.
4. Mengatur Tani buat hak-ekonomi dan politik.
5. Menghapuskan Punale Sanctie (pidana terutama atas penolakan untuk melakukan pekerjaan dan melarikan diri - catatan editor).
6. Menghapuskan hukum-hukum dan peraturan-peraturan buat menghambatpergerakan politik, seperti Exorbitante-Stakings-Pers (sensor media - catatan editor) dan Onderwyswetten dan mengaku hakleluasa buat bergerak.
7. Menuntut hak membikin demonstrasi. Massademonstrasi (ramai-ramai) di seluruh Indonesiabuat melawan Tindasan Bergerak dan Pajak danbuat melepaskan semua pemimpin Rakyat yang dibuidan mengembalikan semua pemimpin Rakyat yang dibuang,massa aksi mana harus dikuatkan oleh Mogok-Umumdan Massa-ongehoorzaamheid (tak menurut perintahpemerintah).
8. Menuntut menghapuskan Volksraad (dewan penasehat untuk Netherlands East Indie yang dibentuk oleh Belanda - catatan editor), Raad van Indie (Council of Indies atau Dewan Hindia yang dibentuk untuk mengawasi Gubernur-Jendral VOC - catatan editor) danAlgemeene Secretarie (Seketratis Jendral - catatan editor) dan memanggil Rapat Rakyat(Nasional Assembly) dari mana nanti akan dipilihAnggota Menjalankan Hukum (Komite Eksekutif), yangbertanggungan kepada Rapat Rakyat.
2. Keterangan Program.
Program diatas, ialah buat seluruh Rakyat Indonesia, yaitu Kasta-Proletar dan Non-Proletar atau yangtidak Proletar, seperti Kasta Tukang, SaudagarKecil, Tani, Student d.s.g yang semuanya menghendakiKemerdekaan sebagai Bangsa dan melawan ImperialismeBelanda. Sebab di Indonesia tidak sampai 1% penduduk yang membenci pada Indonesia Merdeka dan cintapada Pemerintah Belanda, maka Program Nasional initidak salah namanya, karena betul memeluk hampirsemua penduduk Indonesia.
Oleh karena di Indonesia Kasta Buruhlah yangterkumpul atau geconcentreerd (terkonsentrasi), maka ia lah pulayang bisa memberi pimpinan pada kasta-kasta yanglain-lain yang cerai berai itu. Pada Program inikita melihat, bahwa Buruhlah yang termuka dalam haltuntutan. Terutama tuntutan ekonomi (A), Sosial(C), dan Aksi (G), sebagian besar semata-mata buatkeperluan Kaum Proletar. Tetapi dalam tuntutanPolitik (B), Didikan (D), Pengadilan (F), keperluanBuruh banyak bersamaan dengan non-Proletar, sebabitu bisa dicampurkan. Umpamanya semuatuntutan politik (B. dari 1-4) sama sekali bolehdipakai buat non-proletar. Tuntutan ekonomiseperti A. 5, 6, 7 dan 8 bolehlah dikatakan terutamabuat non Proletar. Sedangkan tuntutan F dari 1-3semata-mata buat kasta yang tidak boleh kita lupakandan lengahkan ialah Kaum-Serdadu.
Walaupun pada Program Nasional, yakni buat seluruh Native atau penduduk Indonesia, semuatuntutan kita jadikan satu, tetapi dalampropaganda dan agitasi tentulah, tuntutan yangterutama buat Kaum Buruh tidak boleh kita pakaibuat kaum Tani. Umpamanya tututannasionalisasi pabrik tentulah buat kaum Tani tidaksepenting perkara pertanian dan koperasi. Jadidalam agitasi dan propaganda kita mesti pilihtuntutan yang konkrit atau yang nyata dan dirasa buat masing-masing kasta. Kadang-kadang kitapentingkan betul tuntutan ekonomi seperti padakasta Buruh dan Tani, kadang-kadang kita pentingkanpolitik seperti pada penduduk kota dan KaumStudent, kadangkadang perlu kita terangkan sikapkita terhadap kepada agama, seperti di Solo, Yogya,Aceh, Banjarmasin.
Semua tuntutan yang diatas tentulah yang umumnya saja. Berpuluh-puluh tuntutankecil-kecil buat Buruh, Tani dan Student atauTukang, di Jawa atau Sumatera d.s.g pada kitab initak bisa kita tuliskan. Program Nasional haruslahpendek dan memeluk dasar dari tuntutan yangterutama saja. Tetapi plaatselyke Organisaties danplaatselyk Beleid atau kecakapan pada masing-masingtempat tak boleh melupakan tuntutan yangplaatselyk dan penting buat satu kasta ataugolongan. Umpamanya buat Kaum Militer boleh lagiditambah beberapa tuntutan. Begitu juga buatBuruh Gula, buat Pelabuhan, buat Tani di d jawa,Sumatera dan Borneo, buat saudagar kecildi mana-mana negeri, buat pemancing ikan di Madura,Ternate d.s.g, pimpinan pada masing-masing tempatmesti mengadakan tuntutan, sehingga seluruhpenduduk Indonesia mempunyai Program buat mengubahnasib masing-masing kasta atau golongan.
Semua tuntutan itu haruslah konkrit ataudirasa, pendek dan terang. Dari tuntutan bersifatsemacam inilah bisa datang keyakinan dan bisa lahiraksi revolusioner.
IV. ORGANISASI.
Adapun perkara organisasi pada suatu jajahan, seperti Indonesia adalah suatu perkara yang sangatsukar dan penting sekali. Dari pada kuatnyaorganisasi kita itulah bergantungnya, bisa atautidakkah kita kelak memecahkan organisasi musuhyang sangat teratur tiu. Berhubung denganOrganisasi kitalah kelak bergantungnya, bisa apatidakkah kita merebut Kemerdekaan, baikpun sebagaiBangsa ataupun sebagai Kasta.
Tiadalah bisa kita putuskan semua persoalanOrganisasi itu dengan perkara Agama, sehingga barangsiapa sudah "dikekahkan" dan pandai menyebut"syahadat" bolehlah diikat di dalam satuperkumpulan. Tiada perduli apa yang satu SaudagarBesar dan yang lain buruh atau tani melarat. Ataudengan persoalan Kebangsaan, sehingga barangsiapamempunyai kulit hitam atau setengah hitam bisamasuk ke dalam satu Partai politik. Tak perduliapa yang satu Tuan Tanah dan yang lain tak berpunyaapa-apa.
Kita harus menyusun serdadu buat merebut kemerdekaan itu menutut keperluan masing-masing,yang sama keperluan hidup dalam satu organisasipula, karena buat memperbaiki keperluan hidupitulah manusia dari tiap-tiap Sejarah dan tiap-tiapbangsa bergerak dan mengorbankan nyawanya. Olehkarena si Kapitalis bertentangan keperluannya dengansi Buruh, baikpun mereka "Indier" cap N.I.P.ataupun kaum-Islam cap S.I, seperti macanbertentangan keperluannya dengan sapi, oleh karenaitulah mereka dari dua Kasta itu tak bolehdisusun dalam satu barisan. Kalau mereka sementarabisa bekerja bersama-sama buat menendang musuh,seperti di Indonesia, haruslah mereka disusundalam berlain-lain barisan. Oleh karena kita Marxispercaya, bahwa semua pertandingan di dunia terbawaoleh tindasan dan kemelaratan, maka sebab itulah kitaterutama bersandar atas Kaum Tertindas dan Melarat.
Walaupun kita internasionalistis, tiadalah bisa kitamengambil saja Organisasi Buruh di Eropa atauAmerika dan tanpa kritik, menanam Organisasi itudi negeri kita. Organisasi-pindahan semacam itu akanmati sendirinya saja, seperti gandum Eropa, kalaudipindahkan ke Indonesia niscaya akan mati juga.Kita harus dengan semangat Marxisme, memeriksa keadaan ekonomi, sosial dan kebudayaan di negeri kita,memeriksa banyak, kuat dan kualitasnya kasta-kastayang ada di Indonesia dan menyusun tiap-tiap Kastayang terhimpit pada masing-masing Barisan danmenyusun semuanya Barisan dari semuanya Kasta itupada Tentara Nasional, buat memecahkan musuh daridalam ataupun luar negeri.
1. Maksud dan Sifat-sifat Organisasi
Maksudnya Partai Revolusioner di Indonesia ialah buat menendang Musuh dan mempraktikkan ataumelakukan Programnya. Jadi Cara dan Sifatnyabekerja haruslah sepadan dengan Maksudnya itu,dan sepadan pula dengan Tempat dan Keadaannyabekerja. Artinya yang terus ialah sepadan dengantingkat dan tajamnya perkelahian dan sepadan denganpulau, kota atau desa tempat kita mengadakan aksi.Berhubung dengan itu, maka aksi kita pada waktureaksi belum kurang ajar dan Rakyat masih lembekberlainan den gan aksi kita, kalau reaksi kurangajar dan Rakyat bangun dan tetap hati. Dan lagi aksiyakni cara dan sifatnya kerja kita itu di Jawalain dari di Sumatera atau Ternate, di Surabayalain dari di Cicalengka atau Magelang, dimanaindustri masih lemah.
Makin plastis atau liat seperti rotan Cara dan Sifatkerja kita itu, makin besar pengaruh Partai kita diseluruh Indonesia dan makin dekat Maksud kita.Supaya kita bisa memimpin seluruh Rakyat Indonesiayang tertindas itu, haruslah kita lebih dahulubisa memimpin Partai kita sendiri yang sebagaiAvant-Garde atau Pasukan Muka dari Rakyat yangRevolusioner itu.
Sebab itulah maksudnya Organisasi kita, terutama buat mengatur pimpinan yang sempurna, yakni menyusun dan mendidik kekuatan yang bisa memberipimpinan kepada seluruh Rakyat.
Pimpinan itu baru bisa sempurna, kalauperhubungan atau kontak dengan Rakyat sempurnapula. Tanpa kontak satu Partai tak bisa memberipimpinan, karena ia terlampau maju di muka atauterlampau tinggal di belakang Rakyat.
Supaya hubungan dengan Rakyat Melarat rapi sekali,maka Organisasi kita memeluk dasar DemokratisSentralisme. Artinya ini Sentralisasi Pekerjaanyang dilakukan dengan semangat demokratis atau samarata. Jadi semua anggota Revolusioner dan semuaanggota Revolusioner, seperti P.K.I, S.R, Serikat Buruh,JOI, d.s.g, masing-masingnya harus bekerja menurutkekuatan masing-masing, pekerjaan mana mestiteratur dan terkumpul. Bedanya Partai kita denganPartai Sosial Demokrat, yakni beda bekerja. PadaPartai Sosial Demokrat yang bekerja itu cumapemimpinnya, tetapi anggotanya pasif saja. Sebabitulah Partai Sosial Demokrat sangat birokratis.Semua anggota menurut saja apa perintah pemimpinnya,sama betul dengan demokratisnya Parlamentarisme KaumHartawan, yang juga terbagi atas Menteri yangaktif dan mengerjakan sekalian pekerjaan dananggota Parlemen, yang kerjanya mengomong saja. PadaPartai Komunis semuanya anggota harus bekerja,kecil atau besar (propaganda, kursus, membagi suratkabar, buku, mengerjakan administrasi d.s.gmenurut kecakapan masing-masing), sehinggademokrasi atau sama rata kita artinya "sama ratabekerja." Sifat Demokratis Sentralisme itulah yangbisa menghilangkan birokratisme, dan ialah yangmendidik pimpinan sampai kuat dan plastis.
Disiplin itu, ialah nyawanya suatu pergerakanrevolusioner. Dalam pergerakan S.I sudahlah cukupkalau seorang bersumpah "demi Allah demi Qur'an,"buat menjadi anggota. Dalam pergerakan N.I.P sudahlahcukup kalau orang yang mau jadi anggota itu mengaku azas N.I.P. Sesudahnya ia bersumpah, atausesudah ia mengaku dasar itu ia boleh tidurnyenyak, dengan tiada dapat gangguan apa-apa daripartainya. Tetapi buat pergerakan kita "mengakuProgram" itu belum lagi setengah kewajiban seoranganggota.
Partai komunis tiadalah menghendaki "pendetaKomunis" yang hapal programnya dari muka sampai kebelakang dan dari belakang sampai ke muka. Partaikita mau aksi atau perbuatan, aksi yang tetap danbenar yang berpadanan dengan azas dan maksud kita.Kalau pada waktu sebelum revolusi seorang anggota tiadamengeluarkan aksi apa-apa, maka tiadalah bisa kitaharapkan yang dia pada waktu yang penting tiba tibasaja akan mendapat semangat yang aktif, seolah-olahmendustakan dirinya sendiri pada waktu biasa.Ringkasnya Partai kita menuntut aksi yang tetap danbenar, besar atau kecil dari tiap-tiap anggota. Kalauseorang anggota tiada mencukupi perintah Partai,mengerjakan pekerjaan yang dikira berpadanan dengankekuatan anggota itu, maka lebih baik ia keluar sajadari pada tinggal dalam Partai dan memberi contohyang buruk pada kawan‑ kawannya yang lain.Tetapi disiplin kerja atau arbeiddisipline semacamitu, tentulah pula tidak dalam satu hari sajabisa kita jatuhkan. Kita periksa dulu keadaansatu Seksi atau Lokal dan perkara menjatuhkan"disiplin kerja" itu harus ditimbang betul-betuldengan pemimpin-peminpin yang sudah lama kerja.Tetapi disiplin itu haruslah segera dijatuhkanpada seorang anggota yang mengkhianati partai, juga padaseorang anggota yang tiada mempertahankan.
Serdadu revolusioner itu ialah serdadu yangmengerti dan mufakat dengan Program partainya, yangselalu bekerja sepadan dengan kekuatannya danselalu menjaga kesentosaan partainya terhadapkepada musuh di dalam atau di luar partainya.
Agitasi. Seperti seorang Penambang menceraikan emasitu dari tanah dan lumpur, maka kita mengeluarkanaksi Kaum Tertindas itu dari peri kehidupanmereka itu juga. Perkakas kita buat mengeluarkanaksi itu ialah Agitasi. Dari dalam, betul dankuatnya Agitasi itulah bergantung datangnya Aksi.
Membuat Agitasi itu tiadalah dengan "Assalamualaikum atau dalil-dalil" cap Haji Agust de Groote...... dengan tiada menyelesaikan persoalan hidup siKromo hari-hari, atau kalau menyelesaikan ia tiada berani menarik si Kromo kepada aksi. Juga tiadaseperti N.I.P yang agitasinya tiada pula lebih jauhwelsprekendheid (lancar) atau mahirnya bicara tentang darahIndier dan wataknya Indier. Kita Kaum Komunis takpula boleh berlaku seperti Kaum Syndicalist, yangmenyangka, bahwa kalau kita campur menuntut hakKecil-kecil ada berlaku kompromistis, dan cumaberharap, seperti kaum Utopis, bahwa Aksi Rakyatitu kelak datangnya akan sama sekali tiba-tiba saja.Tidak pula seperti si Pengkhianat Kaum SosialDemokrat yang campur menyelesaikan persoalan siKecil itu ialah buat menarik mereka, supaya iamemilih Kaum Sosial Demokrat jadi anggota Parlamen,atau supaya Kaum Buruh masuk jadi anggota PartaiSosial Demokrat. Kita Kaum Komunis menyelesaikanpersoalan si Kromo, supaya mendapat kepercayaan darimereka, bahwa kita betul-betul mau menolong mereka. Begitulah kita mendapat kontak dengan mereka danbisa menarik mereka kepada aksi yang teratur.
Agitasi itu haruslah konkrit atau nyata sekali.Haruslah ia bersandar atas hisapan dan, tindasan siKecil hari-hari. Di antara Buruh, tentulah perkaragaji, lama kerja dan penganggapan-lah perkara yangter penting. Tiadalah perkara ini boleh kitasingkirkan, melainkan kita dengan segala kepintaranmemberi jawab, yang bisa memberi kepercayaan danmenimbulkan aksi kaum Buruh. Pada pendudukkota-kota, dimana non-proletariers yang terbanyakitu, selalu diojak-ojak oleh Tuan Tanah, PemungutPajak, Tuan Rumah, d.s.g. perkara pajak danperkara sewa rumah itulah perkara yang penting buatperi hidupnya Rakyat. Begitulah pula padadesa-desa, baik di Jawa, Sumatera atau Celebesperkara tanah dan pajak itulah sangat dirasa olehpenduduk negeri. Dalam hal ini tiadalah boleh kitamemangku tangan dan seperti seorang Pendetamenunjuk ke kitabnya, serta berkata: "KalauKomunisme datang semuanya itu akan hilang.Apalkanlah Komunisme supaya Zaman Keselamatan itulekas datang. Rajinlah saudara mengunjungi Kursuskami. Kami tak suka main pakrol-pakrol, karena itusemua kompromis. Tahanlah lapar dan sakit sampaiKomunisme datang." Kita ulang lagi, apa sajatindasan Rakyat kita mesti memperlihatkan kepintaranbuat memberi oplossing atau jawab, mesti mempunyaikeberanian buat berdiri di muka, menuntut HaknyaRakyat, yang tertindas. Seperti si Penambang akanmendapat emas dengan memasukan tangannya kedalamlumpur begitulah pula kita harus bisa membawaRakyat ke dalam Aksi, kalau kita campuri kesakitandan siksanya hari-hari.
Dari aksi kita hari-hari itulah kita bisa memperolehkepercayaan, pengaruh dan Contract yang kekal, dandari aksi kecil-kecil itulah bisa lahirnya aksiyang besar. Marxisme itu bukanlah ilmu "hapalan"melainkan satu pedoman buat aksi, atau saturichtsnur tot handelen (guide to action)
Legal atau Illegal yakni Terbuka atau Tertutupnya,kita bekerja semuanya bergantung kepada keadaanbekerja. Kita suka bekerja legal, karena denganjalan umum itu Program dan Taktik kita lekasdiketahui oleh seluruh Rakyat. Tetapi kalauterpaksa, kita mesti teruskan propaganda dan Agitasikita dengan jalan tertutup. Walaupun kita dipaksaberjalan tertutup, kita harus memakai dengansegala kekuatan dan kecakapan segala jalan buatmendapat kontak dengan Rakyat. Tidak boleh kitageisoleerd (terisolasi) atau terpisah dari Rakyat.
Di Eropa Barat kita melihat pada waktu sebelumperang, Partai yang terbuka itu, tak bisa samasekali bekerja tertutup seperti Partai kita diRusia. Sebabnya ialah karena di Barat sangat tebaldemokratisnya negeri, jadi orang bisa mendorong kirikanan dengan mulut. Tetapi di Rusia Partairevolusioner harus bekerja di bawah tanah. Sebabitulah kalau Revolusi datang dan Partai revolusionerdi Barat itu terpaksa bekerja tertutup ia tidakbisa jalan seperti Partai kita di Rusia yang tahukerja, baik terbuka atau pun tertutup.
Partai yang selalu kerja tertutup itu, adamengandung bahaya, sama sekali akan kehilangankontak dengan Rakyat melarat. Sebab itu ia akantidak tahu, bagaimana perasaan Rakyat, dan kalau iatiba-tiba keluar, Rakyat tidak mengikut, atau kalauRakyat melarat tiba-tiba memberontak, Partai yangtersembunyi dan kehilangan kontak tadi, belum lagi siap.
Contoh Partai Konspirasi atau Rahasia, yang takmempunyai kontak itu banyak di negeri Timur,seperti. Afdeeling B satu contoh yang baik. Sesudahanggotanya disumpahi setinggi langit, maka ia boleh kelakmenunggu "alamat" dari Alam dan menunggu perintahdari pimpinan yang tertinggi, kapan mesti keluar.Alamat buat keluar itu, tiadalah hal yang nyatayang beralasan ekonomi atau politik melainkan, barangyang gaib-gaib yang kita kaum Komunis pada masaini tak bisa mengerti lagi. Anggotanya tak bekerjadengan sadar, memakai anggota ekonomi dan politikRakyat yang ada dan diaku sah oleh Pemerintah buatmendalamkan aksi, melainkan bekerja menambah iman.Tiba-tiba ia ketahuan oleh pemerintah, dan kalaupemimpinnya di hukum berat, Rakyat tercengang,karena ia memang tak tahu apa-apa.
Kalau kita mengatakan kita mesti kerja tertutup,maka maksud kita bukanlah mesti meninggalkanpekerjaan yang praktis hari-hari dan kita lakukankerja tertutup itu ialah karena terpaksa, sepertisekarang kita sudah terpaksa menutup sebagian daripekerjaan. Bukan karena kita takut melainkankarena kita tidak bodoh dan mau diprovokasi, yakniberkelahi sebelum siap betul. Pada masa Afdeeling Btak ada hal yang penting yang menyebabkan anggotanyaperlu bersumpah gelap-gelap, karena S.I mempunyaipengaruh berjuta-juta. Kalau S.I mempunyaipimpinan yang pantas atau ditolak majuberterang-terangan oleh Pasukan S.I. sendiri, dandalam S.I. sendiri, sebagai Linker-Vleugel atau SayapKiri, maka 2 atau 3 biji Belanda, yang tersesakkarena ada peperangan (1914-1918) itu gampang dikirimke pulau Merak.
Kalau kita Kaum Komunis terpaksa bekerjatertutup, maka kita mesti tetap tinggal bersambungdengan Rakyat. Anggota kita mesti tinggal mengurusanggota-anggota yang masih diaku Sah oleh yang berkuasa. Kalau Serikat Buruh umpamanya tak diaku, makakita lari ke koperasi, kalau inipun tak diakuikita lari lagi ke Serikat Kematian, dan seterusnya,sampai "saat" kita datang, yakni kalau seluruh Rakyatkeluar bergerak. Bekerja dalam Organisasi yang diaku sah oleh pemerintah itu perlunya bukan sajabuat mengetahui stemming atau suaranya Rakyat,tetapi juga buat mendidik pemimpin-pemimpin kitaberbicara dan mengatur Organisasi. Sehingga kalauPemberontakan datang kita tidak kekurangan Orator,yakni tukang pidato, Agitator dan Organisator yangcakap, pemuka-pemuka mana perlu sekali buatmerebut dan mempertahankan Kemerdekaan ke dalam danke luar Negeri.
Partai Komunis berdiri atas Massa-Aksi, yakni Aksiberamai-ramai dan Massa-Aksi ini bersamping kepadademonstrasi. Demonstrasi-politik, dijalankandengan tuntutan politik. Kalau yang menuntutcukup kuat dan gembira, maka hak-politik ituboleh direbut dengan kekarasan.
Pada sesuatu demonstrasi, kontak atau Perhubungan dengan Rakyat (Buruh, Tani, Tukang, Saudagardan Student) haruslah teguh betul. Perhubunganitu baru bisa teguh dan boleh dipercaya, kalauPimpinan demonstrasi itu ada mempunyai cukupwakil dari semua Kasta yang tersebut diatas. Suarasemua Wakil Kasta itu mesti didengar betul olehurusan demonstrasi, kalau tidak demonstrasi itubisa terlandpur atau ketinggalan. Sebab di Italia danInggris umpamanya pada waktu sesudah perang Partaikita, yang dikhianati oleh Sosial Demokrat itu takcukup mengadakan Wakil dari Serikat Buruh, jadi takcukup mengadakan kontak dengan Buruh, maka iajadi kalah, Di kedua negeri itu kita sudah bisamerebut politik negeri, sebab Buruh sudah luarbiasa kegembiraannya (di Inggris 1-2 juta BuruhTambang 3 bulan mogok). Tetapi Partai Politik Komunis disana tak cukup mendapat Suaranya KaumBuruh itu, sebab tak cukup Wakil di dalam Partai.
Supaya demonstrasi di Indonesia berhasil, haruslahkelak di Sentral Pimpinan Revolusioner diadakan Wakildari semua Pulau dan semua Kasta di Indonesia.Begitulah suara dari segenap pihak boleh di ukurdan kita tak mudah ketinggalan seperti di Italia atauInggris dulu itu dan tak pula mudahterlanjur seperti pada Aksi bulan Maret di Jerman1921.
Demonstrasi itu menuntut Pimpinan yang plastis danKorban yang banyak. Pimpinan mesti selalu tahu, apademonstrasi mesti diperkencang lagi dengan Pemogokanatau Boikot. Dalam masa itu Pimpinan, Surat Kabar,dan Perhubungan surat menyurat mesti ditempat yangrahasia, yang tak bisa diketahui oleh musuh.
Sebelum demonstrasi keluar, haruslah dibicarakanlebih dahulu tempat Demonstrator yang keluar darisemua penjuru kota atau desa mesti bertemu, apatuntutan yang penting buat masa itu, apaperspektif atau Hasil demonstrasi kelak, kapan danbagaimana mesti dibubarkan. Bersama-sama denganberiburibu dan berjuta-juta Demonstrator ituada tersembunyi Pimpinan, sebagai Staff umumatau Sidang Pimpinan, yang cukup mendapat kabardari manamana dan pada tiap-tiap saat bisa memberiperintah kepada pemimpin-pemimpin yang ditaruhdipenjuru yang penting-penting, buat memimpinsekalian pasukan demonstrasi tadi.
2. Tentara Nasional.
Berapa susahnya mengadakan Organisasi yang tetappada suatu jajahan seperti Indonesia, sudahlahbisa dibuktikan oleh sejarah pergerakan Indonesia, sendiri dalam kira-kira 17 tahun yang terakhir ini,Organisasi B.O cuma tergantung diawang-awangsaja, sama sekali tak mempunyai pengaruh diantaraRakyat. N.I.P dan S.I yang diembus dengan "kebangsaan"dan "Agama" sekarang sudah kosong karena pompa angintak bisa kerja begitu lama. Organisasi itu mestiberurat pada ekonomi dan Kasta, baru ia bisatumbuh dengan tetap. Tetapi kita mesti bilang terusterang, bahwa sampai sekarang pada partai kitasendiripun belumlah jelas dan konsekuen, bahwa"Keadaan ekonomi dan Keadaan Kasta di Indonesia"itulah yang menjadi kriteria atau ukuran dalampertimbangan kita buat mengadakan Organisasi. Dijajahan lain-lain seperti Mesir, India d.s.gdimana ada Nasional Kapital yang kuat dan pergerakanNasionalisme yang revolusioner, maka dalam golonganKaum Komunis sendiri adalah timbul pertimbangan,apakah tidak baik, jangan mendirikan Partai Komunissendiri, melainkan memasuki Partai Nationalis yangrevolusioner yang ada, dan dari dalam, sebagaiLinksche Vleogcl atau Sayap Kiri, menumpupergerakan Nasionalisme itu sampai ke Revolusi. Alasan pihak ini, yakni, dimana Buruh diatur olehKaum Komunis berpisah dari Kaum Nasionalis,seperti sudah dilakukan di Mesir dan India,disana pergerakan Nasionalis jadi mundur.Jadi kata pihak ini, selama pergerakan Nasionalismemasih revolusioner, biarlah Buruh Industri, yangmenang pada tiap-tiap jajahan jadi pasukan mukapergerakan revolusioner, diatur oleh KaumNasionalis, dan kita Komunis cuma menolongsaja dari dalam dan menjaga supaya pergerakanjangan jadi lembek. Maksud yang pertama toh, katapihak ini seterusnya melemparkan "imperialisme."
Disini tak tempatnya buat memeriksa pertimbangan inilebih jauh. Tetapi kita boleh mengambil pengajarandari pertimbangan itu, bahwa pada satu jajahanpergerakan nasionalisme itu buat melemparkanimperialisme satu faktor atau hal yang sangatpenting, yang tiada boleh kita putuskan dengan dogmaatau "kajian hapalan" saja.
Sebaliknya pula kita tidak boleh menunjuk ke bangkai S.I dan N.I.P dan berkata : "Nah, kan perlulagi dihidupkan bangkai bangkai ini."
N.I.P dan S.I mati karena ada mempunyai sebab yangdalam sekali, ialah karena tak ada Nasional Kapitalyang kuat di Indonesia, yang bisa memberi inspirasiatau semangat buat mendirikan Program yang kokoh,Organisasi yang teratur serta Taktik yang tetap,seperti di Mesir dan India. Oleh karenapemimpin-pemimpin B.O, N.I.P, & S.I seperti DauwesDekker, Tjipto, Tjokro Aminoto dan Salim terpaut olehKasta dan didikan mereka, ia tak pernah sampai kekasta Kaum Buruh. Mereka tak bisa mengerti, bahwadi Indonesia Kasta inilah yang kuat karenageconcentreerd (terkonsentrasi) dan dari Kasta inilah bisa datangnyainspirasi dan pimpinan buat merebut kemerdekaan.
Sebaliknya pula kita Komunis tak pula bolehmemandang Indonesia sabagai Negeri industri, sepertiJerman atau Inggris, dan memikir bahwa Kebangsaandan Agama dalam pertarungan kemerdekaan sama sekalitak ada artinya. Dan berhubungan dengan hal inicukuplah kalau di Indonesia kita adakan SatuPartai Komunis saja.
Sikap inilah kira-kira yang dipeluk oleh pihak yangmau menghapuskan S.R pada Konferensi bulanNovember 1924 di Yogya. Yang dijadikan alasan, ialah:
"Kaum borjuis kecil di Indonesia selalu kalah, jugadalam perjuangan dengan imperialisme Belanda, yangtergambar pada B.O, N.I.P & S.I. Sebab itu S.R yangjuga kumpulan borjuis kecil tak akan bisa menang."
Demikianlah kira-kira isinya Referaat Hoofdbestir.Kalah atau menangnya borjuis kecil di Indonesia buatkita pada masa ini perkara "puur philosophisch" (filosofi murni)artinya perkara timbang menimbang dengan tiada akanmendapat keputusan. Tetapi bukanlah kesimpulan atauputusan kalah menangnya itu sekarang yangterpenting buat kita, melainkan akuan, yang takdibantah, malah terbawa oleh Referaat tadi sendiri,yakni Kaum borjuis kecil masih selalu berkelahi,jadi masih revolusioner.
Inilah yang terpenting buat kita, dan hal ini memangapriori atau sudah termasuk ke dalam pikiran. KaumBorjuis Kecil, di mana-mana mau menjadiBorjuis Besar atau Hartawan-Besar. Pada ZamanBangsawan, Borjuis kecil Indonesia terhambat oleh Rajadan Bangsawan kita, sebab itu ia acap berperangdengan Bangsawan itu. Pada Zaman kita merekaterhambat oleh imperialisme Belanda, sebab itu iasekarang melawan imperialisme Belanda. Perlawanan inisudah terbawa oleh alam dan tak akan habis, selamakeadaan kasta-kasta masih tetap. Ringkasnya sekarangdalam himpitan imperialisme Belanda, borjuis kecilkita yang kira-kira 70% banyaknya dan tak berapabedanya tertindas dari Kaum Buruh Industri akantinggal revolusioner.
Berhubung dengan akuan diatas ini maka persoalankita seharusnya, sebelum imperialisme Belanda belum kalah, ialah:
Bagaimana kita mesti mengatur P.K.I. yang kuatsebagai Avant-Garde atau Pasukan-Muka daripergerakan revolusioner Indonesia ?
Bagaimana kita mesti menyusun Kaum Non-Proletar,sebagai Reserve atau Pasukan Pembantu pergerakanrevolusioner ?
Bagaimana kita mesti menarik Landstorm atau Laskardalam waktu tersesak, dari seluruh Rakyat Melarat ?
Bagaimana kita mesti mengadakan perhubungan antaraP.K.I dan S. R. sebagai Partai Non-Proletar ?
Inilah persoalan kemerdekaan di Indonesia. Kita mestimengaku, bahwa Non-Proletar saja tanpa KaumBuruh susah mengalahkan Belanda. Sebaliknya pulaKaum Buruh tanpa pertolongan 70% Non-Proletartidak pula mudah akan menang. Sedangkan di Jerman,dimana 75% dari penduduk negeri sama sekali buruhIndustri model baru, pada tahun 1923, yakni waktuyang terpenting sekali buat revolusi, kita dengansegala daya upaja mendekati Kaum Borjuis Kecil.Juga di Rusia kemerdekaan kita peroleh dan kitapertahankan dengan Kaum Tani besar kecil yangbanyaknya 80% itu, jadi dengan borjuis kecil juga.
Berhubungan dengan 4 persoalan yang diatas, makakita sangka pertimbangan buat mengadakan SatuPartai, yakni P.K.I saja buat seluruh Indonesiaada salah. Kita pikir di kota besar-besar sepertiBetawi, Semarang dan Surabaya pun sekarang mestidilakukan Partai Kembar, yakni P.K.I dan S.R. Denganpolitik Satu Partai, baik di seluruh Indonesiaataupun buat kota-kota besar, kita pikir, pertamakita bisa tinggal kecil (sectarisme) atau keduabesar, seperti perut kemasukan angin.
Kecil, karena sudah kita terangkan, bahwa Indonesiatidak negeri industri betul melainkan landbouw-industri. Sudah pula kita perlihatkan, bahwakota-kota kita bukan pusatnya industri (kain, besi,mesin, kapal d.s.g). Penduduknya kota-kota kita,terutama non-proletar, seperti tukang-tukang,dobi, saudagar kecil-kecil seperti penjualcendol, satai d.s.g. atau Buruh Halus, sepertiguru-guru, jongos, clerk d.s.g. Yang buruhtulen di kota-kota kita masih sangat sedikit, kalaudiperbandingkan dengan jumlah penduduk. Lagipula mereka bukan buruh industri produktifyakni buruh yang mengadakan hasil (kain, besi,dll), melainkan buruh pengangkut, sepertikereta, kapal dan tram, yang kecakapannya jugakurang dari buruh industri betul. Tiadalahseperti di Berlin, London atau New York, dimana, kalaututup pabrik pukul satu berbunyi kita melihatsampai 1.000.000 Buruh Pabrik, yang muka, tangandan pakaiannya berkilat-kilat dengan minyak mesin,berduyun-duyun meninggalkan pabrik. Ini belumada! Malah belum seperti Bombay, dimana buruh kainsaja terkumpul 150.000. Atau di Calcutta yangmempunyai 300.000 buruh model baru, sepertiburuh pelikan (tambang), kain, mesin, kereta, kapaldll. Betul ada beratus ribu sudah terkumpul diperusahaan gula, tetapi mereka itu buruh tani.Yang buruh pabriknya baru sedikit, dan sebab disiniada pabrik gula, disana 50 KM lagi berdiri pabriklagi, jadi sebab sangat terpencar-pencar, maka kitasusah pula mengatur mereka.
Ringkasnya betul buruh kita (kereta, kapal, gula,minyak d.s.g.) lebih kuat dari non-proletar, karenamereka menjalankan perusahan negeri, tetapi kitajangan overschatten (overestimate atau melebih-lebihkan), melebihi perhitungan kekuatankita. Kalau kita bersandar semata-mata pada buruhtulen dengan mengadakan Satu Partai, sertamenghilangkan S. R. maka Partai kita akan sangatkecil.
Kalau ia dijadikan besar, maka terpaksa ia menarikjadi anggotanya saudagar-saudagar cendol, nasi, rujakd. s. g. Inilah namanya verwatering (mengencerkan), lebih santan daripada air dan seperti SI akan segera jatuhkegemukan saja. Tidak boleh tidak elemen borjuis kecil itu, kalau masuk Partai Komunis,walaupun ia "menghapalkan" program kita, akan membawasemangat dan wataknya borjuis kecil (adat, logika, dansifatnya). Betul kursus dan didikan bisamembangunkan semangat revolusioner, tetapi sebagaiMarxis kita mesti tahu "bahwa keadaan itulah yangmenentukan semangat" atau de materieele onderbouwbepaalt den geestelyken bovenbouw. Cuma kaumUtopis dan Dogmatis yang percaya, bahwa dengan"menghapalkan" saja satu ilmu bisa jadi orangbersifat baru. Betul bisa satu atau dua orang yangbukan golongan buruh bisa menjadi Komunis, tetapisebagai kasta, Kaum borjuis kecil tak bisa dilompatkan menjadi Komunis Revolusioner. Dan sebab diIndonesia borjuis kecil itu memang masih terpaut olehsemangat revolusioner (sebab belum pernah menang)sebab itulah kita gampang menyangka, bahwa sebab diarevolusioner itu ia Komunis. Inilah bahaya yang adakalanya kelak bisa masuk ke dalam badan PKIsendiri, yang bisa memecahkan diri dari dalam.
Bagaimana, kalau kita dirikan Satu Partai buatseluruh Indonesia dari kaum Buruh, dannon-proletar kita susun dalam Serikat Buruh?
Serikat Buruh saja tak cukup buat mereka, karenamereka borjuis kecil di negeri kita juga mempunyaicita-cita politik. Siapapun di kota-kota ataudesa-desa, apapun juga pekerjaannya ia maumerdeka sebagai bangsa. Jadi kita harus mengadakanpolitik yang sepadan dengan kehendak mereka itu.Koperasi, Serikat Buruh atau Serikat Tani takmencukupi cita-cita politik, lebih-lebih daripenduduk kota dan setengah kota.
Lagi pula, kalau kita mau mengadakan Serikat Buruh buatborjuis kecil di kota besar-besar seperti Betawi,Semarang, Surabaya d.s.g. di kota-kota klas dua seperti Sumedang, Pekalongan, Palembang, Banjarmasind.s.g, berapa ribu Serikat Buruh mesti kita bikin, buatmengikat saudagar kecil-kecil, jongos, tukangpenatu d.s.g, Ini dalam praktiknya mustahil!
Kita tidak saja di desa-desa dan kota-kota klas duamesti mengadakan Organisasi politik yang memenuhicita-cita 70% dari penduduk kita, tetapi juga dikotakota besar seperti Betawi dan Surabaya, dimanaborjusi kecilah yang terbanyak danindustri produktif sama sekali belumada. Baru kalau Partai Komunis bersamping denganOrganisasi, yang memeluk beribu-ribu anggota, yang padasegenap waktu bisa dijalankan bersama-sama, barukita bisa mengadakan aksi politik umpamanyademonstrasi yang berarti. Walaupun kita cuma duaatau tiga ribu, tetapi kalau kita dalam Aksi politiksebagai Avant-Garde dikelilingi oleh beribu-ribuProletar & Non-proletar sebagai reserve, dan disukaioleh seluruh Rakyat yang tertindas sebagai Landstorm,kita bisa menang.
Berhubung dengan pertimbangan kita diatas, makabuat menjawab 4 pertanyaan tadi buat IndonesiaOrganisasi yang berikutlah yang sepadan dengan keadaan kita
1. Diadakan Partai-Kembar (PKI & S. R.), padapusat ekonomi, politik dan Pergerakan, seperti diBetawi, Semarang, Surabaya, Bandung, Padang danMedan, pada pusat ekonomi (industri) seperti Cepu,Kediri, Pelaju, Belitung, Pangkalan Brandan,Sawah-Lunto, Balik Papan d.s.g, pada pusat politik,seperti Palembang, Kota-Raja d.s.g., pada pusatpergerakan, baik kereta atau kapal, seperti lain yangsudah tersebut diatas juga Banjarmasin, Makasar,Cilacap, Cirebon d.s.g. yaknimenurut pertimbangan yang lain-lain (seperti diBalik Papan sudah cukup PKI saja).
Anggota PKI terutama mesti dari Buruh industri,seperti dari bengkel, baik kereta ataupunpelabuhan, Buruh Cetak, Pabrik gula, minyaktanah, tambang arang, minyak d.s.g. Golongan inilahyang mesti jadi ruggegraat atau tulang punggungnyaP.K.I.
Kursus mesti dikencangkan, tetapi isinya mestipraktis dan berpadan dengan keadaan dan aksi diIndonesia. Program dan Agitasi, dikencangkan betul,ialah yang berhubungan dengan industri dan negeri.(Lihat Program Nasional!).
Kontribusi dipertinggi dan disiplin diperkeras.Dalam semua Aksi seperti Pertemuan, Mogok dandemonstrasi anggota P.K.I mesti dimuka.
2. Diadakan S.R. saja, selainnya dari tempat yangtersebut diatas (1) di seluruh Indonesia,di kota-kota klas dua, seperti Sumedang, Magelang,Paja Kumbuh, Pontianak, di pelabuhan klas dua,di desa-desa dan gunung-gunung sampai masuk kedalam hutan seperti Puruk Tjau di Borneo. Tak adatempat yang boleh di lupakan.
Anggota S.R boleh dari sembarang kasta, asal mengakuidasar revolusioner, yakni mau mengusir imperialisme Belanda (jadi berbeda dengan N.I.P, B.O & S.I ).Student, saudagar, tukang, tani dan penjual iniatau itu, beragama Islam, Kong Hu Tju atau Kristen;yang suka sama kebangsaan, agama atau anarkisme,pendeknya semua yang benci kepada TindasanImperialisme bolehlah berdiri di bawah bendera S. R.
Kursus haruslah berhubungan betul dengan "keadaan dan cita-cita mereka. Perkara kemerdekaansebagai Bangsa Nasional yang merdeka, perkara sewarumah, Pajak, pendidikan dan perkara yang lain,yang terasa betul oleh penduduk kota tak bolehdilupakan. Dalam kesusahan hari-hari, baikpundengan pakrol-pakrol si Kecil di kota atau desa yangtak berhak apa-apa itu mesti ditolong oleh S. R.
Kontribusi mesti serendah-rendahnya, karena maksudkita yang terutama, supaya menarik mereka ke bawahpengaruh dan ke dalam aksi kita. Juga disiplintidak bisa begitu keras, karena hal ini sudah terbawa oleh watak mereka. Jadi maksud kita yang terutama ialah mengumpulkan semua golongan yangtak senang hati di bawah Imperialisme Belanda dan memimpin mereka dalam segala aksi.
3. Dengan Perantaraan P.K.I, kalau krisis ekonomidan politik datang kita bisa menarik terutama, segalaBuruh industri yang ada, baik yang sudah diaturdalam Serikat Buruh ataupun yang belum di atur. DalamPemogokan atau demonstrasi PKI. akan memberipimpinan yang langsung atas semua golongan KaumBuruh di Indonesia.
Dengan perantaraan S.R, semua penduduk kota,seperti klerk, tukang, penjual ini atau itu,student d.s.g dan semua penduduk desa dan gunungakan menarik dengan Tuntutan yang pantas ke dalamAksi, seperti Boikot dan demonstrasi buat melawanKrisis ekonomi atau politik dan merebut Kemerdekaan.Jadi P. K. I. & S. R. keduanya mesti menjadi Organatau Anggota buat seluruh Rakyat Indonesia merebutKemerdekaan.
Teranglah sudah maksud kita bahwa kedudukan P.K.Idan S.R bukan kedudukan Bovenbouw (atas) dan Onderbouw (bawah),yang di kursus atau tak di kursus atau tinggi berendah(memang kita dengan semua Rakyat melarat mau kezaman persamaan, bukan?), melainkan kedudukandua kasta tertindas, tetapi berlainan keperluan dansifatnya, oleh sebab mana mereka harus di atur dalamdua pasukan. Sebab Buruhlah yang terkumpul danmemegang perusahaan negeri yang terutama sertanon-proletar terpencar-pencar, maka dari buruhlah bisa datang Aksi yang tetap, Ideal ataucita-cita yang tetap, Program yang tetap danSenjata yang tetap (Mogok). Berhubung denganitulah ia di Indonesia bisa memberi Pimpinan yangtetap revolusioner. S.R berdirinya bukanlah karenainternasional (memang ini dulu pelawan semangatN.I.P) atau karena tak beragama (memang inimengandung dan melawan semangat S.I) melainkan karenaia berdiri atas kasta non-proletar yang bersifatrevolusioner. Kasta dan semangat revolusioner itulahyang menjadi kriteria atau ukuran di S.R, dengantiada melanggar Agama atau Kebangsaan, malah mufakat,kalau Agama dan Kebangsaan itu ada memperkuatkeyakinan dan semangat Revolusioner.
4. Karena Buruhlah kasta yang terkumpul, danialah yang mempunyai senjata yang tertajam, yaknimogok, maka ialah pula yang mesti memberi pimpinanpolitik buat merebut kemerdekaan Indonesia.
Walaupun Seksi atau Lokal diatur dengan PartaiKembar, tetapi Sentral tentu mesti satu, supayaurusan, agitasi dan aksi bisa satu pula. Supayasemua golongan di Indonesia bisa diperhatikankeperluannya, maka pada Sentral Pimpinan Revolusionerdi Betawi, seberapa boleh kelak mesti diadakan wakildari semua pulau, dan semua kasta yang terutamaseperti Buruh, Student, Tani dan Penduduk kota.Buat memperhatikan kepulauan Indonesia yang begitubesar tentulah belum cukup 5 atau 6 orangduduk di Sentral Pimpinan.
Supaya agitasi buat seluruh Indonesia dirasabetul oleh semua golongan haruslah SentralPimpinan Revolusioner, membedakan agitasi buat satunegeri dengan yang lain (Jawa dengan Sumatera atauCelebes, Padang dengan Jambi); dan satu golongandengan golongan lain (Buruh dan Tani atau Studentdengan Penduduk kota). Berhubung dengan hal inipekerjaan di Sentral pimpinan haruslah dibagi-bagi(verdeling en specialiseeren van arbeid) (partisi dan spesialisi kerja).
Supaya pimpinan tinggal revolusioner, jangan seperti S.I atau N.I.P, haruslah baik di SentralPimpinan ataupun di Seksi atau Lokal, S.R yangmayoritas atau terbanyak ialah pemimpin Komunis.Dengan jalan begitu, kita menjaga supayapergerakan Indonesia tinggal proletaris dan takmenjadi oportunistis atau reformistis, yakni lembekseperti S. I. dan N. I. P.
Demikianlah Sentral Pimpinan Revolusioner di Indonesia, yang mengikat semua Seksi P.K.I & S. R, semua Serikat Buruh, Koperasi, dan mengikat JOI danRakyat-Scholen, yang menaruh semangat proletaris danrevolusioner, menunggu datangnya saat, dimana iadengan Massa-Aksi kelak akan merebut hak ekonomi danpolitik.
Oleh karena Massa-Aksi itu cuma bisa dijalankandengan Massa, yakni beramai-ramai, maka haruslahP.K.I yakni pemuka Kaum Buruh dan S.R yaknipasukan Muka Kaum Non-Proletar menambah anggotanyadengan berlipat ganda. Kalau S.I pada waktu baiknyabisa mengumpulkan sampai 1 atau 2 juta anggota(betul belum seperti anggota sekarang), dan menurutlaporan pemerintah sendiri sampai 5 atau 6 jutasimpatisan, yakni yang mufakat dengan S.I,maka kalau Taktik, Program dan Agitasi kita benardalam waktu di muka ini sekurangnya kita mestidapat laskar buat PKI 10.000 dan buat S.R500.000. Juga anggota dari Serikat Buruh yang terutamaseperti V.S.T.P, S.P.P.L, S.P.L.I dan S.G.B haruslah berlipat ganda banyaknya. Di Jambi, Palembang,Banjarmasin, Aceh d.s.g mesti ada koperasi-koperasi yangkuat. Demikianlah pula JOI harus memperbanyak anggotadan Seksinya. Di Betawi, Semarang dan Surabayabersamping dengan P.K.I yang bisa mempunyai 1000-2000anggota S.R bisa mendapat 10-20.000 anggota. Kalau sudahbisa kita mengadakan Tentara Nasional sebesar initidak saja Imperialisme Belanda segenap waktu bisahancur, tetapi juga imperialisme Asing tak akangampang menentang Tentara yang sebesar itu.
V. REVOLUSI.
1. Peperangan dan Revolusi.
Sebermula maka kemajuan Pergaulan itu diaturoleh hukum yang juga menguasai seluruh alam (hewandan tumbuh-tumbuhan), yang dinamai Hukum Evolusidan Revolusi. Kedua hukum ini sebetulnya satu,karena tak ada bedanya dalam sifat, melainkan berbedacepatnya bekerja.
Seperti suatu sungai harus mengalir ke lautan,demikianlah juga pergaulan hidup kita inimenuju ke zaman persamaan, kesentosaan danperadaban. Seperti sungai itu mengalirnya di tempatyang datar dengan tenang, demikianlah pergaulanhidup kita, kalau tak kuat kasta yang menghambatmaju dengan sentosa. Berhubung dengan itu, makakekayaan, kepandaian dan peradaban maju dengan tiadadi rasa.
Tetapi seperti sungai yang terhambat majunya olehgunung akan menebus gunung itu, demikianlahpula Pergaulan Hidup, yang terhambat majunya olehsatu Kasta atau Bangsa yang menindas, akanmemecahkan Kasta dan Bangsa itu.
Baik dengan damai atau perkosa, Evolusi atau Revolusi Pergaulan Hidup kita tetap maju.
Sebagian dari kemajuan itu terjadi dengan peperangan. Satu Bangsa memerangi yang lain, danmenghimpit bangsa yang lain itu dengan alat senjatapeperangan. Kemudian, maka bangsa yang menang itubertambah kaya, bertambah kuasa dan bertambahpandai, sedangkan yang kalah bertambah miskin, sertabertambah bodoh. Nietsche, seorang filsuf atauPemikir Jerman, menjunjung tinggi Uebermensch,atau Dewa dalam bukunya "Also Sprach Zarathustra"(Begitulah sabdanya Nabi Zoroaster) dan dalam "DieWillie Zur Macht (Nafsu merebut Kekuasaan), dimanaia menggambarkan dengan giat sifat-sifat yang perludipakai oleh seorang panglima perang dan pembesarnegeri. Buku-buku itu dibaca oleh Kasta Opsirdi Jerman di medan peperangan yang baru lalu inidalam asap meriam dan hujan pelor dengan segalakeyakinan.
Nietsche, ialah Nabi-Imperialisme, yang menyangka,bahwa peradaban itu mesti terbawa oleh kemenangansuatu bangsa atas bangsa yang lain. Inilahfilosofi imperialisme, yakni Kultur Paksaan,Peradaban Militerisme & Peperangan, serta Peradabanbunuh membunuh sesama manusia dengan maksudhendak menindas dan memeras bangsa yang lemah.Nietsche ialah Zenith atau puncak Peradaban, yangtergambar oleh Arjuno, Iskandar Zulkarnain,Napoleon dan Wilhem II.
Selamanya ada tindasan, selamanya itulah pula adarasa kemerdekaan. Cacingpun, yang diinjakbergerak kiri kanan, lebih-lebih manusia yangterinjak itu akan berusaha melepaskan dirinya dariinjakan itu. Si Bengis Nero, menguatkan majunyaKaum Kristen. George III mengadakan Washington, yangmelepaskan Amerika dari tindasan Inggris. Tsarisme diRusia mengadakan Bolshevisme. Inggris diIndia melahirkan Pergerakan Boikot dan Swaray,demikianlah tak akan putus putusnya.
Peperangan buat Kemerdekaan tiadalah untukmenindas bangsa lain, melainkan buat melepaskantindasan. Satria Kemerdekaan-Bangsa, tiadalah seorangPenindas, seperti Caesar, Napoleon dan Wilhem II,melainkan manusia yang berhati suci, berfikiranjernih dan yang setia kepada yang tertindas. Phoseondi Griek L'Ouverture pemimpin budak Negro, Garibaldidi Italia dan Rizal di Filipina, semuanya Satria,laksana gambaran Kemerdekan, Kesucian, Keberanianserta Kecintaan hati. Laskar Kemerdekaan, walaupunbiasanya miskin dan tiada bersenjata, lebih kuatdari pada Laskar Imperialisme, karena dasar danmakudnya lebih tinggi. Disiplin laskarKemerdekaan tiadalah pula perbudakan, seperti padaLaskar Imperialisme, melainkan kegiatan yang suci.
Tindasan feodalisme di Prancis, melahirkan pemikirbaru, yang wujudnya mau melepaskan tindisan satukasta dari kasta yang lain.
Voltaire dan Rousseau, dengan pena yang maha tajammemecahkan Feodalisme itu dan melahirkan fikiranbaru, buat zaman yang baru pula, yakni:"Kemerdekaan, Persamaan dan Persaudaraan."
Kaum Satria baru lahir pula, yakni buat menjalankan buah pena pemikir tadi. Mirabeau, MadameRoland, Danton, Robespierre dan Marat, ialah satriazaman baru, zaman mana kita masuki dengan banyakdarah dan air mata mengalir. Satria Prancis tadibelumlah insaf, bahwa Kemerdekaan, Persamaan danPersaudaraan itu sekarang diperkosa olehKapitalisme.
Pemikir baru mesti berdiri pula. Marx dan Engels,melahirkan pikiran dan pertandingan baru: "KaumProletar seluruh dunia bersatulah" Tidak lagisatu kasta dalam satu negeri, melainkan KastaHartawan diseluruh dunia haruslah dihancurkanoleh Kasta Proletar seluruh dunia, supaya datangKemerdekaan dan Komunisme.
Lenin, Trotsky, dll sejawatnya di Rusia sudah memperlihatkan, bagaimana besar kekuatan KaumProletar itu. Sekarang di seluruh dunia KaumProletar sedang mengatur kekuatan buat perkelahianyang lama, sukar dan bengis itu.
Imperialisme boleh bersiap mengadakan kapal perang,meriam, kapal terbang, kapal selam, bom dangas beracun. Bangsa jajahan di Timur dan KastaBuruh di dunia boleh sementara dihisap dan ditindas, dan tiada apa kalau miskin dan takbersenjata. Bangsa jajahan dan kasta Proletar adamempunyai senjata yang lebih tajam dari pada pelurudan bom, yakni kerukunan.
Kalau Bangsa di jajahan dan Kaum Proletar mengerti,serukun dan mau, maka tentara imperialisme ituakan pecah dari dalam sendirinya karena yangmemegang sekalian senjata itu ialah Kaum Proletarjuga.
Inilah senjata kita Kaum Revolusioner yangterutama sekali: Otak, Pena dan Mulut.
Serdadu Revolusi, ialah serdadu yang mengertiserta yakin, dan kalau saatnya sudah sampai, makadengan perkataan dan tangan saja ia bisamenjatuhkan musuh berapapun besarnya.
Revolusi bukanlah peperangan imperialisme, yangdilakukan buat bunuh membunuh dan rampasmerampas. Revolusi ialah satu pertarungan lahir danbatin, dimana satu Bangsa Tertindas atau KastaTertindas, melahirkan dan mengumpulkan sifat-sifatmanusia yang termulia untuk maksud yangtersuci.
2. Revolusi di Indonesia.
Objektifnya, yakni hal keadaan negeri di Indonesiasudahlah lama masak buat Revolusi. Lepasan-Kerja (pemecatan - catatan editor)terjadi hari-hari, dan tentara Kaum Buruh yang takkerja (werkeloozen) belum pernah sebesar sekarang.Gaji Kaum Buruh banyak dikurangkan, walaupunharga barang-barang masih tetap tinggi. Pajaksudah lama melewati kekuatan Rakyat kita.
Walaupun ekonomi dan politik dalam krisis, tetapiRakyat belum lagi matang revolusioner, artinya itubelum sempurna siap dan bergerak sendirinya merebutdan memegang urusan ekonomi dan politik Negeri.Kesadaran Rakyat kita dalam hal politik, sungguhpunsangat cepat majunya, baru dalam permulaan, sebabitu masih satu persoalan besar, apakah ia cukupkuat dan giat buat menentang musuh di dalam dan diluar negeri (Inggris, Amerika dan Jepang) padapertarungan yang tentu hebat dan lama sekali. RakyatIndonesia, yang belum pernah sedikitpun mempunyaihak politik, karena, dari dulunya terhimpit olehdespotisme dan imperialisme, tentulah tiada bisa dibangun kan dalam dua tiga tahun saja.Perkumpulan politik kita mesti dilipat ganda banyakdan kualitas anggotanya pada masa ini juga.Berhubung dengan itu agitasi mesti lebih dalam daripada yang sudah-sudah. Pun Serikat Buruh belum lagicukup mempunyai banyak dan kualitasnya anggota,buat merebut ekonomi dan politik Negeri dan kelakmenguruskan hasil dan pembagian hasil itu(produksi dan distribusi) serta mempertahankannegeri terhadap musuh di dalam dan di luar negeri.
Wataknya kelak Revolusi di Indonesia bolehlah sekarang kira-kira kita gambarkan. Tiadalah akan sepertidi Marokko umpamanya, dimana ekonomi masih sangatmundur sekali. Oleh sebab disana pencarian hidupteutama pertanian kecil (bukanondernimingen) danbergembala, maka tiadalah ada keberatan Abdul Karim buat menarik Tani dan Gembala itu lari kegununggunung, buat meneruskan peperangandengan Prancis dan Spanyol. Sebab negeri sangat besardan penduduk sangat sedikit (luas Marokko saja,yang terletak ditepi gurun Pasir itu ada 4 1/2Jawa, tetapi penduduk cuma 1/6 dari Jawa,sehingga Jawa ada 27 kali serapat Marokko dan kalauJawa sekarang penduduknya serapat Marokko isinyatidak 36 juta melainkan 1 1/3 juta) dan pencarianhidup gampang sekali, maka perang gerilya, yakniperang lari-larian bisa diteruskan bertahun-tahun.Tetapi Jawa yang mempunyai isi negeri yang nomorsatu rapatnya di dunia itu, dimana tak ada tempatlagi buat berlindung seperti Abdul Karim, dimanaindustri sudah sampai ke Trust dan Syndikaat, dimanahasil sama sekali tergantung pada pasar di luarnegeri, dimana tiap-tiap tahun mesti masuk berasseharga F.75.000.000, jadi dimana ekonomi negerisudah sama sekali berdasar kapitalistis daninternasional, tentulah tak setahun bisamenjalankan Karim-isme atau Dipo Negoro-isme. (Padamasa DipoNegoro penduduk Jawa baru 5 juta).
Oleh karena di India ada Kasta Hartawan bumiputera yang kuat, maka juga pergerakan politikselamanya ini bisa nasionalistis tulen. Artinyaitu, cuma buat mengusir pemerintah Inggris danmengisi pemerintah itu dengan Wakil dari Hartawanbumi putera. hak Milik akan tinggal tetap, danberhubung dengan itu perusahaan yang besar-besartiada akan jatuh di tangan Buruh industri. BuatRakyat Kemerdekaan di India itu tak akan berapamenambah hak ekonomi dan politik. Dalam perkelahianmenentang Imperialisme Inggris, politiknya KaumNasionalis India semata-mata buat memakaiRakyat dan Buruh sabagai serdadu buat maksudKaum Hartawan. Oleh karena senjata mogok, buatdilawankan kepada Inggris, juga berbahaya buatkapital nasional sendiri, maka Ghandi melarang KaumBuruh mogok. Senjata yang bisa dipakai oleh KaumNasionalis di India ialah Boikot saja,karena boikot itu mengenai perusahaan dan perniagaanInggris dan membesarkan perusahaan dan oerniagaanHartawan Bumi Putera.
Tetapi di Indonesia senjata mogok itu bisa dipakaiseluas-lusnya, karena tak ada kapital nasional yangbisa dikenai. Mogok umum di Indonesia bisa dan mestidisertai oleh demonstrasi umum, karena pergerakanpolitik kita bukan untuk satu golongan kecil,yakni dari hartawan saja, melainkan untuk rakyatmelarat yang terbanyak itu. Rakyat Indonesia, kalausudah merebut kekuasaan politik, bisa mengubahnasibnya dengan lekas dan bisa menasionalisi sekalianperusahaan yang besar-besar (kebon, pabrik, tambang,kereta, kapal, dan bank) yang sekarang di tanganhartawan Belanda. Bersama dengan ini, maka kelaknasib buruh dan Rakyat akan segera bisa menjadibaik.
Berhubung dengan hal diatas, maka RevolusiIndonesia kelak akan berbeda betul denganpemberontakan Marokko dan pergerakan di India(Non-Cooperation clan Swaray). Revolusi Indonesiatiadalah akan semata-mata untuk menukar kekuasaanBelanda dengan kuasaan bumi putera (PeperanganKemerdekaan bangsa), tetapi juga untuk menukarkekusaan hartawan Belanda dengan Buruh Indonesia(putaran-sosial).
Jadi pergerakan kita sekarang, ialahnasionalis sosial, dan berpadanan dengan ituperkakas bertarung ialah perkakas militer(Karim-isme) bercampur dengan perkakas ekonomi danpolitik, yakni mogok, boikot dan demonstrasi.
Mana kelak yang lebih kuat diantara perkakas militer dan perkakas ekonomi dan politik itu, buatseluruh Indonesia, yang mempunyai pulau-pulauyang tiada sama kemajuannya, tiadalah bisa kitaputuskan dengan sepatah perkataan saja.
Di Jawa, sebagai sentral ekonomi Indonesia tentulahKarim-isme cuma sebagian bisa dilakukan, yaknikalau perkakas mogok, boikot dan demonstrasi sudahsegenap waktu bisa dipakai. Artinya itu, kalau perkumpulan politik (P.K.I & S.R) dan Serikat Buruh sudahsiap betul. Sungguhpun begitu, Kaum Serdadutak sekejap boleh dilupakan. Karena, kalau kelakburuh dan Rakyat bisa merebut semua kota-kota dipesisir, tetapi benteng-benteng Bandung, Ambarawa danMalang masih setia pada pemerintah, maka Belanda bisalekas mendatangkan pertolongan dari luar Indonesia(Negeri Belanda, Inggris dan Amerika). Seperti duluSpanyol, sesudah 3/4 di usir oleh Filipina,tiba-tiba menjual Filipina kepada Amerika, begitujuga kelak Belanda, kalau sudah 3/4 terusir, akanmencari akal busuk. Sebab itu benteng-benteng di Jawa,dimana kelak Belanda lari berlindung, mesti kitapersatukan dengan Rakyat merah. Dan kelak kita takboleh menjatuhkan palu terakhir dan menjalankanKarim-isme (kekuatan militer) sebelum kumpulanpolitik dan buruh matang betul dan kaum serdadumengerti betul akan maksud kita.
Di luar Jawa, dimana industri masih mundurKarim-isme bisa dilakukan. Tetapi kita mesti jagalebih dahulu supaya Jawa sudah siap dengansenjatanya, yakni mogok, boikot dan demonstrasi. Kalaubelum siap dan Karim-isme diluar Jawa dijalankan,maka pergerakan kita semacan itu akan sia-sia danbisa lama memundurkan aksi.
Meskipun begitu, kalau sekiranya Karim-isme itu diSumatra, Borneo, Celebes atau Ternate bisa dijalankan dengan lama dan kuat sekali, maka Belandamesti akan dapat kesusahan besar. Tentu ia segeraakan memukul pergerakan politik dan Serikat Buruh diJawa, tetapi sebab ia terpaksa menaikkan pajak,semangat revolusioner akan tetap naik di seluruhIndonesia.
Kita tahu, bahwa Anarkisme di mana-mana, sebabkapitalisme sudah sangat teratur, tak bisa menang.Anarkisme di India sudah masyurbertahun-tahun, tetapi tetap tinggal kalah. DiMesir sangat memukul pergerakan yakni sebagaiprovokasi, yang memberi senjata pada Inggris buatmelarang sama sekail pergerakan politik (sesudahpembunuhan Sir Lee Stac). Pergerakan Anarkismemalah sangat mengacaukan dan melemahkan pergerakanBuruh di Jepang. Tetapi walaupun kita sama sekalitak mempunyai pengharapan akan mendapat KemerdekaanIndonesia dengan jalan Anarkisme, berhubung dengansikap pemerintah, Anarkisme di Indonesia bisatimbul. Selama Rakyat masih bisa mendengarpembicaraan nasibnya, protes dan maksud kita,selamanya itu mereka bisa ditahan sampai ke AksiTeratur. Tetapi kalau pemerintah menutup KawahPergerakan, maka api revolusioner itu akan meletusdi lain tempat: "Umpamanya gula akan habis terbakar.jembatan akan runtuh, Lokomotif terguling danBelanda terbunuh dimana-mana." Bukan karenakemauan P.K.I, melainkan kemauan Rakyat yang sudahputus asa, dan lari dari organisasi kita.
Walaupun pemberontakan Indonesia ada mengandung watakkebangsaan, tetapi, sebab ekonominya Jawa dansebagian dari Sumatra sudah sangat maju kapitalistis dan internasional, maka Revolusi kita akanberwatak nasionalis-sosial, yakni campuranpergerakan kebangsaan dan kekastaan.
Berhubung dengan wataknya Revolusi di Indonesiaitu, maka walaupun Karim-isme atau perang gerilyadan Anarkisme (sebab kapitalisme masih muda) kelakmenjadi "aanvulling" (tambahan - catatan editor) atau tempelan dari pergerakanrevolusioner, tetapi kemerdekaan Indonesia terletakterutama pada massa aksi yang teratur: "mogok,boikot dan demonstrasi."
Walaupun berapa juga verleidelijk atau menggodanya Karim-isme dan Anarchisme (lebih-lebih kalaureaksi mengamuk!) kita tidak boleh diprovokasi danmenyimpang dari jalan yang betul, melainkan tetapmendidik sampai Rakyat bisa memegang senjata Massaaksi yang maha tajam itu.
3. Taktik di Indonesia.
Dalam daya upaja memecahkan imperialisme Belanda initak perlu kita berpusing kepada memikirkan SosialDemokrasi, seperti Partai kita di Eropa dan Amerika.Stokvis c.s di negeri kita tak berani berhubungdengan rakyat, seperti juga di lain-lain negerijajahan Kaum Sosial Democrat sama sekali jadiekornya imperialisme.
Cuma kita mesti menjaga, supaya di dalam partaikita, semangat kelembekan Sosial Demokrat tak bisamasuk.
Taktik kita terhadap kepada revolusioner kebangsaandan agama ialah menarik mereka kedalam S.R Tiadalahada salahnya, kalau kita kelak mengadaan Nasional-Platform, yakni Barisan Revolusioner yang memeluksekalian Partai revolusioner besar kecil yang adasekarang ini dan memimpin Barisan itu menjatuhkanimperialisme Belanda.
Taktik kita ke dalam negeri, terutama menariksekalian golongan yang tiada bersenang hati di bawahBelanda. Kita mesti berusaha keras mengatur buruhdan tani gula yang banyaknya barangkali lebih dari1.000.000 itu. Buruh Kereta yang 80.000, buruhdan tani teh, kopi, coklat, jati, getah yang tentutak kurang dari 1.000.000 pula, buruh minyak tanahyang kira-kira 40.000, tambang arang, emas, timah yanglebih dari 50.000 itu, buruh pelabuhan yangkira-kira 100.000 dan kuli kontrak yang 300.000 itu.Juga tiada boleh dilupakan Kaum Student yang disekalian jajahan jadi pasukan-muka pergerakan. DiJambi, Palembang, Padang, Banjarmasin bumi puterayang berada itu, perlu koperasi buatmempertahankan diri terhadap kepada kapitalis besar.Penduduk kota nomor satu dan kota nomor dua dandesa-desa harus semua ditarik ke dalam S.R. atauP.K.I. Disebabkan oleh bermacam-macam hal, makamasih sangat sedikit dari semua golongan yang di atasterikat oleh organisasi kita. Kita percaya, berapapun besarnya reaksi dengan segala kecakapan padawaktu di muka ini kita akan bisa melipat ganda anggotaP.K.I & S.R, Serikat Buruh, JOI d.s.g. Sedangkan Ternatesuatu pulau kecil saja ada kalanya bisa menarikanggota 13.000 dan berkontribusi beratus rupiah. Kita samasekali tak akan heran, kalau dijalankan betul,Jawa, Sumatra, Borneo, Celebes, Ambon dan Balibesok atau lusa akan memeluk beratus ribu anggota,yang bisa membayar cukup dan tetap.
Kalau kita tidak bisa mengadakan organisasi yang bisamemeluk sekalian Kasta dan sekalian pulauterberai-berai itu, maka pekerjaan melemparkanImperialisme itu adalah satu percobaan yang sangatsia-sia. Belanda bisa lari dari satu tempat ke tempatyang lain buat berlindung dan mencari kawan. Jawaakan bisa di adu dengan Sumatra, Menado dan Ambonsama Rakyat Islam d.s.g. Sebab itu taktik kita yangterpenting sekali ialah mempersatukan semua pulaudan Kasta dengan Program Minimum, yang dirasa olehsemua penduduk Indonesia.
Kalau kita bisa mempersatukan seluruh Indonesia danmengadakan disiplin yang keras, barulah kita bisamemikirkan merebut kemerdekaan dan barulah bisamempertahankan kemerdekaan itu terhadap kepada Inggeris dan Amerika.
Inggris tentu tak suka Indonesia akan menang.Pusat armada di Singapura (satu negeri di Indonesiajuga), gunanya buat mempertahankan dan melebarkanjajahan Inggris di Asia. Dalam waktu peperangan,maka Singapura mudah diperhubungkan denganAustralia, India dan HongKong. Kalau diIndonesia pecah revolusi, maka perhubungan denganAustralia akan terancam. Inilah hal yang bisadijadikan alasan oleh Inggris buat menolong Belandadan memakai Volkenbond buat membetulkan politikInggris. Lagi pula berjuta-juta ada KapitalInggris di kebon getah, teh dan terutama di MinyakTanah, sehingga Koninkelijke Petroleum Maatschappijitu bolehlah dikatakan perusahaan Inggris.Akhirnya kemerdekaan Indonesia akan sangat disukaioleh Tanah Malakka dan India dan dengan lekasakan menggoncangkan seluruh jajahan Inggris,lebih berbahaya dari segala macam pergerakanrevolusioner di Eropa.
Kita tahu bahwa ketika Amerika memikir-mikir maumemberikan kemerdekaan pada Filipina, yang sudah lamamatang buat Zelfbestuur (managemen swadaya - catatan editor) itu ia dapat tegoran dariPrancis, Inggris, Jepang dan Belanda. Alasannegeri-negeri imperialis, itu akan menyebabkan semuajajahan akan lebih keras menuntut kemerdekaannyadan akhirnya kekuasaan bangsa putih di Asia akanjatuh. Sebab itu terhadap kepada kemerdekaanIndonesia semua Imperialis mesti akan bersatu.
Walaupun Amerika menamai dirinya demokratis, buatkita tak kurang bahayanya. Pada tahun yang sudahdia terpaksa membeli getah dari luar negeriF.1.500.000.000. Harga ini F.1000.000.000 lebih mahaldari 2 tahun terlampau. Sebabnya ialah karenaInggris yang menguasai 70%. dari semua getah didunia bisa dengan sekehendak hatinya menaikan hargaitu, sehingga Amerika mesti membayar berlipat ganda.Supaya ia lepas dari monopoli Inggris, maka Amerikaberdamai dengan Belanda. Boleh jadi pada waktupaling di muka ini berjuta-juta modal Amerika akanmasuk ke Indonesia buat menambah kebun getah.
Jadi ringkasnya Inggris dan Amerika (jugaJepang) semuanya cinta pada Indonesia dansemuanya mau menduduki. Kalau kita merdeka, tetapitak cukup bersatu, maka seperti Tiongkok, kaumperampok itu akan mudah adu-mengadu kita samakita. Negeri kita akan cerai-berai, diperintahi ataudipengaruhi oleh beberapa imperialis. Dengansegera kita yang tiada mempunyai armada ini, kalaupikiran dan maksud tak satu akan hancur.
Sebaliknya kita tak boleh ngeri, asal mengerti, bahwadiantara satu imperialis dan yang lainnya, yangsemuanya mengancam kita itu ada pertentangankeperluan. Politik kita kelak haruslah arifbijaksana mengenal pertentangan itu sewaktu-waktudan memperdalam pertentangan itu supaya satu samalainnya si perampok itu berkelahi dan kitaterpelihara.
Kalau saatnya itu kelak sudah sampai, dan kita betul bersatu, maka nakoda kapal kemerdekaan itu,wajiblah dengan segala keyakinan, keberanian,ketetapan hati dan kepintaran menentang ribut topandi dalam dan di luar negeri, serta awas akan batukarang yang tersembunyi yang setiap waktu bisamenghancurkan kapal kemerdekaan itu.
4. Massa Aksi di Indonesia..
Apabila kira-kira 30 tahun yang lalu Bonifaciomendapat jawab dari Rizal, bahwa Filipina tak bisamembuat Revolusi, karena tak mempunyai kapal danbedil, maka Bonifacio dengan marah berkata: "Bliksem(petus!). Dimana dia baca?"
Dr. Jose Rizal, ialah seorang intelektual, yang dibuangoleh Spanyol ke sebuah pulau kecil. Ketika Dr.Rizal akan ditembak, sesudah diadakan tuduhan yangpalsu, maka Bonifacio, yang memimpin Katipunan, yaknisatu perkumpulan rahasia, mengirim wakil denganrahasia sekali menemui Dr. Rizal, meminta, apakah iamau lari dari penjara dan apakah ia mau memimpinKatipunan dalam revolusi kepada Spanyol. Dr. Rizalmenjawab seperti diatas. Mendengar jawab ituBonifacio menyindir dengan marah, bahwa tak adabuku sejarah, yang mengatakan, bahwa bangsa yangmiskin dan tertindas itu mesti lebih dahulumenyiapkan kapal dan bedil buat revolusi.
Bonifacio ialah seorang Proletar tulen. Tetapi sebabsangat rajin belajar sendiri, ia cukupmengetahui revolusi di Eropa dan Amerika. Olehsebab keberanian, kesucian serta ketetapan hati iamendapat pengaruh dalam rahasia di seluruh Filipinaluar biasa sekali. Sudah lama ia bercerai dari LaLiga Filipina (Persatuan Filipina) yang didirikanoleh Dr. Rizal, karena perkumpulan ini sudah terangkompromis dan lembek sekali. Tetapi sebab Rizalguru dari Bonifacio dan tinggal diseganinya sebagaipemikir dan satria yang luar biasa, ia sudimenyerahkan pimpinan Katipunan yang dibikinnya itukepada Dr. Rizal.
Apabila akhirnya Dr. Rizal dengan tuduhan palsu ditembak, maka seluruh rakyat Filipina meratap danberniat membalas dendam. "Kalau Rizal seorang yangbegitu besar, sehingga sangat disegani olehProfesor di Eropa, yang tiada bersalah apa-apa ditembak lagi, siapakah yang bisa bekerja buatkemerdekaan Filipina?" Inilah pertanyaan yang lahirdalam pikiran Bumi Putera lelaki dan perempuan.
Sekaranglah datangnya saat buat Bonifacio akanmemperlihatkan kepercayaannya atas massa atau RakyatFilipina. Di Balintawak dekat dalam rahasia sekaliBonifacio mengumpulkan anggotanya dan dengan "bolo"(pedang) sekerat saja mereka menyerang tentaraSpanyol yang teratur dan kuat itu. Beribu-ribuRakyat mengikut panggilan Katipunan dengan boloatau tanpa bolo. Dalam beberapa pertemuan denganserdadu Spanyol, Rakyat Filipina, yang takbersenjata itu merebut dengan tangan saja senapanserdadu Spanyol. Pada tiap-tiap medan peperanganberpuluh dan beratus senapan direbut, sehinggaakhirnya cukup Rakyat mempunyai senjata api buatmelawan Spanyol.
Tiada lama antaranya, maka bendera Rakyat yang karenamiskinnya dibuat dari kain robek-robek saja terkibar di sebagian besar dari kepulauan Filipina.Hanyalah benteng Manila saja yang belum jatuh.
Banyak lagi contohnya massa aksi, yakni aksi Rakyat,kalau betul sudah matang revolusioner, baik diEropa ataupun Asia, walaupun tiada bersenjataapa-apa bisa menundukan laskar yang teratur.
Umpamanya L'Ouverture, seorang budak Negro di Haiti(Amerika Tengah), yang memimpin budak miskin pula,bisa menaklukan Inggris, Spanyol dan serdaduNapoleon berikut-ikut. Di Revolusi Besar Prancis(1789) Rakyat yang paling miskin dan kurus kelaparanitu, sesudah kena propaganda revolusionerbertahun-tahun, akhirnya dengan tangan dan batujuga mengalahkan Laskar Raja dan Bangsawannya.Juga buruh di Rusia, yang miskin itu, baikpada revolusi 1905 ataupun 1917, tiada lebihdahulu memesan "kapal terbang" sebelum ia menyerangtentara Kaum Hartawan dan bangsawan di Rusia.
Senjatanya Rakyat yang betul revolusioner itu,hanyalah pena, mulut dan tangan saja. Kalausemangat revolusioner sudah betul menjadi darahdaging Rakyat melarat, maka semua kepandaian dansenjata itu akan timbul sendirinya. Senapan bisadirebut dengan tangan dan juga seperti di Filipinatukang rumput bisa jadi jenderal. Inilahkemuliaan Revolusi dan kesucian si Revolusioner. Kita diatas mengambil contoh terutama dari Filipina, sebab penduduknya lebih dekat kepada kita daripenduduk negeri lain.
Orang tak bisa bantah, "O, ya, mereka tinggal dinegeri sejuk sebab itu kuat." Atau "merekaberkulit putih atau berasal ini atau itu." RakyatFilipina juga bangsa Melayu dan diamnya juga diKhatulistiwa.
Sebaliknya, walaupun sifat dan asal kita bersamaan,dalam hal lain-lain Rakyat Filipina lebih dalamkecelakaan dari pada kita.
Ketika mereka memberontak kepada Spanyol dan kemudian kepada Amerika, serta 3 tahun mendirikanRepublik, jumlah jiwa cuma 8 juta. Spanyol kirakira 25 juta, dan satu imperialisme terbesar didunia seperti Inggris. Amerika yang 50.000terbunuh oleh bolo itu terkaya, dan mempunyai100.000.000 jiwa. Sedangkan Indonesia sekarangmempunyai 55.000.000 jiwa, dan menentang Belandayang cuma 6 1/2 juta saja.
Kita sekarang ada mempunyai perkakas mogok, tetapiRakyat Filipina, sebab waktu revolusi industribelum maju, terpaksa langsung bertanding di medanpeperangan, yang menuntut korban 100.000 jiwamereka.
Kita lebih besar membayar pajak dari Filipina di bawah Spanyol, yang sekarang lebih besar dari bangsaapapun juga di dunia.
Kita masih bisa dan tetap akan bisa menaburkan benihrevolusi, karena kita cukup mempunyaipropagandisten dan surat kabar yang dibantu olehkereta dan kapal. Sedangkan di Filipina Rizal yangmemimpin La Liga Filipina yang sejinak B.O ituditembak, dan propaganda terutama harus dijalankandari luar negeri, Banifacio harus menjalankanpropagandanya di Filipina dengan sangat rahasia sekaliserta dengan kaki atau sampan kecil saja.Buku-buku dan surat kabar revolusioner,karangan Rizal, Del Pilar, d.s.g. yang dimasukandengan rahasia sekali dari Spanyol, Hong-Kong danSingapore, dibacakan oleh pasukan bacaan, yangmembacakan pada Rakyat yang tak pandai membaca itudalam rahasia sekali, karena pemerintah menghukumdan menyiksa keras si pembaca atau si punya bukudan surat kabar itu.
Walaupun Rakyat Filipina lebih dalam kecelakaan daripada kita, ia toh bisa dan berani menentang Spanyoldan Amerika lamanya 3 tahun dan acap kalimengalahkan tentara kedua negeri yang sangat teraturitu.
Kita satu menitpun tak ada syak (keraguan) dan waham (ketidakpercayaan), bahwakalau Rakyat Indonesia cukup sadar dalam halpolitik (politik bewust) dan sudah tunggang maumerebut haknya baik ekonomi ataupun politik, jugadengan tangan dan batu saja bisa mengusir Belandayang dua tiga biji itu dan menolak semua musuhdari luar negeri.
Disini tiada tempatnya buat membicarakan perkakaskita yang baik kita pakai, kalau Mogok dandemonstrasi kelak sudah melewati batas perdamaiandan sampai sendirinya ke tingkat perkelahian senjata.Memang kita di negeri semacam Indonesia cukupmenyimpan senjata, yang segera akan kelihatan,apabila Rakyat yang 55.000.000 juta itubetul-betul sadar politik dan sama sekalikeputusan jalan damai. Ringkasnya, kalau semuanyaBuruh, Tani, Saudagar, Student, Penduduk kota, Jongos, Shauffeur, Serdadu, Matros, Tukang Cukur,Koki d.s.g mau merebut kemerdekaan dan relamengorbankan jiwa seperti Rakyat Filipina tempohari, maka kemerdekaan kita letaknya di ujung penasaja: "Besok Republik Indonesia bisa ditabalkan (diproklamasikan)."
5. Rapat Rakyat Indonesia.
Saat kita buat Massa Aksi itu sewaktu-waktu bisadatang. Krisis ekonomi dan politik yang sekarangsudah begitu dalam akan bertambah dalam lagi, kalauumpamanya datang bahaya kelaparan dan bahayapenyakit. Juga sikap reaksioner dari pemerintahsekarang ini sangat memperdalam permusuhan antaraBelanda dan Rakyat.
Kalau Rakyat sempurna sadar akan haknya sebagaimanusia, maka semua pembuangan dan tutupan yang sewenang-wenang itu kelak segera akan dibalas olehRakyat sendirinya. Kalau umpamanya Pimpinan melarangperbuatan semacam itu, maka Pimpinan itu sendiriakan dilemparkan oleh Rakyat dan akan diganti olehRakyat sendiri dengan pimpinan baru.
Kalau pemerintah melarang membuat pertemuan,demonstrasi & mogok, maka ia tiada akan memperdulikanperintah itu lagi, melainkan terus keluarmemperlihatkan tiada senangnya dengan peraturan yang ada.
Kalau pemerintah mengirim Polisi dan Serdadu, makaRakyat yang betul betul sadar itu sendirinya akanmendekati Serdadu dan Polisi itu. Kalau mereka itutak mau memihak kepada Rakyat, maka Rakyat akan mengadakan Pasukan-Merah sendiri, mencari senjatasendiri dan bekerja sendiri buat mempertahankanMogok, Pertemuan, dan demonstrasi.
Kalau Pemerintah terus memakai "Tangan Besi" dantiada menimbang permintaan Rakyat (yang mengisiperutnya hamba-hamba Pemerintah itu), tetapi Rakyatbelum berani melawan berterang-terangan, maka ia akansendirinya berjalan gelap-gelap. Seperti di Mesir,India dan Irlandia juga di Indonesia akankejadian sabotase, racun-meracun danbunuh-membunuh dengan rahasia sekali.
Semangat revolusi itu, kalau sudah menjadi darahdaging Rakyat melarat tiadalah bisa dibunuh denganhukum atau peluru lagi. Kalau semangat revolusi itusudah masuk di semua kasta dan sekalian pulau,maka datanglah saatnya buat memanggil Rapat RakyatIndonesia.
Proletar, Tani, Student, Saudagar dan Serdadu haruslah dengan atau tanpa izin Pemerintah, memilihdan mengirimkan Wakil ke suatu tempat di Indonesiabuat Rapat atau Pertemuan.
Rapat Rakyat ini akan membuat Hukum untuk RakyatIndonesia, dan kalau pemerintah Belanda tak sukamenjalankan atau mengaku hukum itu dan tak sukapergi (sudah tentu is tak suka!!), maka RapatRakyat itu mesti sendirinya menjalankan. KalauPemerintah mengirim laskarnya, maka Rakyat mestisudah bisa menjawab kiriman pemerintah itu dengansepatutnya (baik dengan propaganda dalam laskar itusendiri, baikpun dengan Tentara Merah).
Memanggil Rapat Rakyat itu artinya mengirimultimatum atau menentang Pemerintah sekarang, yangkita sudah yakin tak bisa mengurus terus ekonomidan politik negeri dan tak disukai lagi oleh Rakyat.Panggilan kita itu haruslah dikeraskan olehkemauan dan perbuatan Rakyat, yang sudah terbuktipada Mogok Umum dan demonstrasi, yang takmemperdulikan korban lagi dan dimana seluruhRakyat melarat memperlihatkan ketetapan hati dankegiatan. Dalam hal ini Rapat Rakyat itu, seolah-olahmahkotanya aksi kita dalam politik.
Tentulah Rapat Rakyat itu baru bisa dipanggil kalausudah lahir alamat dan tanda-tanda, bahwa Rakyatmelarat sudah matang revolusioner::
"Umpamanya kalau mogok, pertemuan dan demonstrasi,walaupun dilarang bisa diteruskan (tentulah kalaupimpinan merasa perlu...). Kalautuntutan ekonomi dan politik dalam mogok dandemonstrasi sudah kelihatan terasa dan termakanbetul oleh seluruh Rakyat. Misalnya buruh tetapmenuntut tambah gaji, sebagian dari untung,merdeka bergerak, dan disana sini sudah mendirikandewan buruh atau rapat buruh buat menguruskanhasil serta sudah merebut pabrik atau kebunterutama di SOLO-VALLEY, atau Daerah Kali Solo, yaknipusatnya ekonomi Indonesia. Kalau berhari danberbulan (seperti di Mesir, India, Tiongkok,Jerman dan Rusia) Rakyat Indonesia berdemonstrasimenuntut di hapuskan pajak, menuntut AlgemeenKiesrech (hak umum untuk memilih - catatan editor), Rapat-Rakyat, Kemerdekaan dan tuntutanpolitik dll. Kalau Rakyat yang 55 juta itu, lebihsuka mati dari pada hidup seperti budak dan ketawamelihat kuda dan karet polisi. Kalau bui dibongkardan pemimpin dikeluarkan. Kalau buruh kereta dankapal mungkir membawa pemimpinnya ke tempat buangan.Kalau kaum serdadu mungkir menindas pergerakan danmungkir menembak Rakyat yang tak bersenjata dan takbersalah itu. Kalau Belanda tidur dengan pistol ditangannya, dan tak berani makan, kalau makanannyatidak diperiksa oleh dokter lebih dahulu..."
Inilah semuanya tanda dan alamat, bahwa semangatrevolusi itu sudah berurat dalam dan menjalarkemana-mana, serta tiada bisa diobat lagi, kecualidengan kemerdekaan.
Barulah datang saatnya buat pimpinan revolusioneritu menimbang kekuatan kawan dan lawan,mengumpulkan Tentara Nasional dan mengerahkantentara itu terhadap kepada musuh di dalam dan diluar negeri.
Sebelumnya saat buat bertanding habis-habisan itudatang, maka pekerjaan kita yang terutama terus:"Pertama Agitasi, kedua Agitasi dan ketiga Agitasi."
Kalau Bonifacio, seorang proletar tulen, dengan jiwaselalu terancam dan dimana perkakas buatpropaganda dan agitasi belum secukup di Indonesiabisa mengadakan Nasional Organisasi padaberatus-ratus kepulauan Filipina, maka kita diIndonesia Selatan dengan jiwa 55 juta dan perkakaslahir batin lebih dari cukup, tak boleh lekasputus asa dan tak boleh lekas menyimpang dari jalanyang betul.
Kita, sebagai Kaum Marxis, mesti tinggal bersandar pada keperluan, kemauan dan kekuatan massa,yakni Rakyat melarat dan kalau mereka belummasak-revolusioner dan belum siap menentang musuhdalam dan luar negeri yang sangat teratur itu, makakita tak boleh diprovokasi oleh musuh, yaknitertipu bertarung pada tempat dan saat yang tidakkita kehendaki.
Semua pemberontakan Indonesia, kalau Rakyat belummatang revolusioner akan sia-sia belaka. Semuamacam "putch" (pemberontakan tiba-tiba dari satugolongan kecil) harus kita singkiri dan musuhi.Kalau pemberontakan semacam itu sekiranya menang,maka Indonesia merdeka itu akan segera jatuhdi tangan seorang militer. Dalam hal ini tiadalahpolitik dan rakyat yang berkuasa melainkan tanganbesi seorang Militer. Hal ini terjadi di Tiongkokpada tahun 1911, dimana kekuasaan politik segeralepas dari Dr. Sun Yat Sen dan jatuh di tangan YuanShi Kai & Co.
Aksi ekonomi dan politik yang menempuh Rapat Rakyatitulah buat kita jalan yang tentu dan sentosabuat merebut kemerdekaan, menjatuhkan segalakekuasaan negeri pada Kaum politik, danmenghindarkan diktaturnya dan tindasan Kaum Militerdari bangsa Indonesia sendiri.
6. Revolusioner Komunis.
Pada suatu negeri yang banyak mengandung sisafeodalisme, serta bibit kapitalisme, sepertiIndonesia, sangatlah susah sekali buat menjadikomunis. Sisa feodalisme membawa agama dan politik,yang walaupun bisa revolusioner (seperti DipoNegoro) tetapi sifatnya feodalistis. Demikianlah B.O &N.I.P yang percaya, bahwa Kerajaan cara Majapahitbisa dibangunkan lagi atau S.I yang dulunyapercaya, bahwa Kerajaan Islam dan Kalifatullahyakni peraturan feodalisme akan bisa dibangunkan lagi.
Kapitalisme jajahan yang masih muda di negeri kitaitu, mengandung bermacam-macam bibit pula. Adayang bersifat kapitalistis, seperti juga terbawaoleh 3 partai yang tersebut diatas tadi, yangmenghendaki modal Indonesia. Buruhnya yang masihmuda itu ada pula mengandung anarkisme, yaknipaham borjuis kecil yang dikalahkan oleh Modal-Besar.Demikianlah Anarkis di Eropa, yang hidup padazaman yang lalu seperti Waffling, Proudon, Bakunind.s.g mewakili kasta borjuis kecil atau kastaburuh yang kemarinnya borjuis kecil. Sebabborjuis kecil itu individualis (berdiri sendiri),karena ia si berpunya kecil, maka perkakasnyabertarung juga individualistis (memakai bom) dantak tahu bersama-sama.
Tetapi buruh industri model baru, yang selalukerja bersama-sama dan berdisiplin (karenakapitalisme memaksa begitu), membawa wataknyabersama itu menentang kapitalisme. Sebab itulah padaburuh industri, dan cuma pada buruh industrisaja terbawa "kerja bersama" dan "bertarungbersama" dan dengan didikan lekas bisa hilangindividualisme. Makin maju kapitalisme makin hilanganakisme (seperti Inggris dan Jerman) dan makinmaju "kerja bersama" dan "aksi Bersama."
Jadi revolusioner agama, feodalistis, revolusionerhartawan dan anarkistis cuma perkara yang lalu,yang besok kalau industri maju, akan hilang sepertiabu ditiup angin, dan berganti dengan revolusionerkomunis.
Dasarnya revolusioner komunis, tiadalah perasaan,seperti pada revolusioner yang lain-lain tadi,melainkan pengetahuan. Adanya revolusi kitapercaya, karena perbantahan kasta. Di Indonesiakarena kasta modal Belanda tak bisa kompromi denganRakyat Indonesia. Datangnya revolusi tidak tiba-tibajatuh dari langit, melainkan kalau Krisis ekonomidan politik sudah cukup dalam dan Rakyat sudahcukup sadar. Revolusi itu bisa berhasil, kalaubanyak dan kualitas anggota, dan pengaruhnya partaikita sudah mencukupi.
Kalau keadaan ekonomi dan politik sudah cukupmatang-revolusioner, tetapi Rakyat dan Partai kitabelum siap, maka kita komunis mesti bisa menahanperasaan kita sebagai individu, menyingkiri segalapercobaan avonturisme atau sia-sia dan menunggubertarung sampai Rakyat dan Partai kita siap.Tiadalah sekejap kita boleh ditarik perasaan,melainkan tetap berdiri atas pengetahuan. Tentu kitamenjunjung tinggi keberanian Partai kita, kalaudisana atau sini didorong oleh musuh.
Imperialis putih ialah, politik Amerika semacamitu akan atau Bangsawan yang berarti banyaknya dankekayaannya tetapi tidak seperti individu, melainkanbersama dengan Massa dan buat Rakyat Melarat itupula. Aksi dan keberanian individual buat kitasangat sedikit harganya.
Kalau keadaan ekonomi & politik umpamanya sementaraberubah baik, dan Rakyat jadi sementara lembek, makakita tak boleh jadi refomis, seperti Sosial Demokrat atau jadi mata gelap seperti anarkis,melainkan tetap meneruskan Aksi revolusioner yangsepadan dengan keadaan. Kita tahu, bahwa Kapitalismetak bisa mengatur negeri dan besoknya krisis mestidatang lagi.
Strategi kita tiadalah bersandar atas perasaan,seperti kebangsaan atau keberanian sebagai individu(melemparkan bom), melainkan bersandar padapengetahuan tentangan ekonomi & politik Negeri danpengetahuan yang dalam sekali atas psikologi atautabiat Rakyat kita, tabiat mana turun naik sepadandengan keadaan ekonomi. Bagaimana keadaan industri,pertanian dan perniagaan serta sikapnya imperialismeBelanda haruslah kita ketahui betul, karena keadaan inilah yang menurun naikkan semangatrevolusionernya seluruh Rakyat melarat.
Kalau krisis dalam, rakyat melarat matang revolusioner. Partai kita sempurna mempunyai kekuatan,disiplin dan pengaruh, serta musuh di dalam dan diluar negeri kebingungan, maka barulah General Staffkita mengumpulkan segala kekuatan yang ada danmengorbankan tenaga dan jiwa buat kemerdekaansebagai bangsa dan sebagai kasta..
Hai Rakyat Melarat !!
Berapa lamakah lagi kamu mau menderita injakan dantindasan semacam ini? Tiadakah kamu tahu bahwasangat besar kekuatan mu yang tersembunyi?Tiadakah kamu insaf, bahwa kerukunanmu artinyakemerdekaan buat kamu dan keturunanmu? Beranikahkamu terus hidup dalam perbudakan dan menyarankananak cucumu juga jadi budak ?
Hai Kawan-Kawan Separtai !!
Ketahuilah, bahwa Rakyat kita, yang beribu tahundiajar jongkok, yang belum pernah mempunyai haksebagai manusia itu tak mudah dididik. Janganlahkamu putus asa, kalau daya upayamu tidak lekasmemperlihatkan hasil yang nyata. Teruskan pekerjaanmu yang maha-mulia itu, di tengah-tengah rataptangis Rakyat melarat. Teruskan pekerjaanmu,walaupun bui, buangan, tonggak gantunganselalu mengancam. Ketahuilah, bahwa didikanitulah yang sangat ditakuti oleh musuh kita.Karena tak ada bangsa atau kasta yang mengerti didunia ini yang rela ditindas dan dihisap...
Kawan-Kawan !!!
Janganlah segan belajar dan membaca! Pengetahuanitulah perkakasnya Kaum Hartawan menindas kamu.Dengan pengetahuan itulah kelak kamu bisa merebuthakmu dan hak Rakyat. Tuntutlah pelajaran danasahlah otakmu dimana juga, dalam pekerjaanmu,dalam bui ataupun buangan! Janganlah kamusangka, bahwa kamu sudah cukup pandai dantakabur mengira sudah kelebihan kepandaian buatmemimpin dan menyelamatkan 55 juta manusia, yangberibu-ribu tahun terhimpit itu. Insaflah bahwapengetahuan itu kekuasaan. Ada kalanya kelak darikamu, Rakyat melarat itu akan menuntut segalamacam pengetahuan, seperti dari satu perigi yangtak boleh kering. Bersiaplah !!
Kalau saatnya datang, berdirilah tegak ditengah-tengah Rakyat, menentang peluru dan bayonetnyamusuh. Jangan dilupakan ideal kita komunis:"Menang atau mati dalam Massa Aksi."
Di tanganmu tergenggam Kemerdekaan-Indonesia, yakniKekapaan, Keselamatan, Kepandaian dan Peradaban...
Kamu Kaum Revolusioner !!
Kelak Rakyat keturunanmu dan Angin Kemerdekaan akanberbisik-bisik dengan bunga-bungaan di ataskuburanmu: "Disini bersemayam SemangatRevolusioner"
Tokyo, Januari 1926
Sumber: Ditulis oleh Tan Malaka pada bulan Januari 1926 di Tokyo
Kontributor: Naskah ini dikirim oleh "Pacar Merah Indonesia ", diedit supaya sesuai dengan ejaan baru oleh Ted Sprague (May 2007)
Tulisan ini kembali hadir di tengah-tengah teman-temah pergerakan di Indonesia setelah 60 tahun hilang dari Indonesia, ditemukan kembali oleh sebagian kawan-kawan yang masih berusaha mencari tulisan-tulisan klasik dari jaman kejayaan gerakan buruh di Indonesia era 1920an, diharapkan akan menjadi tenaga tambahan karena gerakan di Indonesia yang masih kekurangan teori mengenai ke Indonesiaan walaupun mungkin dalam banyak hal telah berubah apakah itu sistem kapitalis dan juga mengenai kondisi masyarakat Indonesia. Hidup persatuan yang teguh dari semua kelompok yang anti Kapitalisme, Imperialisme dan NeoLiberalisme, Hidup persatuan antara gerakan kiri di Indonesia, hilangkan konflik lama yang akan merugikan gerakan buruh di Indonesia ......... MERDEKA 100%
Kontributor,
"Pacar Merah Indonesia"----------------------Semangat Muda, yang ditulis pada tahun 1926, mengandung buah pemikiran Tan Malaka tentang bagaimana menjalankan organisasi revolusioner sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu; yaitu dengan menggandeng perjuangan politik (nasional) dengan perjuangan ekonomi (kelas); dengan menyatukan perjuangan pembebasan nasional dengan perjuangan pembebasan Kelas Buruh. Terkandung di naskah ini adalah program nasional yang mengikutsertakan kaum borjuis kecil dan kaum tani Indonesia, yang notabene saat itu jumlahnya lebih besar dari pada kaum buruh, dengan kaum buruh sebagai pemimpin gerakan kemerdekaan. Naskah ini sangatlah relevan sebagai pelajaran sejarah bagi gerakan di Indonesia saat ini, dimana gerakan anti-imperialis (anti modal asing) harus disatukan dengan gerakan pembebasan buruh sebagai sebuah kelas. Gerakan nasional dan gerakan kelas tidaklah boleh dilihat sebagai dua tahap yang terpisah, tetapi sebagai satu kesatuan; ini benar untuk Indonesia pada tahun 1926 dan terlebih benar untuk Indonesia saat ini.
Editor,Ted Sprague---------------------Senjata Feodalisme dan Kapitalisme terutama Peluru dan Pedang.
Senjata Proletar Industri ialah Agitasi, Mogok dan Demonstrasi.
Sebulan Massa-Aksi di Indonesia sekarang lebih berguna dari 4 tahun Dipo NegoroIsme.
Zaman Baru membawa Senjata Baru !!!!
Dicetak di Tokyo Januari 1926.
ISI BUKU:
I. KE ZAMAN KOMUNISME.
1. Watak Zaman Bangsawan
2. Watak Zaman Hartawan
3. Zaman Diktatur Proletar
4. Taktik
5. Rusia
II. KEADAAN INDONESIA
1. Ekonomi
2. Sosial
3. Krisis Ekonomi
4. Krisis Politik
III. PROGRAM
1. Program Nasional PKI & SR
2. Keterangan Program
IV. ORGANISASI
1. Maksud dan Sifat Organisasi
2. Tentara Nasional
V. REVOLUSI
1. Peperangan dan Revolusi
2. Revolusi di Indonesia
3. Taktik di Indonesia
4. Massa Aksi di Indonesia
5. Rapat Rakyat Indonesia
6. Revolusioner Komunis
I. KE ZAMAN KOMUNISME
Tiap-tiap pergaulan hidup di muka bumi ini, baik di Asia atau Eropa, baik dulu ataupun sekarang, terdiri oleh klassen atau kasta, yakni kasta tinggi, rendah. dan tengah.
Menurut pikiran KARL MARX, maka timbulnya kasta tadi, yaitu disebabkan oleh perkakas mengadakan hasil, seperti cangkul, pahat dan mesin. Adanya kasta tadi pada sesuatu pergaulan hidup, menyebabkan, maka politik, Agama dan adat, dalam pergaulan hidup itu bersifat kekastaan atau bertinggi berendah. Ringkasnya perkara mengadakan hasil, menimbulkan kasta, dan kasta itu menimbulkan paham politik, agama dan adat yang semuanya bersifat kekastaan. Oleh sebab itu kata Marx lagi, semua sejarah dari semua bangsa, ialah pertandingan antara kasta rendah dan tinggi, antara yang terhisap dan yang menghisap, antara yang terhimpit dan yang menghimpit. Demikianlah pada Zaman Feodalisme atau Zaman Bangsawan, Kaum Hartawan yang terhimpit itu bertanding dengan kaum Bangsawan dan Raja yang menghimpitnya. Di Eropa pada tahun 1789 Kaum Hartawan di Prancis bisa mengalahkan Kaum Bangsawan dan mendirikan Peraturan Kemodalan seperti macam sekarang.
Dalam hal itu pertandingan belum lagi berhenti. Karena pada Zaman Kemodalan sekarang, pertentangan kasta makin tajam, ialah antara Kaum Buruh yang terbanyak dan tertindas itu dengan Kaum Hartawan, yang terkecil, tetapi terkaya dan terkuasa itu.
Berhubung dengan lebar dan dalamnya pertandingan dalam Zaman Kemodalan ini, maka kelak Kaum Buruh, kalau menang ia tidak saja akan memerdekakan dirinya sendiri, seperti dulu Kaum Hartawan, melainkan akan memerdekakan seluruh pergaulan hidup dan sekalian manusia. Dan oleh sebab Kaum Hartawan di seluruh dunia bersatu, maka haruslah pula Kaum Buruh seluruh dunia bersatu, buat manghancurkan musuhnya.
1. Watak Zaman-Bangsawan
Pada Zaman-Bangsawan, maka perkakas di sawah dan ladang, hanyalah cangkul atau bajak. Di tempat pertukangan, pahat atau ketam yang semuanya diangkat dengan tangan. Hasil sawah, pertukangan dan pertenunan, cuma buat keperluan masing-masing orang atau masing-masing famili saja. Kalau ada berlebih dari keperluan itu, barulah dijual, supaya bisa membeli kain, cangkul atau bajak. Jadi perniagaan baru mulai timbul.
Ringkasnya pada Zaman-Bangsawan perkakas kecil, hasilsedikit dan buat keperluan masing-masing familisaja. Sisa keperluan satu-satu famili jugasedikit, sebab itu perniagaan masih lemah.
Beberapa tani, tukang dan saudagar pada Zaman Bangsawan berkumpullah mendirikan desa atau kota.Buat menjaga keamanan dalam desa tadi danmempertahankan desa tadi pada musuh, maka merekamendirikan Pemerintah Desa. Anggota biasanya terdiridari orang yang tua, yang pandai, cerdik, berani danmendapat kepercayaan dari orang banyak. Pangkatmemerintah negeri akhirnya jadi turun menurundari bapak ke anak. Sekarang penduduk desa sudahmulai terbagi atas kasta: Tani, Tukang, Saudagar dankasta-memerintah, yaitu Bangsawan. Apabila desa tadibanyak berperang-perangan, maka makin besar kuasanyaKaum Bangsawan dan makin dalam kebangsawanan.Kemudian dua desa atau beberapa desa mulaimangadakan perserikatan buat mempertahankan dirikepada serangan dari luar. Urusan negeri danpeperangan sekarang jatuh di tangan seorangBangsawan yang tetinggi, yang sekarang berpangkatRaja dan berkuasa lebih dari Bangsawan yangsudah-sudah. Makin banyak peperangan dankemenangannya Raja itu, makin besar kekuasaannyaturun menurun.
Negeri bertambah besar, kekuasaan makin tertumpukkepada Raja dan Bangsawan, kekayaan makintertumpuk kepada Kaum Hartawan serta kaum Buruhdan Tani makin terhisap dan tertindas.
Supaya Buruh dan Tani yang terbanyak itu, takluk saja kepada Kaum Raja dan Bangsawan, makaharus diadakan Agama, Didikan dan Adat yang bersifatkekastaan atau kebudakan.
Gereja atau mesjid jatuh di tangan Kaum Bangsawanjuga, anaknya Rakyat diajar jongkok danmenyembah, sedangkan anaknya Raja serta Bangsawandiajar memukul, memaki dan menerjang. Demikianlah wataknya Zaman-Bangsawan itu diIndia, di Jawa atau Tiongkok dan Jepang.
2. Watak Zaman Hartawan
Kira-kira 200 tahun yang lalu, kaum Hartawan diEropa makin bertambah kaya. Pertukangan, danpertenunan yang dulu kecil-kecil, dan buatkeperluan masing-masing famili saja, sekarang sudahterkumpul pada satu pabrik. yang memakaiberatus-ratus kuli. Perniagaan sudah jauhmelewati batas desa atau negeri. Bank sudahmeminjamkan kepada atau menerima uang simpanandari seluruh penduduk negeri.
Tetapi, walaupun kekayaan Kaum-Hartawan sangatmaju, kekuasaannya masih tinggal seperti dulu.Raja dan Bangsawan masih bisa ambil pajak sehekendak hatinya. Kemerdekaan Kaum-Hartawan buatmengirim barang dari satu negeri ke negeri lainsangat terhambat, karena barang-barangnya acap kalidipajaki oleh Bangsawan atau Raja. Juga KaumPendeta, yakni keturunan Bangsawan tak kecilkeganasannya.
Buat merdeka mendirikan pabrik dan kirim mengirimbarang, maka Kaum Hartawan mesti merdeka dalamurusan politik-Negeri.
Dengan pertolongan Tani dan Buruh, maka KaumHartawan pada tahun 1789 bisa menghancurkan semuakekuasaan Kaum Bangsawan dan Raja Prancis.Sekarang urusan ekonomi, dan politik luar sertadalam negeri sama sekali jatuh di bawah tangan KaumHartawan dan Wakilnya.
Sekarang Modal bisa tumbuh dan menjalar kiri kanan dengan leluasa. Dalam satu pabrik tidakseratus atau dua ratus, melainkan sudah sampai 30ribu orang kuli kerja (Inggris, Jerman danAmerika). Hasilnya dalam satu jam saja sudahberibu-ribu pikul. Mengangkutnya hasil tidak lagidengan bahu, kerbau atau kuda, melainkan dengankereta atau kapal yang cepatnya seperti petir. Dengankelingking saja satu sekerup dibuka, mesin yangkuatnya sejuta kuda berputar dengan sendirinyasaja. Kirim mengirim dan pesan memesan barang keempat penjuru alam dijalankan dengan kawat atauradio. Dari Asia dan Afrika tiap-tiap hari diangkutbarang-barang yang mesti dikerjakan dalam pabrik diEropa, dan dari Eropa atau Amerika tiap-tiap jamberjalan kapal yang mengangkut barang-barang pabrikke Asia dan Afrika. Ringkasnya mesin kerja dengankuat dan cepat, Kuli terkumpul pada satu pabriksaja sampai beribu-ribu, pekerjaan teratur darisatu administrasi-pabrik dan dikerjakanbersama-sama, sedangkan perniagaan sudahinternasional.
Tetapi seperti pada Zaman-Bangsawan ada pertentanganantara Kaum Bangsawan dan Kaum Hartawan, begitulahjuga pada Zaman Hartawan atau Kemodalan adapertentangan antara Kaum Hartawan dan Kaum Buruhserta Tani. Seperti ZamanBangsawan mengandungBenih-Hartawan yang kelak akan menghancurkanKaum-Bangsawan sendiri, demikianlah pulaZaman-Hartawan kita ini mengandung Benih Buruhyang kelak akan menghancurkan Kaum Hartawan.
Keyakinan ini kita Kaum Komunis tidak diperolehdari limau-purut atau ujung jari, sepertitukang-tukang ramal, tetapi kita peroleh daribukti yang nyata.
Pertentangan-pertentangan yang nyata dan tak bisadidamaikan pada Zaman-Kapitalisme atau Hartawan,ialah:
I. Hak-Milik.
Pada Zaman-Hartawan,seperti juga pada Zaman-Bangsawan maka perkakasmengadakan hasil itu berpisah dari orang yangmengadakan hasil, yakni Kaum-Buruh. Sebab perkakasitu bukan kepunyaan Kaum-Buruh, melainkan satuatau dua orang Hartawan, maka hasil yang diadakanoleh Kaum-Buruh tidaklah kepunyaan Kaum-Buruhsendiri, melainkan kepunyaan yang memiliki perkakas,seperti: tanah, pabrik, kereta, kapal danlain-lainnya. Kaum Hartawan tak bekerja, tetapi iamemiliki hasil. Kaum Buruh membanting tulang,tetapi tak memiliki hasil yang diadakannya sendiri.Sebabnya, maka dunia sampai terbalik begitu, ialahkarena hak-Milik, yang pada semua negeri Bangsawandiaku sah oleh Wet (Bahasa Belanda untuk hukum - catatan editor) dan agama, sekarang dalamZaman-Hartawan menjadi racun. Dengan alasan hak Milik itu, modal kecil menjadi besar, perusahaankecil terpukul oleh yang besar dan tani kecilterpukul oleh tani besar, sehingga tukang-tukangkecil dan tanitani tidak lagi berpunya apa-apa.Kaum yang tidak berpunya ini, terpaksa menjualtenaganya pada Kaum Hartawan dengan harga seberapanyasaja, asal bisa menolak bahaya lapar dan mati. Jadisebab hak Milik tadi pergaulan hidup terbagi dua:l. Kaum Hartawan Sang tersedikit orangnya, tetapimemiliki Perkakas dan Hasil, dan 2. Kaum Buruh,yang terbanyak orangnya, yang sungguhpunmengadakan hasil tak memiliki hasil itu, karena iaorang upahan saja.
II. Anarkisme.
Sungguhpun dalamsatu pabrik ada teratur banyak dan caranyamengadakan basil, tetapi satu pabrikberpukul-pukulan dengan yang lain. Kalau satunegeri mempunyai misalnya 100 pabrik kain, makatiap-tiap pabrik ada mengatur dan menentukan banyakhasil yang mau diadakan, buat masing-masingnya,tetapi yang 100 pabrik tadi tidak mengatur banyakhasil buat seluruh negeri, melainkan masing-masingmengadakan hasil buat memukul yang lain. Makinbanyak hasil dapat makin murah harganya barang,sehingga lawannya terpukul dan jatuh. Kalau hasiltiba-tiba menjadi terlampau banyak, harga terlampaumurah, dan pabrik tertutup, seperti teh, getah danminyak di Indonesia baru-baru ini. Walaupun Rakyatperlu memakai hasil itu, tetapi yang punya tidakakan membagikan pada Rakyat, malah lebih sukamembuang hasil itu, seperti Kapitalis-Gandum diAmerika pada tahun 1922. Jadi hasil yang diadakanoleh 100 pabrik tadi bukanlah buat negeri danpenduduknya, melainkan buat perniagaan danpukul-memukul dalam perniagaan. Demikianlah KaumHartawan mengadakan hasil tidak rasional, yaknimenurut keperluan orang banyak, melainkananarkistis, yakni sesukanya saja, buat mencariuntung.
III. Mesin.
Buat pukul-memukul dalamperniagaan atau concurrensi, Kaum Hartawan memakaimesin baru. Dengan jalan begitu hasil dengan cepatmenjadi berlipat ganda, sehingga harganya barang itubisa murah sekali. Tuan pabrik yang masih memakaimesin tua, tidak bisa menghasilkan begitu banyak danbegitu cepat. Harga barangnya tinggal mahal, danakhirnya ia jatuh. Tetapi mesin baru tadimengurangkan tangan yang mengangkatnya, karena mesinitu bisa dijalankan dengan uap atau listrik saja.Berhubung dengan memakai mesin baru,beribu-ribu buruh dilepas, karena melimpah.Tiap-tiap negeri di Zaman Hartawan penuh denganlimpahan Buruh, yakni buruh yang dilemparkan dantidak bisa dapat kerja. Limpahan Buruh ini,selalu bertambah-tambah, karena mesin baru tiba-tibamenaikkan hasil, dan tiba-tiba naiknya hasiltiba-tiba pula mendatangkan krisis yakni jatuhharga barang. Kalau krisis datang beribu, berjutaburuh dilepas. Ringkasnya Zaman-Hartawan penuhmempunyai perkakas (mesin), dan penuh mempunyaihasil, tetapi sebaliknya berjuta manusia tanpapekerjaan dan hidup dalam kelaparan. Nyatalahsudah Kaum Hartawan tidak bisa menguruskeperluan Rakyat.
IV. Kasta.
Pada Zaman-Hartawan satukongsi perniagaan bisa maju dengan dua jalan:pertama dengan memukul, kedua dengan berkawan.Kalau satu kongsi mempunyai modal yang besar, tentuia dengan sementara menurunkan harga barangnya,bisa menjatuhkan musuhnya. Tetapi kalau merekasama-sama kuat, maka ia mencoba berserikat. Denganperserikatan mereka mudah menaikan harga barangdengan sekehendak hatinya, karena tak ada persainganlagi. Yang kerugian tentulah Rakyat juga, yangterpaksa membayar. Dengan jalan berserikat itu duaatau tiga maatschappy (perusahaan) menjadi sindikat. Sindikatini kurang teratur lagi, karena masih banyakkepala yang mengurus, ialah kepala-kepala darimaatschappy (perusahaan) yang berserikat. Supaya urusan lekas,maka kepala yang banyak tadi ditukar jadi satu,sehingga perniagaan bertambah kuat, urusan rapidan lekas, karena urusan ge-centraliseerd yaknimempunyai satu kepala saja. Inilah namanya trust. Trust ini bisa berserikat lagi dengan trust lain,seperti trust besi dengan trust arang, sehingga hargaarang dan besi boleh dibikin sekehendak yang punyatrust. Di Jerman umpamanya Stinnes tidakmempunyai satu, melainkan bermacam-macam trust,seperti arang, besi, kertas, kereta, kapal, Banken,kayu, dan sebagainya. Jadi pertama harga grondstof ataubarang asli, yang perlu dikerjakan di pabrik bisarendah sesuka Stinnes saja. Sebaliknya fabriekswarenatau barang pabrik boleh dia naikkan sesuka hatinya,karena pabrik, kereta, kapal dan surat kabar buatadvertensi sama sekali jatuh ditangannya. Jadisemua kongsi, maatschappy (perusahaan) dan Sindikat jatuhdi bawah combinatie-trust-Stinnes. Semua urusanekonomi di Jerman hampir tergenggam di tangan satumanusia saja. Juga Bank dari kongsi kecilmenjadi Sindikat, Sindikat menjadi trust danTrust-Combinaties. Jadi semua urusan Bank jatuhdi bawah kekuasaan satu manusia pula (Stinnes). Bankpada tiap-tiap negeri memberi pinjaman pada industri.Supaya ia dapat untung tetap, maka ia adakankontrol pada industri tadi. Akhirnya industrijatuh di bawah kekuasaan Bank. Bank memberi pinjamuang pada negeri, sebab itu menteri pada suatunegeri kemodalan harus cocok dengan Direktur Bank.Begitulah semua menteri di Amerika mesti tundukpada Bankir Morgan, Jerman pada Stinnes, Prancispada lauchuer dan sebagainya. Bank pada suatu negeri acapmemberi pinjaman uang kepada negeri lain. Supayabunga terus diterima, Menteri luar harusmenjaga keperluan itu, dan kalau perlu haruslahnegeri luar itu dijadikan jajahan. Dengan jalanbegitu barang jajahan bisa tetap masuk (kopi,gula, kapas, dll.) orang jajahan tetap beli barangpabrik (kain, mesin, dll.) dan bayar hutang. Nyatalah sudah, bahwa kemajuan kapitalismemengumpulkan kekuasaan pada satu dua orang.Seorang Bankir menguasai industri negeri,pemerintah negeri dan koloni. Kaum modal padasesuatu negeri semakin hari semakin bertambah kayadan bertambah sedikit, kaum buruh bertambah banyakdan bertambah miskin. Pertentangan Hartawan danBuruh bertambah tajam, sehingga puteran kasta yaknirevolusi sosial tak bisa dihindarkan. Salah satuHartawan atau Buruh mesti hancur.
V. Imperialisme.
Anarkisme dalam halmengadakan menyebabkan Kaum-Hartawan dalamsesuatu negeri satu dengan lainnyaberpukul-pukulan dan hancur- menghancurkan.Walaupun mereka terhadap kepada negeri lain adabersatu, tetapi anarkisme tadi juga menyebabkanbeberapa negeri di atas dunia ini satu sama lainnyaberpukul pukulan dan hancur-menghancurkanpula. Tiadalah satu negeri mengadakan hasil buatkeperluan seluruh dunia, melainan buatperniagaan dan persaingan. Satu negeri yang perlumemakai barang jajahan buat pabriknya sepertikapas, getah, dan sebagainya mau sendiri saja memilikibarang asli atau grondstof itu. Ia sendiri sajamau memiliki negeri jajahan itu sebagai pasarbarang pabriknya (besi, mesin, kain-kain, kertas dll.) dan ia sendiri saja mau meminjamkan uangpada jajahan itu, supaya ia sendiri saja pulamendapat bunga yang tetap. Berhubung dengankeperluan industri dan perniagaannya, maka iasendiri pula mau menggenggam politik negerijajahan itu. Politik imperialisme ini menyebabkanyang satu negeri berdengki-dengkian danbermusuh-musuhan dengan negeri yang lain Hal inimenaikkan persiapan peperangan pada tiap-tiap negeriimperialisme dan akhirnya mengadakan peperangandunia. Demikianlah peperangan dunia yang baru ini,yang memakan jiwa 10.000.000 manusia dan beribujuta harta disebabkan oleh pertentangan antaraimperialisme Inggris dan Jerman. Sesudah Jermankalah, maka timbul lagi sekarang pertentangan antaraimperialisme yakni Inggris dan Prancis di Eropa danlebih tajam lagi Jepang dan Amerika di Asia Timur.Nyatalah sudah, bahwa imperialisme tak bisa dibunuhselama kapitalisme dan anarkisme dalam hal mengadakanhasil masih tetap. Sebab itu peperangan dunia padatiap-tiap waktu masih mengancam kita.
Kelima penyakit kemodalan yang kita sebutkan diatasini tiadalah bisa sembuh, karena sudah terbawa olehdiri kemodalan sendiri. Penyakit itu lah yangmenyebabkan Kaum Hartawan bertambah penakut danbertambah sedikit orangnya dan sebaliknya penyakititu lah yang menyebabkan Kaum Buruh bertambahmiskin, tetapi bertambah rajin kerja (sebabterpaksa) bertambah tertindas, tetapi bertambahrevolusioner dan bertambah banyak orangnya. Krisisekonomi dan politik bertambah dekat, artinya inicuma revolusi sosial atau putaran-kasta sajalahyang bisa mengobati krisis itu, dan menghindarkanbala yang bisa menimpa seluruh manusia diatasdunia ini:
"Kaum Hartawan yang malas dan sedikit itu haruslah turun, serta Kaum Buruh yang terbanyakdan mengadakan hasil itu, harus memiliki hasil itudan membagikan hasil itu buat kastanya sendiri dansekalian orang yang kerja. Ringkasnya Kaum Buruhharus merebut kekuasaan ekonomi dan politikdunia".
3. Zaman Diktatur Proletar
Kaum Agama mengambarkan surga persis sepertikehendak nafsunya sendiri. Begitu juga KaumUtopis, seperti Thomas More, Saint Simon, Fourierdan Robert Owen menggambarkan masyarakat yang sempurna didunia ini persis seperti nafsunya masing-masing.
Kita Kaum Komunis tidak mengambil gambaranKomunisme itu dari nafsu seorang tukang mimpi atau ahli nujum saja. Kita tidak disuruh Karl Marxbuat menghapalkan saja sifat-sifat Komunisme dan terus tinggal mendoa saja supaya Surga Dunia itudatang. Melainkan kita mendapat keterangan yangjelas dari Marx, bahwa kemajuan Feodalisme di duniaini membawa kemajuan Kapitalisme, dan kemajuan Kapitalisme sekarang ini membawa kemajuan Komunisme.Sebagaimana Kaum Bangsawan sudah terpukul olehKaum Hartawan, begitu juga kelak Kaum Hartawanakan dikalahkan oleh Buruh. Kalahnya itu bukanlahpula oleh sebab-sebab yang mistik atau gaibgaibmelainkan atas sebab-sebab yang nyata, yang bisadilihat dan dirasa.
Tidaklah pula datangnya Komunisme itu tiba-tibasaja, seperti surga akan terkembang sesudah harikiamat, tetapi berangsur-angsur, yakni seperti ZamanKemodalan sendiri yang dulu datangnya juga berangsur-angsur. Dimana pertentangan sangat dalam,seperti di Rusia, maka putaran kasta Buruh denganHartawan itu akan disertai dengan banjir darah. Dimana pertentangan itu, selalu dikurang-kurangi,karena Kaum hartawan selalu kasih konsesi ataukemunduran, seperti bisa terjadi di Inggris, makaputaran kasta tadi, boleh jadi tidak berapamenuntut jiwa. Tetapi buat seluruh duniaputaran-kasta itu tiada akan terjadi dengan damai,seperti juga putaran kasta Bangsawan denganHartawan dulunya tiadalah terjadi dengan damai.
Tingkat yang mula-mula mesti kita tempuh di atasZaman-Kemodalan ini ialah Dictaturnya-Proletar.Bukanlah pada satu negeri saja seperti Rusia,tetapi buat di seluruh dunia. Pada tingkatDiktator-Proletar ini, semua Perkakas Hasil, sepertiPabrik Tambang, Tanah, Kereta, Kapal, Gudang-Gudangdll. dimiliki oleh Kaum-Buruh dan diserahkan padanegaranya Kaum Buruh. Semua urusan buatmengadakan hasil, jatuh di bawah pimpinanKaum-Buruh sendiri, yang di jalankan olehWakil-Wakil yang dipilih oleh Kaum Buruh itutidak lagi ditetapkan buat perniagaan dan mencariuntung saja, tetapi terutama buat keperluanRakyat. Anarkisme dalam hal mengadakan hasil akanhilang dan berganti dengan rasionalisme, yaknimengadakan hasil menurut keperluan Rakyat. Kaumburuh berhenti menjadi orang upahan yang dibayarsebagaimana suka si Kapitalis saja, karena Buruhsekarang sudah memiliki perkakas hasil yangdiadakannya sendiri. Sepadan dengan ituKasta-Buruh, sebagai Kasta upahan atau budakhilang dan berganti dengan Kasta Pekerja yangcampur mengurus pekerjaannya dan memiliki hasilyang dikerjakannya. Oleh karena sekarang mengadakanhasil tidak lagi dengan sesukanya seorang Kapitalisbuat perniagaan saja, maka hasil tak akan melimpahlagi, sehingga bisa mendatangkan krisis atau mestimenimbulkan politik merebut jajahan buatpasarnya barang limpahan itu. Jadi politikimperialisme akan hilang dan berganti dengantukar-menukar barang, seperti barang Eropa denganAfrika atau Asia, satu negeri dengan yang lain.Berhubung dengan hilangnya politik imperialisme,maka akan hilang pula militarisme dan hilang pulapeperangan dunia buat merebut jajahan dan pasar.
Supaya Kaum Buruh aman dan sentosa memilikiperusahaan dan semua hasilnya perusahaan, maka haruslah ia merebut politik-negeri. Kaum-Hartawan danbudaknya dari Kasta Tengah atau KaumSosial-Demokrat haruslah diusir daripemerintahan negeri. Kalau tidak begitu ia akanmemogoki (saboteeren) semua peraturan yang baikbuat Kaum-Buruh dan menunggu waktu yang baik,dimana ia bisa memakai laskar, armada, justisi,polisi dan bui buat menindas peraturan ekonomikaum buruh, seperti yang kita rancangkan diatas.Bersama dengan Pemerintah-negeri, haruslah dengansekejap Laskar, Armada, Justisi, Polisi dan Didikandijadikan merah. Artinya itu, semua anggota ini,haruslah jatuh di bawah kekuasaan Kaum-Buruhdan seberapa bisa diisi dengan Kasta Kaum Buruhsendiri.
Dengan Pemerintah Merah, Tentara Merah, PolisiMerah, dan Didikan Merah, maka Kaum Buruh bisamenjaga peraturan mengadakan hasil dan haknya atashasil itu, terhadap kepada musuh baik di dalam ataupun di luar negeri, yang tak putus akan mencobamerebut kembali kekuasaannya yang hilang itu.
Apabila sesudah bertahun-tahun Kaum Hartawan samasekali hancur, seperti dulu juga KaumBangsawan sama sekali hancur, maka barulah lambatlaum anggota-anggota Ekonomi Merah, Politik Merah,Didikan Merah dan Justisi Merah berhenti menjadiperkakas penginjak Kemodalan dan Kaum Hartawan, danmenjadi perkakas buat mendatangkan Komunisme. PadaZaman Komunisme, kasta akan hilang, tindasan danisapan akan hilang, kekayaan, kepintaran, pengetahuan,kesenian, dan literatur akan menjadi miliknya orangbersama.
Jadi Komunisme itu bukanlah ilmu batin, yangdatangnya sesudah habis dibakar kemenyan sepikul,melainkan suatu peraturan buat pergaulan hidupyang sudah terkandung sendiri oleh pergaulan hidupyang sekarang ini. Lekas datangnya itu bergantungsebagian besar dari cakap dan kuatnya Kaum-BuruhDunia, mendatangkan Diktatur Proletar, yaknimemerahkan peraturan ekonomi dan politiknyaKaum Hartawan yang ada sekarang.
4. Taktik
Pada Zaman-Feodalisme, maka Taktik buat mendatangkan pemerintah baru itu, yakni dengan ramaldan kemenyan. Seorang guru atau Kiyai, tahu membacadalam buku atau di ujung jarinya, kapan RatuAdil atau Imam Madhi akan datang. Dengan jimat dankemenyan, maka Kaum Revolusioner-feodal bisamengalahkan musuh. Psikologi atau semangat semacam ini lahir dari keadaan cara mengadakan hasiljuga. Pada Zaman-Feodalisme itu mengadakan hasilterutama dengan cangkul. Kalau tanahpun subur,si Tani rajin mencangkul, tetapi hujan takturun-turun tentu padi tak dapat. Apa ituhujan, buat si Tani, yang belum pernah dengarNatuurkunde atau ilmu-alam adalah perkara kasih ataubencinya Tuhan. Dia bergantung kepada Tuhan itu,dan cara mendapatkan hujan tidak lain darimembakar kemenyan. Bukanlah seperti buruh-pabrik, yangsama sekali tak tergantung pada alam, malah memakaialam itu uap dan elektris kapan ia suka dan berapaia suka. Sebab itu si Tani pasif atau penerima dansi Buruh aktif atau jalan. Sifat itu terbawa-bawadan juga buat mendatangkan pemerintah baru, taklain akal buat si Tani melainkan nujjum, jimatdan kemenyan.
Di antara Kaum-Buruh industri adalah tiga taktikyang terutama dimajukan: Anarkisme, Reformismedan Revolusioner.
Taktik Anarkisme lahirnya pada pertengahan Abad yanglalu. Kaum Anarkis, percaya, bahwa kalautiap-tiap pembesar Kaum-Hartawan di bom, diracunatau ditikam, maka mereka akan takut memerintah. SiPenindas akan hilang, dan Komunisme akan datangsendirinya saja. Jadi mereka tidak memakai tingkatDiktatur Proletar seperti kaum Komunis, dan.tidakmemperdulikan organisasi massa-aksi atau aksiramai-ramai yang teratur. Bahwa semuanya itu mimpitak perlu dibentangkan disini. Kaum Hartawan denganpolisi, justisi dan tentaranya adalah sangat teraturdan mempunyai disiplin yang sangat keras. Dan kalausatu pembesar terbunuh, maka seribu lagi gantinya.Sebab itu, kalau Kaum-Buruh tak berkelahi teraturdan mempunyai disiplin yang keras ia mesti kalah.Anarkisme belum pernah menang. Cuma pada waktuBakunin masih ada, disana sini di negeri yang achterlykatau mundur kapitalismenya seperti di SelatanJerman, di Balkan ia bisa bikin huru hara. Tetapidi negeri yang sudah maju kapitalismenya pada masaitu (tahun 1850) seperti Inggris, Bakuninisme samasekali tak bisa dijalankan. Di Rusia sendiri padatahun 1917 dan sekarang di Jerman Anarkisme samasekali tak berarti. Sebab kaum anarkis tak maumengakui aturan dan disiplin itu, maka ia takbisa membikin perserikatan, malah mudahberpecah-pecahan, dan bertengkar-tengkaran. Sebabia mengukur kemarahan Rakyat yang tertindas itukepada yang menindas bukan dengan alasan ekonomi,melainkan dengan kemarahannya personal, maka iamudah kena provokasi, dan terdorong, sehingga iaterisolasi dari orang banyak, danakhirnya kalah.
Taktik Kaum Sindikalis, yang juga beralaskan Anarckisme yang terutama berpengaruh di sebelah SelatanEropa dan Amerika Selatan pun tak bisa mencukupikekuatan buat memerangi kemodalan zaman sekarang.Kaum Syndicalist itu anti-parlemen dananti-politik. Sebab itu Kaum Syndicalist tak maumengirim wakil ke parlemennya kaum Hartawan.Sebaliknya ia menyangka, bahwa Serikat Buruh itulah yangtertinggi. Sudahlah tentu dasar anti-politik dananti-parlemen itu salah sekali. Dengan sikap begitu,Kaum-Buruh tak tahu akan politiknyaKaum-hartawan, sedangkan politik dan ekonomi itubersanak sudara. Politik tidak lain darigeconcentreerde ekonomi, artinya itu, politik ialahpusatnya urusan ekonomi. Apabila Kaum-Buruh akanmenyia‑nyiakan politik, yakni pusatnya ekonomikaum Hartawan itu, mereka akan mudah terjerat kakidan lehernya.
Taktik Kaum Sosial Demokrat tak perlu kita uraikandi sini dengan panjang lebar. Mereka itu percayabahwa Modal dan Tenaga (Arbeid) tak bertentangan.Begitu juga Hartawan dan Buruh bisa sama-samajalan. Sebab itu Kaum Sosial Demokrat memasukiParlemennya Kaum Hartawan. Mereka percaya, bahwakalau kelak dengan jalam damai mereka bisa mengadakanwakil lebih banyak dari Hartawan, maka Hartawan akankalah suara dan akan mundur saja. Sesudahnya ituperusahaan ekonomi boleh dijatuhkan ke tanganBuruh. Berhubungan dengan itu, maka Kaum SosialDemokrat anti-revolusioner dan aksinya ialah merebutbangku Parlemen saja. Sepadan dengan keyakinanini, maka Kaum Sosial Demokrat, dimana-mana sudahmenjadi Kaum Penghianat. Pembunuhan jiwa Buruhyang 10.000.000 dalam peperangan besar baru lalu,ialah terjadi dengan bantuan Sosial Demokrat, yangselalu bantu Begrooting Kaum Hartawan dimana-mana.Di sekalian jajahan, Sosial Demokrat membantupolitiknya Kaum Imperialist buat menindas bangsaTimur. Di Jerman, Ebert, Noske dan Scheidemannsudah merasakan, bahwa Parlemen itu tak mudahdijadikan anggota Kaum Buruh. Dimana dulu,Sosial Demokrat mendapat Meerderheid atau SuaraKelebihan dalam Ryksdag (Parlemen), sekarang merekajadi boneka saja, dan pemerintah sama sekali jatuhdi tangan Fasis. Oleh karena Sosial Demokrat padatahun 1918-1923 tidak memerahkan Justisi, Kementerian, Laskar dan Polisi, maka anggota-anggotaini dengan rahasia mengumpulkan kekuatannya di bawah selimutnya Sosial-Demokrat. Oleh karena kaumreaksi Jerman sekarang di bawah Presiden Jendralbisa sembelih semua Sosial Demokrat, yang dulutuannya itu.
Taktik Merah, atau taktik revolusioner tidak saja diRusia sudah menjatuhkan kemodalan, dan bisamempertahankan Soviet sudah lebih dari 8 tahun, tetapi dimana-mana di dunia, Eropa Barat, Amerika,Tiongkok, Jepang, India dan Indonesia sedangmembingungkan yang berkuasa. Taktik merah tidakbersarang di jimat atau kemenyan, melainkan beruratpada keadaan hidupnya Rakyat yang tertindas. Kitatidak anti-parlemen seperti Kaum Syndicalist,tetapi tidak pula parlemener seperti si PengkhianatSosial Demokrat. Kita masuki Parlemen, buatmembuka topengnya Kaum Hartawan dan Sosial Demokrat,tetapi sama sekali tiada mengharapkan hasilnya yangkonkrit atau nyata dari aksi di Parlemen itu. Kitatahu, bahwa sebagian besar dari Buruh masihmengikut Sosial Demokrat dan percaya padaParlementarisme. Sebab itu kita masuki Parlemenitu buat memecahkan dari dalam. Dalam pada itukita lebih pentingkan mengatur kekuatan Buruh,Tani dan sekalian Rakyat yang tertindas di luar Parlemen. Semuanya aksi dan pertarungannya Buruh,Tani dan penduduk kota, baik ekonomi ataupunpolitik mesti kita campuri. Bukan buat menipumereka dan memperdamaikan dengan Hartawan sepertilaku Sosial Demokrat, melainkan buat membantumendorong, dan kalau bisa menghancurkan Hartawan danbudakbudaknya. Menurut kekuatan kita dan Rakyatyang percaya pada kita, maka kalau bisa semua aksiekonomi kita besarkan jadi mogok umum, kalauperlu ditambah dengan boikot dan demonstrasi. Darimogok umum, boikot dan demonstrasi yang dilakukandi seluruh negeri itulah bisa lahir pemberontakanbuat merebut politik negeri dan mendirikanDiktatornya Proletar.
5. Rusia
Seperti Pemberontakan Hartawan kepada Bangsawan dibuka oleh Hartawan Prancis pada tahun 1789,begitulah Pemberontakan Buruh kepada Hartawandimulai oleh Buruh Rusia kepada Hartawan disana.Seperti Revolusi 1789 di Perancis didahului olehrevolusi kecil di Inggris pada tahun 1650(Cromwell), begitu pula diktatur proletar diRusia tidak sama sekali baru, karena sudah didahului oleh Komune Paris pada tahun 1870, padapercobaan 1870 Karl Marx, dan Lenin banyak mendapatpelajaran buat menyempurnakan diktaturnya Proletar.
Pada Revolusi Prancis kita bisa mempelajari, bahwakemenangan Kaum Hartawan yang masih revolusioner ituturun naik. Republik-Hartawan yang didirikan padatahun 1789 cuma bisa berdiri 5 tahun saja.Kemudian datang Napoleon yang akhirnya jadi Kaisardan sesudahnya Napoleon jatuh maka berturutturut Raja keturunan Lodewyk XVI, (yangdipancung kepalanya oleh kaum pada revolusioner)bisa kembali memerintah. Barulah pada tahun 1849,maka Republik Hartawan bisa kembali lagi, yangwalaupun sementara disambung oleh Napoleon III,sampai sekarang bisa terus berdiri. Jadi tidak kurangdari 60 tahun Prancis berkelahi dengan kalah menang buatdemokrasi dan Parlemenarisme cara kemodalan. Dalamwaktu Prancis berjuang dengan Bangsawan itu, makaberturut-turut negeri menjatuhkan Raja danBangsawannya seperti Belanda dan dimana-manakekuasaan Bangsawan dan Raja di potong-potongseperti Jerman, Italia, Spanyol, dll. Ringkasnyaberpuluh tahun Hartawan di seluruh dunia mestiberperang dengan kalah dan menang baru bisamenghancurkan Raja dan Bangsawannya sama sekali.
Ini pengajaran yang dalam artinya buat kita. DuniaHartawan yang berpuluh-puluh kali lebih kukuhdari dunia Bangsawan tentulah takkan bisa kitahancurkan dalam satu hari.
Kita tahu, bahwa reaksi di seluruh dunia sekarangbertambah hebat. Karena kaum Sosial Demokrat padatahun 1917-1923 berkhianat, maka Revolusi Rusiatak diikuti oleh negeri lain-lain. Kaum Reaksi dibelakang baju Sosial Demokrat, yang dikemukakandi Jerman buat melindungi Kaum Hartawan bisabernapas kembali dan mengumpulkan semuasenjatanya, yang pada tahun 1918-1923 hampir samasekali hilang dari tangannya. Sekarang di JermanKaum Reaksi sudah mengancam denganpemerintah Fasis, yakni diktaturnya Kaum Hartawan.Kaum Hartawan tidak akan memakai Parlemen lagimelainkan tangan besi, seperti Mussolini di Italia.Hartawan akan lemparkan demokrasi, dan atur ekonomidengan memaksa kaum buruh kerja, dengan gajisedikit, dan waktu yang lama, dan menghancurkansemua pergerakan revolusioner, dengan jalan kasar.Begitu juga di Prancis, dimana ekonomi kusut,Fasis sudah siap. Di Inggris, dimana pada 2 atau 3bulan lagi disangka akan datang frisis sekarangFasis sudah mengasah-asah pedang kiri kanan danmengumpulkan uang dan senjata. Di Amerika, dimanaKaum Komunis mulai maju, Klu Klux Klan, sudahjadi Fasis, dan selalu sedia akan menghancurkan pergerakan merah. Tentulah Fasis dapatsokongan dari Kaum Hartawan baik lahir ataupunbatin.
Tetapi makin gelap jalan di muka, makin terang buatkita suluh yang di belakang. Sejarah menyaksikan kita,bahwa pertandingan kasta itu, bukanlah permainan,melainkan suatu kemestian pergaulan hidup dansuatu kewajiban sebagai manusia. Kalau musuhkita mengasah-asah pedang, maka jawab kita lain tidakhanyalah menegapkan barisan dan mempertajam senjatalahir dan batin. Pekerjaan yang sudah dimulai olehRusia dengan korban beribu-ribu jiwa, tiadalahboleh kita khianati dengan kelembekan atau denganmeninggalkan dasar yang sudah kita peluk.
Walaupun di kiri kanan ada reaksi, kita mesti terusmenyusun tentara yang ada di negeri kita. Kalaukawan kita pada waktu yang di muka ini, baik diRusia ataupun Eropa Barat dan Amerika dapatserangan, maka kita harus tidak mundur malahmerebut kemenangan pada barisan yang kita duduki,yakni: di muka Rakyat Indonesia.
II. KEADAAN INDONESIA
1. Ekonomi
Adapun sifat kapitalisme di jajahan, sepertiIndonesia dan Asia lain, adalah berlainan sekalidengan kapitalisme di Belanda dan Eropa lain.Disana lahir dan majunya kapitalisme itu terbawaoleh keperluan negeri sendiri, sedangkan di sini lahirdan majunya kemodalan itu terbawa oleh keperluanbangsa asing. Sebab itu di Eropa majunyakapitalisme itu dengan jalan menurut alam atauOrganisch, sedangkan di Indonesia kunstamatig ataubikinan. Berpadan dengan hal itu, Kapitalisme diEropa ada sehat dan sempurna, sedangkan yang diIndonesia verkracht atau terperkosa, seolah-olahsepokok kayu yang kena kelindungan.
Kapitalisme di Eropa membagi negeri atas kota dandesa. Di kota terdapat perusahaan atau industri darikain, besi, batu, kertas dll. Sedangkan di desaterdapat gandum, sayur, sapi, domba dan hasil buatlain-lain makanan. Jadi dipukul rata kotamemperusahakan barang pabrik dan desa mengadakanhasil tanah dan ternak. Bagian pekerjaan di kotadengan desa itu bertambah terang sekali pada negeriyang sangat maju permodalannya
Tentulah hasil pabrik di kota itu, gunanya, terutama buat penduduk kota sendiri. Sisanya ituditukarkan dengan makanan yang dihasilkan oleh desa.Begitulah kain, pisau, perkakas rumah, baja, dllyang dibikin di kota ditukar dengan gandum, sayur,daging, dll yang dihasilkan di desa, yakni dengansisa yang dimakan oleh penduduk desa. Pada negerikemodalan yang belum terang imperialistis, dan sehatekonominya seperti Amerika sebelum perang 1914-1918,maka jumlah harga sisa barang kota itu hampir samadengan harga sisa hasil tanah di desa. Begitulah asalmajunya kemodalan dan perusahaan, yakni daripertukaran barang pabrik di kota-kota dan hasil tanahdi desa-desa. Makin maju perusahaan di kota, makinbanyak penduduk desa lari ke kota mencaripekerjaan, kepandaian atau kepalsiran, karena di kotaterkumpul, pabrik, sekolah, bioskop, rumahkomedi, dll.
Di Indonesia juga akan bisa begitu, kalau Belandatak datang dan membunuh perusahaan kecil-kecil,buat membikin kapal, kain, barang-barang besi,seperti sudah ada di Tuban, Gresik, dll.Perusahaan kecil-kecil itu juga akan jadibesar, memakai uap dan listrik seperti di Eropa danAmerika. Kota-kota Indonesia juga akan menarikpenduduk desa dengan lekas dan bertambah haribertambah maju penduduk, pabrik dan kaumburuhnya. Juga di kota Indonesia akan diadakankain, bajak buat desa, dan desa-desa terutamahasilnya buat penduduk kota-kota Indonesia sendiri.
Tetapi sebab Belanda dengan hukum melarang membuatkapal dan membunuh perusahaan anak negeri denganmemasukkan barang pabrik yang murah harganya, makakota dan desa kita jadi lain sifatnya dari kota diEropa. Kota kita tidak ada yang menghasilkan, kain,bajak dan perkakas lain buat desa-desa, karenasemua barang, ini dimonopoli atau diborongoleh Belanda. Desa kita tidak buat mengadakan hasiluntuk penduduk kota, melainkan terutama buattebu, teh, kopi, getah d. s. g. bukan buatkeperluan negeri dan Bumiputera, melainkan buatuntung si Pengisap yang tidur di Belanda. Sebabitu desa dan kota kita satu dengan lainnya tidakbergandengan dan tali bertali seperti pada suatunegeri yang sehat ekonominya, melainkan keduanyabuat pengisi perut besar si Lintah Darat yangtidur di Belanda itu saja. Berhubung dengan halini, maka majunya kapitalisme di negeri kita jadikunstmatig atau tak sehat.
Sebab perusahaan di negeri kita tidak buat keperluananak bumi putera sendiri, maka barang yang perlubuat hidup kita, harus dibeli dari negeri laindengan harga sesukanya orang lain itu saja. Danoleh karena tanah di Jawa terdesak oleh kebun-kebunbesar, maka beras, yakni nyawa kita, mesti datang darinegeri lain.
Demikianlah pada tahun 1922 Rakyat membeli barang kainyang masuk ada kira-kira F. 182.531.000. Dijajahan lain seperti India, Tiongkok danFilipina barang pakaian sudah bisa dibikin dinegerisendiri. Jadi disana uang Rakyat bayaran kain itutinggal di negeri sendiri, sedangkan di Indonesiaterbang kesakunya Lintah Darat Belanda. Harga beras masuk, walaupunberas Jawa nomor 1 kualitasnya di dunia dan bangsaJawa memang pintar bertani pada tahun 1922 jugaada F. 74.947.000. Karena di Jawa hampir tak adakapital dan saudagar anak negeri, seperti di jajahanmaka untung perniagaan beras ini tidak satu peserjatuh di tangan anak negeri. Demikianlah untungperniagaan berhubung dengan import (barang masuk)yang pada tahun 1922 banyaknya ada F 696.300.000 ituhampir semuanya mengalir ke saku Lintah DaratBangsa Asing.
Sudahlah terang, bahwa total export (harga barangkeluar) yang pada tahun 1922 ada F.1.142.400.000sama sekali dimakan oleh Lintah Darat Belanda yangmemonopoli sekalian perusahaan besar-besar diIndonesia ini. Sedangkan di jajahan lain untungdari import dan export itu ada sebagian jatuhdi tangan anak negeri, maka di Indonesia yang sangatsubur dan kaya ini, semuanya keuntunganperniagaan dan hasilnya perusahaan dan tanah samasekali terbang ke perutnya Lintah Darat yang tidur,palsir atau mondar-mandir di Belanda. Sisanya yangterlempar kepada bumiputera, gunanya sekedar buathidup sebentar, seperti kuda atau kerbau, yangdipakai penarik kereta, juga mesti diberi makan.
Sebab kapitalisme Indonesia gunanya buat memenuhikeperluan bangsa asing, yang jauh tinggalnya itu,maka keadaan dan majunya kapitalisme Indonesiajuga semata-mata menurut keperluan bangsa asingyang tinggal di negeri asing itu. Kromo mesti menyewakan tanah buat gula, getah dan teh dan jadikuli Belanda mau dapat untung. Rakyat Indonesiatak bisa dapat pabrik kain, pabrik mesin dan kapal,sebab Belanda takut Twente dan perusahaan kain sanaakan jatuh, dan juga saudagar-saudagar Belanda,pabrik kapal dan perusahaan-perusahaan kapal yang mengangkutbarang import dan export dari Indonesia ke Belandaakan turut jatuh. Sebab itu Indonesia mestitinggal jadi landbow-land atau negeri-pertanian tidaknegeri perusahaan atau industri-land. Penduduknyamesti tinggal mundur (pasif) dan mudah ditindas.Tiadalah seperti pada negeri industri, yangmempunyai buruh yang lebih maju dan lebih aktifdan tak gampang ditindas. Selama Indonesia tinggaljadi jajahan, maka ia tak akan bisa memajukanekonomi dan perusahaannya sebagaimana yang baikbuat dirinya senriri, karena ia terpaut oleh LintahDarat Belanda, yang tak memperdulikan nasib RakyatIndonesia.
2. Sosial
Di negeri-negeri yang sangat maju kemodalannya,seperti Jerman dan Amerika maka Kaum Buruh itujumlahnya ada kurang lebih 3/4 bagian dariseluruh penduduk negeri. Artinya itu ada 3/4 atau75% dari penduduk yang tak berpunya apa-apa laindari tenaganya dan tergantung hidupnya semata-matadari modal besar.
Sepanjang ada bahwa perhitungan tahun 1905, maka diJawa saja ada kira-kira 40% dari bumiputera yangproletar atau tak berpunya apa-apa. Kalau kita taksirsekarang, berhubung dengan bertambah majunyaindustri, angka itu sudah jadi 50%, maka daripenduduk tanah Jawa yang 36 juta itu ada 18 jutayang hidupnya tergantung dari perusahaan besar dankecil. Tetapi di Sumatra, Borneo, Celebes, DaerahTernate dan sebagainya yang jumlah jiwa kira-kira 18 jutaitu masih sedikit kaum proletar. Hampir semuapenduduk mempunyai tanah, modal kecil, perusahaankecil atau perahu penangkap ikan. Kita pikir kitaakan tak berapa salah menaksir (karena statistik yangsah belum ada ), bahwa kaum proletar di seluruhIndonesia pada masa ini ada kira-kira 18 juta, yaknikira-kira 34% dari penduduk yang 54 juta itu.
Tetapi di antara yang tak berpunya, Buruh Industrimasih sangat sedikit. Di Jerman umpamanya, yangjumlah isi negeri hampir sama dengan Indonesia, yakni60 juta ada kira-kira 2 juta buruh-pelikan (buruh pertambangan),sedangkan di Indonesia tak lebih dari 100.000, yakniseperdua puluhnya. Buruh kereta juga kira-kira2 juta, sedangkan di Indonesia tak lebih dari 80,000,jadi kurang dari seperduapuluhnya di Jerman.Berjuta-juta buruh industri model baru, sepertipada pabrik membuat kereta, mesin, kapal, kain dll.yang ada di Jerman, sama sekali tak ada di Indonesia.Jadi perkara banyaknya buruh industri, makaIndonesia, jauh kalahnya oleh Jerman, Inggris danAmerika, juga kalah oleh Jepang dan India,dimana juga sudah terdapat buruh industrimodel baru.
Di Eropa, Amerika dan Jepang yang memiliki Pabrik,Tambang, Kereta, Kapal, Bank dll itu ialahbumiputera juga, Di Jajahan seperti India,Filipina dan Mesir sudah banyak bumiputera sendiriyang mernpunyai industri model baru, pertanian danperniagaan model baru. Tetapi di Indonesia modalbesar bumiputera bolehlah dikatakan tak ada. Betuldi Jawa, lebih-lebih Sumatera di antarabumiputera ada yang mempunyai modal F.100.000kebawah, tetapi ini masih kecil, dan urusanperniagaan atau perusahaan yang mempunyaF.50.000.000, yang memiliki tambang, pabrik danBank seperti di Tiongkok, India atau Jepang,jadi kasta Hartawan bumiputera, memang di Indonesiatak ada. Sebabnya ialah karena dulunya Belandadengan sengaja membunuh timbulnya modal anaknegeri. Di Indonesia kasta-kasta itu terutamakasta-tani, kasta-buruh dan kasta tengah (ambtenar,saudagar, tani besar, kaum terpelajar d.s.g.)Di antara kasta-kasta ini, kasta inilah yang terbanyakdan kasta buruhlah yang terkuat dan makin harimakin kuat, karena kaum buruhlah yanggeconcentreerd atau terkumpul dan ialah yangmenjalankan industri, yakni nyawanya ekonomi, dankasta buruhlah yang akan termaju pikiran danwataknya dalam pergerakan ekonomi dan politik.
Dengan angka-angka saja belum bisa kita dengansempurna memperbandingkan majunyaburuh Indonesia dengan Eropa. Majunya ituterutama pula tergantung pada kualitas atautingginya industri yang ada. Kita sudah terangkandi atas, bahwa Indonesia bukanlah industri-landmelainkan terutama landbow-land, walaupun landbowatau pertanian di Indonesia dijalankan denganperkakas yang model baru sekali.
Berhubung dengan itu, maka buruh Indonesiaterutama bukanlah buruh industri malah buruhtani (gula, teh, getah dan sebagaianya). Yang buruh industribetul (minyak tanah, kereta, kapal) masih sedikitsekali. Perbedaan buruh pertanian Indonesia denganburuh perusahaan di Eropa itu membawa perbedaanlahir batin pula. Proletar Indonesia masih muda, danmasih ada pertaliannya dengan familinya di desa-desa,dan acap kali masih mempunyai tanah di desa-desa.sedangkan proletar-industri Eropa sudah sampai kenenek moyangnya terikat oleh pabriknya. Proletar kitamasih mundur dalam pekerjaan teknik, masih percayasama tahayul dan masih pasif. Proletar industriBarat sigap dan disiplin dalam pekerjaan, takterikat oleh tahayul lagi, serta bersikap aktif dalampikiran dan pekerjaan.
Begitulah pula kaum-tengah Eropa bersifat lain darikaum tengah Indonesia. Di Indonesia sendiripun,berbeda pula satu kasta dengan kasta yang lain danberbeda pula satu kasta pada satu pulau dengankasta itu juga pada pulau lain di Indonesia.Seorang tani di Jawa umpamanya, yang selalucampur dengan pabrik gula, yang acap naik keretatentulah berlainan sekali pikiran dan wataknyadengan seorang tani pemotong sagu di daerah Ternate,yang belum pernah seumur hidupnya melihat asappabrik atau mendengar peluit kereta express.Ringkasnya perbedaan kemajuan industri pada satunegeri dengan negeri lain membawa perbedaankualitas, yakni pikiran dan wataknya kasta-kasta dinegeri negeri itu, seperti Buruh Eropa denganBuruh Indonesia, Tani Jawa dengan Tani di daerahTernate.
3. Krisis-Ekonomi
Walaupun Indonesia sangat kaya, dan pertanian sertaperusahaan dijalankan dengan cara model baru sekali, tetapi bumiputera selalu dalam kemiskinan danurusan uang (staatsfinancien) sudah lama selaludalam krisis. Walaupun pada waktu perang yang barulalu, modal-besar mendapat untung berlipat gandadari waktu normal atau biasa, tetapi sebab hargabarang naik dan gaji tinggal sedikit, makakemelaratan Rakyat malah bertambah dari yangsudah-sudah. Pada penghabisan perang,urusan uang kalang kabut, sehingga hampirmendatangkan bangkrutnya negeri.
Sebab yang dalam, yang mendatangkan kesengsaraan dankrisis itu, walaupun kapital-besar mendapatuntung berlipat ganda, terutama sekali, karenauntung itu baik langsung atau tak-langsungsemuanya mengalir ke Eropa. Langsung karenatiap-tiap tahun berjuta-juta uang dikirim keEropa, buat membauar bunga modal (dividenten) yangmasuk di industri, kereta, pelikan dan kapal taklangsung, yakni dengan jalan perniagaan (export danimport), yang sama sekali dimiliki oleh bangsa asingjuga.
Walaupun Pemerintah Indonesia sekarang (ambtenar,serdadu, Justisi, armada, polisi d.s.g.) gunanyabermata-mata buat membantu dan membesarkan modalasing serta sebaliknya penindas dart, pengisapbumiputera buat modal besar itu, tetapi uangbuat pengisi perutnya Pemerintah itu, yaknipajak, tiadalah dibayar oleh Kaum-Modal Belandasendiri, melainkan oleh bumiputera juga. JadiRakyat Indonesia tidak saja membiarkan harta, tenagadan kemerdekaannya dirampok oleh Kaum Modal Belanda,tetapi mesti membayar gaji hambanya kaum modal itu,yaitu Gubernur-jendral, Resident, Regent, Wedono,Commissaris van Politie, Jendral, Major danberibu-ribu hamba yang lain-lain.
Sebab Modal-Belanda tak mau membayar gaji hambanyaitu dari kantongnya sendiri, dan buat penambahModal-Besar di Indonesia, maka Pemerintah Belanda terpaksa meminjam uang ke lain negeri. Sampai tahun1923, maka banyaknya uang pinjaman itu sampai F.1476.662.000. Dengan bunga 5%, maka saban-sabantahun mesti dibayar bunga kepada negeri lainF.6.471.641. Bunga itu tentulah tiada dibayar darigaji Guberner-Jendral atau untungnya Colijn,melainkan dengan pendapatan Rakyat juga. (Semuaangka-angka ini kita petik dari Handbook of theNetherlands East-Indie, yang dikeluarkan olehpemerintah sendiri)
Uang masuk atau inkomsten, yakni terutama buatgaji hambanya pemerintah pada tahun 1921 adaF.769.700.000 tetapi uang keluar atau uitgaven,yakni yang dimakan oleh hamba-hamba tadi adaF.1.055.200.000. Jadi dapat kekuranganF.285.500.000. Kekurangan itu tinggal terusmenerus, tiap-tiap tahun.
Buat pengobat krisis ini, maka Kaum-Modal Belandamemilih hambanya Guberner-Jendral Fock.
Sebab Fock ini dulunya ia mengaku liberal, makabuat penutup malunya sebagai liberal iamula-mula pura-pura mau menolong Rakyat Indonesia.Ia berjanji mau memaksa Modal-Gula memperbaikinasib buruh dan tani gula dengan ongkos ModalGula sendiri. Lagi pula ia mau memaksa Modal Besarmenolong Rakyat membayar pajak yang besar itu,supaya kekurangan pajak tadi bisa tertutupdan rakyat dapat kelonggaran
Tetapi sesudah Modal Gula menyepak kembali, makatuan Fock diam saja. Dan apabila Colijn, yakniRaja Minyak menjawab "Tutup mulutmu, kalau tidak kamu saja boikot, dan pabrik minyak kamitutup", maka tuan Fock yang liberal tadi lebihsuka memihak kepada gajinya yang beribu-ribu itu,dari pada memihak kepada Rakyat atau kepada pahamliberalismenya. Malah ia lebih menjilat ke atas danlebih menendang ke bawah.
Keatas: Gaji ambtenaren yang besar-besar di naikkan, laskar, armada dan polisi dibesarkan.
Kebawah: Pajak dinaikkan, buruh dilepas danditurunkan gajinya, uang-keluar buat pendidikan,dan kesehatan Rakyat diturunkan
Walaupun Fock sedikit menaikan cukai dari barangmasuk dan ke luar tetapi saudagar Belanda yangmempunyai barang-barang itu dengan mudah bisamenaikkan harga barang-barangnya, yang mesti dibayaroleh Rakyat yang membelinya juga (minyak, kain,korek-api d.s.g.)
Rumah-Gadai, yang dipunyai oleh pemerintah sendirimenaikan untungnya pula dengan jalan menaikanisapan (Renten) pada Rakyat yang miskin juga.Sekarang ini menurut keterangan buku-buku, RakyatIndonesialah yang tertinggi sekali membayar pajak didunia ini.
Di negeri-negeri lain di Timur seperti India,Filipina dan Tiongkok, bumiputera sendiri adamempunyai perusahaan, pertanian dan perniagaanbesar, sehingga untungnya juga tinggal dalam negeri sendiri, dan sebagian dari untung itu dipakai buat membayar pajak negeri. Tetapi diIndonesia pikulan uang sama sekali tertimpa padaRakyat-Melarat, yang makin tahun bertambah miskin,karena semuanya untung mengalir ke sakunyaLintah Darat yang tidur di Den Haag atau Zorgvliet.
Makin besar Pemerintah-Indonesia meminjam uangkepada bangsa lain seperti Amerika dan Inggris, makinberkuasa Modal Asing di Indonesia, makin habis tanahditelan oleh Modal-Asing itu, makin besar uang yangmengalir ke negeri sebagai bunga dan dividen uangpinjaman itu, dan berhubung dengan itu makindalam kemelaratan Rakyat dan makin hebat pula krisisekonomi yang akan datang.
Selama semua untung dari modal-besar, baik langsung atau tak langsung sama sekali mengalir ke luarnegeri, selamanya itu Krisis ekonomi Indonesia takbisa diobat. Betul sekarang, Fock hampir bisamengadakan balans-begrooting atau sama-berat uangmasuk dan uang-keluar, tetapi balance itusemata-mata memperberat pikulan Rakyat, danwujudnya langsung akan memperjauhkan yangmemerintah dari yang terperintah dan memperdalamkrisis-politik.
4. Krisis Politik
Di Filipina, India dan Mesir, oleh karena adanyaTani-Besar, Kapitalis besar dan Saudagar Besar daribumiputera sendiri, maka dalam waktu krisispolitik, kaum imperialist bisa memadamkan atau mengurangkan krisis politik itu, dengan jalankonsesi, yakni memberikan sebagian dari kekuasaanitu kepada bumiputera. Disana kaum modal asingmempunyai banyak sama keperluan ekonomi dengan modalbumiputera. Kalau pada suatu jajahan, dimanaImperialisme itu masih autokratik (yakni memungutsemua kekuasaan) Rakyat bergerak menuntutkemerdekaan, seperti di India pada tahun1918-1923, maka kaum imperialis memukulpergerakan itu dengan konsesi politik. ImperialismeInggris memberi 1/2 atau 3/4 Parlemen, dimanaKaum-Modal bumiputera boleh mengirimkan wakilnya.Oleh karena kaum-tengah dan intelektual padanegeri yang ada mempunyai nasional-capital hampirsemuanya memihak pada nasional kapitalis itu, makamereka itulah yang terpilih menjadi anggota dari 1/2atau 3/4 Parlemen tadi. Oleh karena keperluanModal-Asing dan Modal Bumiputera banyak bersamaan,maka buat modal asing itu tak besar bahayanya, kalausebagian dari politik negeri terserah pada wakilnyamodal kulit hitam. Oleh karena kaum buruh dalampertandingan buat keperluannya tak bisa membedakanModal hitam dan Modal putih, maka Kaum Tengah danintelektual, yang mempertahankan modal hitam ituterbawa-bawa mempertahankan modal putih seperti C. R.Das pemimpin Partai-Swaray di India. Dengankonsesi politik itulah di India Inggrismenarik Kaum intelektual, yakni pemimpinpergerakan Rakyat ke dalam Parlemen dan dengan jalankompromi itulah ia sering-sering mengundurkanrevolusi.
Menurut pemandangan kita, atas dasar Marxisme, makadi Indonesia, sebab tidak ada nasional-kapital, ModalBelanda tak bisa memberi konsesi-politik yangberarti. Ia harus sendirinya memerintah atau denganbumiputera yang memang terang budaknya.
Kaum cap Budi-Utomo (B.O.), Serikat-Islam (S.I.) dan Nasionale Indische Partij (N.I.P) yangdulu terpikat oleh suara merdunya Van LimburgStirum, sekarang kita harap sudah yakin, bahwa merekayang mau tinggal jadi Wakil Rakyat Indonesia takbisa kerja bersama-sama dengan Wakil Modal Belandadi Volksraad, dan Volksraad tak bisa jadi 1/2Parlemen, seperti di India atau 3/4 Parlemenseperti di Mesir dan Filipina. Volksraad mestitinggal semata-mata buat Kapital-Asing, dan antiseluruh Rakyat. Tetapi oleh karena Nasionalisatau Islamis dinegeri kita tak sepeser mengertiMarxisme, yakni kea daan dan kedudukan kasta-kastadi Indonesia dan berhubung dengan itu politiknyakasta, maka mereka tentu masih bingung, tak mengertiapa-apa, apa sebab Dr. Tjipto, Tjokro dan Muisdisepakkan, sesudah dipakai oleh Limburg Stirum padawaktu Krisis-politik tahun 1918. Kita kaumKomunis yang memboikot Volksraad pun belumpernah mengadakan pemandangan kekastaan yang jelasdan terang, kenapa Volksraad Indonesia tak bisamenjadi Parlemen, selama Keadaan Sosial d inegerikita masih tetap seperti sekarang.
Pemandangan kita di negeri jajahan lain, sepertiIndia di atas sudah sebagian memberi keterangan.Di Indonesia tak ada Kasta-Landlords (Tuan Tanah)atau Bangsawan yang berarti banyaknya dan kekayaannya.Kasta saudagar-besar dan Modal-Besar sama sekali takada. Sebab itu kaum intelektual, yang di negerikita baru mulai timbul belum mempunyai kastabumiputera tempat mereka berlindung. Sebab itukaum intelektual kita masih pasif. Karenadidikannya di sekolah imperialis, mereka takmengerti, bahwa kasta mereka mesti mencampurkandiri ke kasta Buruh dan tani, karena kasta-kastainilah di Indonesia yang bisa merebut kemerdekaan.
Oleh karena Kasta Modal Bumiputera di indonesia takada atau masih sangat kuno dan lemah sertakasta-intelektualnya pasif, maka kalau Modal Belanda mau memberi 1/2 atau 3/4 Parlemen, haruslah iamemberi hak-politik dan Suara Memilih Wakil kepadaBuruh dan Tani. Kepada kasta-kasta kedua inilah iaharus memberi konsesi dan dengan Rakyat melaratlahia harus membagi kekuasaan politik.
Ini namanya contradictio determinis, artinya itumembantah diri sendiri. Masakan yang menindas bisamemberi 1/2 atau 3/4 senjata kepada yang tertindas,seperti si Penyamun akan memberikan pistolnyakepada yang disamunnya. Dengan segera yang disamunakan membunuh yang menjamun.
Semua Hukum dan Kekuasaan yang ada di Indonesiasekarang, ialah buat membantu dan membesarkan ModalAsing dan sebaliknya buat menginjak RakyatIndonesia. Kalau Rakyat yang sama sekali terinjakitu diberi hak politik, yakni senjata buatmengubah, atau menghapuskan Hukum-Negeri tentulah taksatu Hukum akan tinggal buat mempertahankan ModalAsing itu. Kalau di Indonesia ada kasta ModalBumiputera yang kuat, Kasta-Terpelajar yang kuatpula, tentulah kasta-terpelajar ini bisa ditipuoleh Modal Asing dengan 1/2 atau 3/4 sampai 7/8Parlemen. Dengan politik menipu kaum-terpelajar(kaum mana terutama di jajahan sangatdipercayai oleh Rakyat), kaum imperialist.Belanda akan bisa menipu Rakyat yang mengikutkaum-intelektual itu dan meundurkan revolusi.Tetapi di Indonesia sebagian besar dari Rakyat ialahTani, Buruh dan Saudagar kecil-kecil yang samasekali tak bersamaan keperluannya dengan Modal Asing,malah sama sekali bertentangan. Sebab itulah Belandatakkan bisa memberi konsesi-politik yang berartikepada Rakyat kita.
Pertanyaan di negeri kita tidaklah revolusioner atauevolusioner, melainkan bagaimana kita harus mengadakanprogram-merah, taktik-merah, organisasi-merah,agitasi-merah dan aksi-merah, supaya Rakyat kitadengan lekas dan dengan sedikit kerugian jiwa bisalekas lepas dari tindasan dan isapan Modal Belanda.
Sikap Merah kita ini menjadikan cemas danketakutannya Kaum Modal Belanda, dan kecemasanserta ketakutannya itu membesarkan, laskar,armada, polisi dan resisir pula. Hal yang terakhirini seterusnya menaikan pajak pula dan kenaikanpajak mendalamkan dendam kesumat Rakyat Indonesiapada pemerintah asing ini pula. Demikianlah satubersangkutan dengan yang lain dan hasilnyamemperdalamkan krisis ekonomi dan politik juga.Ringkasnya sikap merah kita tidak saja berguna,buat mendidik Rakyat Indonesia dalam politik, tetapijuga memperdalam pertentangan antara si Penghisapdan yang Terisap, sebab itulah mencepatkan datangnyakemerdekaan.
III. PROGRAM.
Diatas kita sudah mencoba menerangkan, bahwa krisisatau pertentangan ekonomi & politik di Indonesiasangat tajam. Pertentangan itu, lebih-lebih, kalaukelak dicampuri oleh hal-hal lain, seperti bahayakelaparan atau penyakit, pada tiap-tiap waktu bisamelahirkan revolusi.
Keyakinan ini tiadalah kita peroleh dari satu dalilatau nujum. Juga tidak, dari ilmu kebangsaancap N.I.P yakni karena yang memerintah berkulitputih dan yang terperintah berkulit hitam, yangmemerintah berwatak Barat dan yang terperintahberwatak Timur. Warna, watak atau Agama itu takperlu mendatangkan revolusi. Kalau umpamanya diIndonesia ada kastahartawan bumiputera yang kuat,walaupun kasta ini beragama berkulit putih danberwatak Timur, tetapi dengan konsesi 1/2 sampai7/8 Parlemen, revolusi itu tiap-tiap kali bisadihindarkan. Betul warna, agama dan watak itu bisamenambah tajamnya pertentangan yang sudah ada,tetapi tiada bisa menjadi hoofd-factor atau hal yangterpenting dalam sesuatu pemberontakan. Yang bisamendatangkan revolusi di Indonesia kita inisewaktu-waktu ialah karena pada krisis ekonomi danpolitik, yang dipertajam oleh perbedaan watak, warnadan agama, tak ada kasta-hartawan bumiputera, yangbisa memperdamaikan yang memerintah dengan yangterperintah.
Sebab kita tahu, bahwa kemodalan Belanda besok ataulusa mesti jatuh, maka haruslah kita darisekarang mengadakan peraturan ekonomi & politik,ialah program yang cocok dengan kastanya partaikita, yakni partai Rakyat melarat, yang tergambar padaP.K.I dan S.R.
Betul sesuatu program revolusioner, yakni kehendaksesuatu golongan atau kasta, tak berarti, kalau takada pergerakan revolusioner dari kasta itu sendiri.Tapi betul pula, bahwa sesuatu pergerakanrevolusioner yang tidak mempunyai basis teori,atau lantai yang berdiri atas teori akan matisendirinya saja. Lihatlah Budi Utomo, S.I danN.I.P. Ketiganya, dulu, mula-mulanyarevolusioner. Tetapi tidak satu yang bisamenggambarkan maksudnya dengan terang. Betul juga sebab jatuhnya ketiga partai itu karena takmempunyai disiplin, tetapi sebab yang terutamasekali ialah mereka tak bisa membuat program yangkukuh
Juga partai kita, walaupun di sana sini lebih terangmelahirkan kehendaknya dari partai yang lain 2 diIndonesia, belum pernah memformulasi atau menetapkanprogram dengan secukupnya. Apabila kita mau tinggal memegang pimpinan revolusioner atas Rakyat melaratdi Indonesia, maka haruslah sekarang kitamemaklumatkan kehendak kita, dalam perkara ekonomi,politik, sosial d.s.g.
Adapun program itu tiadalah bisa kita gali daridalil yang keluar lebih dari 1300 tahun dahulu,seperti pahamnya Haji Agust Salim, karena peraturannegeri pada zaman yang belum mempunyai pabrik, Bankdan kereta api itu berbeda sekali dengan keadaannegeri kita sekarang. Tiadalah pula bisa program itukita timbulkan dari sentimen atau perasaankebangsaan saja Kaum N.I.P. Akhirnya tiada pulabisa disalin dari programnya sesuatu partaikomunis di Eropa atau Amerika dimana keadaanekonomi, politik dan sosial berbeda sekali dengankeadaan di Indonesia. Melainkan kita harus memakaigeest atau semangatnya Marxisme, buat mendirikanprogram yang cocok dengan keadaan di negeri kita.Jadi cuma metode atau cara mendirikan programitu saja bisa Marxis atau Komunis tetapimaterial atau perkakas mendirikan itu ialahIndonesia.
Berpadanan dengan itu, maka watak program kitaharuslah:
a) Cocok dengan kekuatan kita. Tuntutan kitatak boleh terlampau jauh, supaya kita jangan lekasdilabrak oleh musuh, baik diluar atau didalamnegeri, Sebaliknya pula kita tak boleh mengadakanperaturan ekonomi & politik yang mundur, dimanaRakyat akan tinggal terhisap dan tertindas. Berapajauhnya tuntutan kita itu, sebagai partaiinternasional, kita juga mesti memikirkan keadaaninternasional. Artinya itu, revolusi dunia, bolehjadi tiada lama lagi akan pecah. Tetapi boleh jadijuga lebih lama dari kita kehendaki sendiri, Kalaurevolusi-dunia besok pecah, tentu kita besok pulabisa dapat pertolongan lahir dan batin (perkakasmesin, kepandaian buat industri d.s.g) dari buruhEropa dan Amerika. Kita dalam hal ini tak akancelaka, kalau segera mendirikan Diktatur-Proletaryang sempurna, yang sepadan dengan keadaanKapitalisme Indonesia. Tetapi kalau revolusi dunialama lagi akan pecah, dan kita besok mendirikanSoviet-Republik, maka kita yang terletak di antaraimperialisme Inggris, Amerika dan Prancis ini danterpisah sekali dari kaum Buruh revolusioner diRusia, Eropa dan Amerika, dengan lebih lekas danlebih kuat dari pada Rusia akan dikepung dan dilabrak oleh imperialisme itu. Sedangkan Republik biasasaja (demokratis) sudah akan bisa menggojangkan seluruh Asia, apalagi kalau nama Republik itu dimerahkan pula. Tidak bisa dibantah lagi bahwa,walaupun Indonesia terutama landbouw-land, tetapihidup kita sudah sama dengan industrieel land sepertiEropa. Ekonomi sudah hampir sama sekalibersifat internasional, karena hasil industri danlandbouw kita seperti gula, minyak-tanah, karet,kopi, kina, dll sama sekali tergantung dariperniagaan di luar negeri kita dan pasar-pasardi luar Indonesia. Sebaliknya pula semua keperluanhidup Rakyat Indonesia seperti kain, perkakas danberas sama sekali datang dari negeri lain. Kalau Inggris atau Amerika besok tak mau mangakukemerdekaan kita, artinya itu tak mau berniagadengan kita, maka sehari kita tak bisa mengurusekonomi. Berhubung dengan itu sebentar kita akanjatuh. Jadi jauhnya program kita haruslah sepadandengan kekuatan kita yang ada dan cakap menentangmusuh lari atau tersembunyi, baik didalam ataupundiluar negeri. Program itu haruslah satu lantaiyang kukuh buat berjalan sendiri (kalau revolusidunia belum datang) atau buat berjalanbersama-sama dengan dunia (kalau revolusi duniasama datang dengan kemerdekaan Indonesia).
b) Bisa menaikkan derajatnya Rakyat Indonesia.Kaum-Buruh Indonesia haruslah memiliki perkakashasil yang besar-besar, seperti pabrik, ondernemingen (bahasa Belanda untuk ventures atau perusahaan - catatan editor),tambang, Kereta, Kapal dan Banken. Mereka haruslahbetul-betul berkuasa dalam hal menentukan,membuat dan membagikan (produksi & distribusi)hasil negeri. Mereka haruslah berkuasa betul dalamhal politik negeri. Perhubungan antara tuan danbudak, seperti yang masih ada di Eropa (kecualiRusia) Amerika dan Jepang, yakni negeri-negeri yangkapitalistispelan, haruslah dihapuskan. Untung yangberjuta‑juta yang sekarang tiap-tiap tahun mengalirkesakuLintah Darat Belanda, di Den Haag, haruslah tinggaldi Indonesia sendiri. Uang, ini boleh dipakai buatDidikan dan Kesehatan Rakyat, buat membantu KaumTani dan saudagar kecil dan Tukang-Tukang denganjalan Koperasi dan terutama buat mendirikanindustri model baru di Indonesia, seperti industripembuat kapal, kereta, mesin-mesin dan perkakaslain-lain, pabrik kain, kertas dan membangunelectrische-centrale (bahasa Belanda untuk pembangkit tenaga listrik - catatan editor) dari sungai-sungai dandanau-danau di Indonesia. Dengan perbutan demikian,maka niscayalah lama lambat seluruh RakyatIndonesia, Buruh , Tani, Tukang dan Student akanmaju derajatnya dalam hal ekonomi, politik, sosialdan kebudayaan atau peradaban.
c) Bisa menarik Indonesia ke zaman industrialismemodel baru. Bahwa perusahaan besar-besar, kepunyaan modal asing perlu dan bisa dimilikikaum-Buruh, itu sudahlah terang. Perlu, karenadengan jalan begitu, hasil boleh diatur denganrasional, yakni menurut keperluan Rakyat, bukanlagi buat di Lintah Darat di Eropa. Bisa, karenaperusahaan besar-besar itu semuanya kepunyaanModal-Asing, yang memperoleh harta itu dari RakyatIndonesia juga dan tiadalah ada Kaum-Hartawanbumiputera yang cukup kuat buat melawan politiknasionalisasi Kaum-Buruh. Dengan pertolongan uangpada tukang, saudagar-kecil dan tani di Indonesia,dan dengan memberi pertolongan kepada merekamendirikan Koperasi Negara, Pemerintah Baru diIndonesia bisa membesarkan dan mengumpulkanperusahaan kecil-kecil yang terpancir-pancir danbisa membawa semua perusahaan kecil-kecil itu kebawah pimpinannya. Semua perusahaan kecil, lamalambat akan hilang, sebab terbawa di bawah pengaruhPemerintah-Baru (Republik-Indonesia), atau kalahbersaing dengan perusahaan Republik yang besar-besar. Kalau daya upaja yang tersebut diatasditambah lagi dengan daya upaja mendirikanperusahaan yang model baru, maka dengan segeraIndonesia, yang begitu mundur sekarangindustrinya, sesudah beberapa lama akan menjadinegeri industri model baru di dunia penduduknyaakan bertambah maju dalam segala hal dan politiknyajuga akan memeluk seluruh alam atau menjadiinternasional.
d) Bisa Mengadakan kerukunan seluruh Rakyatmelarat.Kerukunan itu perlu tidak saja buat merebutkemerdekaan dari imperialisme Belanda, tetapijuga buat mempertahankan kemerdekaan itu keluarnegeri (Inggris, Amerika dan Jepang). WalaupunKaum-Buruh kita terkuat dari kasta-kasta lain diIndonesia, tetapi ia sendirinya saja tentu sukarmerebutkemerdekaan buat seluruh Indonesia, seperti jugabuat Sumatra, Borneo, Celebes d.s.g, dimanaindustri dan kaum buruh baru mulai datang. DiJawasendiripun buruh industri yang betul-betul masih sedikit. Ringkasnya, walaupun buruh bisa termukadan bisa memberi pimpinan pada seluruh Rakyat melaratdalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, tetapiia mesti mendapat pertolongan dari, tani, saudagar,student, serdadu dan tukang. Haruslahseluruh Rakyat tertindas di Indonesia terikat dalamsatu "tentara‑kemerdekaan". Tetapi ikatan itu harus berdasar ekonomi. Tani, atau tukang, tak bisa lama diikat denganpaham kebangsaan cap N.I.P. atau B.0. atau denganagama cap S.I. saja. Ikatan semacam itu tidak bisakukuh, karena tak mengandung kekuatan lahirmelainkan perasaan saja. Ikatan itu cuma bisakekal,kalau berdasar ekonomi jani, kalau tani, tukang dansaudagar dalam persahabatan dengan buruh itubetul‑betul mendapat keuntungan lahir dan batin (ekonomi,politik dan sosial). N.I.P. dan B.0. takkan bisamemperbaiki nasib kaum melarat, sebab kalau Indonesiadi bawah pimpinan mereka menjadi merdeka, makaperusahaan besar-besar akan jatuh di bawah Angenent,Veynschenk, Raden Mas ini, atau Raden itu. PunS.I tak akan bisa juga karena sesudah negerimerdeka urusan ekonomi sama sekali akan jatuhdi bawah Kyai, Haji atau Sjech, seperti di Mesir Arab,Turki atau India. Tetapi kalau P.K.I. dan S.R.yang merebut kekuasaan, ia bisa menaikan derajat siKecil karena lebih dulu mereka menghapuskanhak-Milik pada perusahaan besar-besar danmenghapuskan kasta Hartawan. Sebab kasta-buruh diIndonesia bukan Kasta-Penghisap, maka ia kelak bisamengadakan perserikatan yang kukuh dengan segalagolongan yang terhisap dan tertindas oleh imperialismesekarang.
e) Bisa membangunkan semangat revolusionerseluruh Rakyat Indonesia, dengan kekal. Betulperasaan kebangsaan dan Agama bisa menbangunkankebencian kepada Penindas dan mendatangkankerukunan pada Rakyat, tetapi kebencian dankerukunan semacam, sangat negatif dan sementara.Sebentar menjadi dingin, seperti pepatah Minangkabau:Panas-panas tahi ayam. Tetapi satu Program yangmempunyai lantai teori yang kokoh dan mudahdimengertikan pada Rakyat, bisa mendatangkankeyakinan yang tetap, karena keyakinan semacam iniberhubung betul dengan hidup dan pikirannyahari-hari, dan bisa memberi jawab pada soal-soalekonomi, politik dan sosial. Dari keyakinan semacamitulah saja bisa timbul kemauan yang keras buatmempraktikkan cita-cita yang terpeluk oleh Programitu. Sebab itu Program yang kukuh itulah sajayang bisa membangunkan dan menetapkan semangatrevolusioner dari seluruh Rakyat Indonesia sampaimaksudnya sampai.
III. PROGRAM
1. Program Nasional P.K.I & S.R.
A. Ekonomis
1. Nasionalisasi atau memindahkan Pabrik danTambang (seperti pabrik gula, kina, kelapa, semendan tambang arang, emas, timah d.s.g.) ke tanganPemerintah Rakyat Indonesia.
2. Nasionalisasi Tanah dan Kebon, seperti Gula,Getah, Tebu, Kopi, Kina, Kelapa, Indigo d.s.g.
3. Nasionalisasi Transportasi dan Komunikasi(Kereta, Kapal, Telegraf dan Telepon).
4. Nasionalisasi Bank, Perusahaan danlain-lain Anggota-Perniagaan.
5. Electrificatie perusahaan, dan mendirikanindustri model baru dengan pertolongan Negara,seperti buat pakaian, kereta, kapal, mesin d.s.g.
6. Mendirikan Koperasi-Rakyat dengan pertolonganNegara. Memberi perkakas dan pertolongan pada KaumTani, buat memperbaiki pertanian.
7. Emigrasi atau memindahkan sebagian pendudukJawa dengan ongkos Negara, ke pulau-pulau di luarPulau jawa.
8. Membagikan Tanah-Tanah kosong padaproletar-tani, dan memberi pertolongan pada Tani itubuat mengerjakannya.
9. Menghapuskan sisanya feudalisme (Yogya, Solod.s. g) dan Tanah Partikulier, serta membagikantanah-tanah ini pada Tani-Tani Miskin dan ProletarTani.
B. Politik.
1. Kemerdekaan Indonesia yang sempurna (absolut) padasaat ini juga.
2. Mendirikan Federasi-Republik dari kepulauanIndonesia.
3. Memanggil Rakyat-Rakyat Indonesia yang mewakiliseluruh Golongan dan Rakyat Indonesia pada saat inijuga.
4. Memberi hak-Memilih yang sempurna pada RakyatIndonesia (lelaki & perempuan) pada waktu inijuga.
C. Sosial.
1. Gaji minimum.
2. Kerja 7 jam dan memperbaiki nasibkerja dan hidupnya Kaum Buruh.
3. Perlindungan Kerja (Arbeidsbescherming) KaumBuruh dengan mengakui hak buat mogok.
4. Mendapat sebagian Untung dari Perusahaan yangbesar-besar.
5. Mendirikan Rapat-Buruh (Arbeidersiaden) padaperusahaan besar-besar.
6. Menceraikan Negara dengan Agama, dengan mengakuiKemerdekaan Agama seluas-luasnya.
7. Memberi hak-hak ekonomi, politik dan Sosial padasemua penduduk Indonesia lelaki dan perempuan.
8. Nasionalisasi Gedung besar-besar, mendirikan rumah-rumah baru, dan membagikan tempat tinggal buatBuruh-Negara.
9. Membunuh penyakit menular dengan sekuat-kuatnya.
D. Didikan.
1. Didikan dengan diwajibkan dan ongkosnya Negara buatsemua penduduk Indonesia sampai berumur 17tahun, didikan mana memakai bahasa Melayu sebagaibahasa utama dan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yangterpenting.
2. Menghapuskan peraturan dan asas Didikan sekarangdan mendirikan peraturan dan asas baru,yangpraktis, yang langsung berhubung dengan industriyang ada dan yang akan didirikan.
3. Memperbanyak dan memperbaiki sekolah PertanianPertukangan dan Perniagaan dan menambah serta memperbaiki sekolah tinggi buat Personel Teknik danAdministrasi yang tinggi.
E. Militer
1. Menghapuskan Laskar yang imperialistis sekarang danmendirikan Laskar Rakyat buat mempertahankanRepublik Indonesia.
2. Menghapuskan hidup di tangsi dan peraturan yangmenghina Kaum-Serdadu, memberi izin tinggal dikampung dan di rumah yang dibikin buat mereka,penganggapan yang lebih baik dan menambah gaji KaumSerdadu Rendah,
3. Memberi hak leluasa buat Organisasi dan Pertemuankepada Kaum Serdadu.
F. Polisi dan Justisi.
1. Memisahkan Pemerintah dari Polisi dan Justisi.
2. Memberi hak-sempurna kepada tiap-tiap Pesakitan,buat mempertahankan diri di muka Hakim, danmelepaskan seorang tertuduh dalam 24 jam, apabilaketerangan dan saksi kurang cukup.
3. Semua Perkara, yang wettig (mempunyai cukup dasarhukum) mesti diperiksa dalam 5 hari pada tempat yangumum, teratur dan patut.
G. Aksi-Program.
1. Menuntut 7 jam kerja.
2. Minimum Gaji dan perbaikan Kerja dan Hidupnya Kaum Buruh.
3. Mengakui Federasi Serikat Buruh dan hak Mogok.
4. Mengatur Tani buat hak-ekonomi dan politik.
5. Menghapuskan Punale Sanctie (pidana terutama atas penolakan untuk melakukan pekerjaan dan melarikan diri - catatan editor).
6. Menghapuskan hukum-hukum dan peraturan-peraturan buat menghambatpergerakan politik, seperti Exorbitante-Stakings-Pers (sensor media - catatan editor) dan Onderwyswetten dan mengaku hakleluasa buat bergerak.
7. Menuntut hak membikin demonstrasi. Massademonstrasi (ramai-ramai) di seluruh Indonesiabuat melawan Tindasan Bergerak dan Pajak danbuat melepaskan semua pemimpin Rakyat yang dibuidan mengembalikan semua pemimpin Rakyat yang dibuang,massa aksi mana harus dikuatkan oleh Mogok-Umumdan Massa-ongehoorzaamheid (tak menurut perintahpemerintah).
8. Menuntut menghapuskan Volksraad (dewan penasehat untuk Netherlands East Indie yang dibentuk oleh Belanda - catatan editor), Raad van Indie (Council of Indies atau Dewan Hindia yang dibentuk untuk mengawasi Gubernur-Jendral VOC - catatan editor) danAlgemeene Secretarie (Seketratis Jendral - catatan editor) dan memanggil Rapat Rakyat(Nasional Assembly) dari mana nanti akan dipilihAnggota Menjalankan Hukum (Komite Eksekutif), yangbertanggungan kepada Rapat Rakyat.
2. Keterangan Program.
Program diatas, ialah buat seluruh Rakyat Indonesia, yaitu Kasta-Proletar dan Non-Proletar atau yangtidak Proletar, seperti Kasta Tukang, SaudagarKecil, Tani, Student d.s.g yang semuanya menghendakiKemerdekaan sebagai Bangsa dan melawan ImperialismeBelanda. Sebab di Indonesia tidak sampai 1% penduduk yang membenci pada Indonesia Merdeka dan cintapada Pemerintah Belanda, maka Program Nasional initidak salah namanya, karena betul memeluk hampirsemua penduduk Indonesia.
Oleh karena di Indonesia Kasta Buruhlah yangterkumpul atau geconcentreerd (terkonsentrasi), maka ia lah pulayang bisa memberi pimpinan pada kasta-kasta yanglain-lain yang cerai berai itu. Pada Program inikita melihat, bahwa Buruhlah yang termuka dalam haltuntutan. Terutama tuntutan ekonomi (A), Sosial(C), dan Aksi (G), sebagian besar semata-mata buatkeperluan Kaum Proletar. Tetapi dalam tuntutanPolitik (B), Didikan (D), Pengadilan (F), keperluanBuruh banyak bersamaan dengan non-Proletar, sebabitu bisa dicampurkan. Umpamanya semuatuntutan politik (B. dari 1-4) sama sekali bolehdipakai buat non-proletar. Tuntutan ekonomiseperti A. 5, 6, 7 dan 8 bolehlah dikatakan terutamabuat non Proletar. Sedangkan tuntutan F dari 1-3semata-mata buat kasta yang tidak boleh kita lupakandan lengahkan ialah Kaum-Serdadu.
Walaupun pada Program Nasional, yakni buat seluruh Native atau penduduk Indonesia, semuatuntutan kita jadikan satu, tetapi dalampropaganda dan agitasi tentulah, tuntutan yangterutama buat Kaum Buruh tidak boleh kita pakaibuat kaum Tani. Umpamanya tututannasionalisasi pabrik tentulah buat kaum Tani tidaksepenting perkara pertanian dan koperasi. Jadidalam agitasi dan propaganda kita mesti pilihtuntutan yang konkrit atau yang nyata dan dirasa buat masing-masing kasta. Kadang-kadang kitapentingkan betul tuntutan ekonomi seperti padakasta Buruh dan Tani, kadang-kadang kita pentingkanpolitik seperti pada penduduk kota dan KaumStudent, kadangkadang perlu kita terangkan sikapkita terhadap kepada agama, seperti di Solo, Yogya,Aceh, Banjarmasin.
Semua tuntutan yang diatas tentulah yang umumnya saja. Berpuluh-puluh tuntutankecil-kecil buat Buruh, Tani dan Student atauTukang, di Jawa atau Sumatera d.s.g pada kitab initak bisa kita tuliskan. Program Nasional haruslahpendek dan memeluk dasar dari tuntutan yangterutama saja. Tetapi plaatselyke Organisaties danplaatselyk Beleid atau kecakapan pada masing-masingtempat tak boleh melupakan tuntutan yangplaatselyk dan penting buat satu kasta ataugolongan. Umpamanya buat Kaum Militer boleh lagiditambah beberapa tuntutan. Begitu juga buatBuruh Gula, buat Pelabuhan, buat Tani di d jawa,Sumatera dan Borneo, buat saudagar kecildi mana-mana negeri, buat pemancing ikan di Madura,Ternate d.s.g, pimpinan pada masing-masing tempatmesti mengadakan tuntutan, sehingga seluruhpenduduk Indonesia mempunyai Program buat mengubahnasib masing-masing kasta atau golongan.
Semua tuntutan itu haruslah konkrit ataudirasa, pendek dan terang. Dari tuntutan bersifatsemacam inilah bisa datang keyakinan dan bisa lahiraksi revolusioner.
IV. ORGANISASI.
Adapun perkara organisasi pada suatu jajahan, seperti Indonesia adalah suatu perkara yang sangatsukar dan penting sekali. Dari pada kuatnyaorganisasi kita itulah bergantungnya, bisa atautidakkah kita kelak memecahkan organisasi musuhyang sangat teratur tiu. Berhubung denganOrganisasi kitalah kelak bergantungnya, bisa apatidakkah kita merebut Kemerdekaan, baikpun sebagaiBangsa ataupun sebagai Kasta.
Tiadalah bisa kita putuskan semua persoalanOrganisasi itu dengan perkara Agama, sehingga barangsiapa sudah "dikekahkan" dan pandai menyebut"syahadat" bolehlah diikat di dalam satuperkumpulan. Tiada perduli apa yang satu SaudagarBesar dan yang lain buruh atau tani melarat. Ataudengan persoalan Kebangsaan, sehingga barangsiapamempunyai kulit hitam atau setengah hitam bisamasuk ke dalam satu Partai politik. Tak perduliapa yang satu Tuan Tanah dan yang lain tak berpunyaapa-apa.
Kita harus menyusun serdadu buat merebut kemerdekaan itu menutut keperluan masing-masing,yang sama keperluan hidup dalam satu organisasipula, karena buat memperbaiki keperluan hidupitulah manusia dari tiap-tiap Sejarah dan tiap-tiapbangsa bergerak dan mengorbankan nyawanya. Olehkarena si Kapitalis bertentangan keperluannya dengansi Buruh, baikpun mereka "Indier" cap N.I.P.ataupun kaum-Islam cap S.I, seperti macanbertentangan keperluannya dengan sapi, oleh karenaitulah mereka dari dua Kasta itu tak bolehdisusun dalam satu barisan. Kalau mereka sementarabisa bekerja bersama-sama buat menendang musuh,seperti di Indonesia, haruslah mereka disusundalam berlain-lain barisan. Oleh karena kita Marxispercaya, bahwa semua pertandingan di dunia terbawaoleh tindasan dan kemelaratan, maka sebab itulah kitaterutama bersandar atas Kaum Tertindas dan Melarat.
Walaupun kita internasionalistis, tiadalah bisa kitamengambil saja Organisasi Buruh di Eropa atauAmerika dan tanpa kritik, menanam Organisasi itudi negeri kita. Organisasi-pindahan semacam itu akanmati sendirinya saja, seperti gandum Eropa, kalaudipindahkan ke Indonesia niscaya akan mati juga.Kita harus dengan semangat Marxisme, memeriksa keadaan ekonomi, sosial dan kebudayaan di negeri kita,memeriksa banyak, kuat dan kualitasnya kasta-kastayang ada di Indonesia dan menyusun tiap-tiap Kastayang terhimpit pada masing-masing Barisan danmenyusun semuanya Barisan dari semuanya Kasta itupada Tentara Nasional, buat memecahkan musuh daridalam ataupun luar negeri.
1. Maksud dan Sifat-sifat Organisasi
Maksudnya Partai Revolusioner di Indonesia ialah buat menendang Musuh dan mempraktikkan ataumelakukan Programnya. Jadi Cara dan Sifatnyabekerja haruslah sepadan dengan Maksudnya itu,dan sepadan pula dengan Tempat dan Keadaannyabekerja. Artinya yang terus ialah sepadan dengantingkat dan tajamnya perkelahian dan sepadan denganpulau, kota atau desa tempat kita mengadakan aksi.Berhubung dengan itu, maka aksi kita pada waktureaksi belum kurang ajar dan Rakyat masih lembekberlainan den gan aksi kita, kalau reaksi kurangajar dan Rakyat bangun dan tetap hati. Dan lagi aksiyakni cara dan sifatnya kerja kita itu di Jawalain dari di Sumatera atau Ternate, di Surabayalain dari di Cicalengka atau Magelang, dimanaindustri masih lemah.
Makin plastis atau liat seperti rotan Cara dan Sifatkerja kita itu, makin besar pengaruh Partai kita diseluruh Indonesia dan makin dekat Maksud kita.Supaya kita bisa memimpin seluruh Rakyat Indonesiayang tertindas itu, haruslah kita lebih dahulubisa memimpin Partai kita sendiri yang sebagaiAvant-Garde atau Pasukan Muka dari Rakyat yangRevolusioner itu.
Sebab itulah maksudnya Organisasi kita, terutama buat mengatur pimpinan yang sempurna, yakni menyusun dan mendidik kekuatan yang bisa memberipimpinan kepada seluruh Rakyat.
Pimpinan itu baru bisa sempurna, kalauperhubungan atau kontak dengan Rakyat sempurnapula. Tanpa kontak satu Partai tak bisa memberipimpinan, karena ia terlampau maju di muka atauterlampau tinggal di belakang Rakyat.
Supaya hubungan dengan Rakyat Melarat rapi sekali,maka Organisasi kita memeluk dasar DemokratisSentralisme. Artinya ini Sentralisasi Pekerjaanyang dilakukan dengan semangat demokratis atau samarata. Jadi semua anggota Revolusioner dan semuaanggota Revolusioner, seperti P.K.I, S.R, Serikat Buruh,JOI, d.s.g, masing-masingnya harus bekerja menurutkekuatan masing-masing, pekerjaan mana mestiteratur dan terkumpul. Bedanya Partai kita denganPartai Sosial Demokrat, yakni beda bekerja. PadaPartai Sosial Demokrat yang bekerja itu cumapemimpinnya, tetapi anggotanya pasif saja. Sebabitulah Partai Sosial Demokrat sangat birokratis.Semua anggota menurut saja apa perintah pemimpinnya,sama betul dengan demokratisnya Parlamentarisme KaumHartawan, yang juga terbagi atas Menteri yangaktif dan mengerjakan sekalian pekerjaan dananggota Parlemen, yang kerjanya mengomong saja. PadaPartai Komunis semuanya anggota harus bekerja,kecil atau besar (propaganda, kursus, membagi suratkabar, buku, mengerjakan administrasi d.s.gmenurut kecakapan masing-masing), sehinggademokrasi atau sama rata kita artinya "sama ratabekerja." Sifat Demokratis Sentralisme itulah yangbisa menghilangkan birokratisme, dan ialah yangmendidik pimpinan sampai kuat dan plastis.
Disiplin itu, ialah nyawanya suatu pergerakanrevolusioner. Dalam pergerakan S.I sudahlah cukupkalau seorang bersumpah "demi Allah demi Qur'an,"buat menjadi anggota. Dalam pergerakan N.I.P sudahlahcukup kalau orang yang mau jadi anggota itu mengaku azas N.I.P. Sesudahnya ia bersumpah, atausesudah ia mengaku dasar itu ia boleh tidurnyenyak, dengan tiada dapat gangguan apa-apa daripartainya. Tetapi buat pergerakan kita "mengakuProgram" itu belum lagi setengah kewajiban seoranganggota.
Partai komunis tiadalah menghendaki "pendetaKomunis" yang hapal programnya dari muka sampai kebelakang dan dari belakang sampai ke muka. Partaikita mau aksi atau perbuatan, aksi yang tetap danbenar yang berpadanan dengan azas dan maksud kita.Kalau pada waktu sebelum revolusi seorang anggota tiadamengeluarkan aksi apa-apa, maka tiadalah bisa kitaharapkan yang dia pada waktu yang penting tiba tibasaja akan mendapat semangat yang aktif, seolah-olahmendustakan dirinya sendiri pada waktu biasa.Ringkasnya Partai kita menuntut aksi yang tetap danbenar, besar atau kecil dari tiap-tiap anggota. Kalauseorang anggota tiada mencukupi perintah Partai,mengerjakan pekerjaan yang dikira berpadanan dengankekuatan anggota itu, maka lebih baik ia keluar sajadari pada tinggal dalam Partai dan memberi contohyang buruk pada kawan‑ kawannya yang lain.Tetapi disiplin kerja atau arbeiddisipline semacamitu, tentulah pula tidak dalam satu hari sajabisa kita jatuhkan. Kita periksa dulu keadaansatu Seksi atau Lokal dan perkara menjatuhkan"disiplin kerja" itu harus ditimbang betul-betuldengan pemimpin-peminpin yang sudah lama kerja.Tetapi disiplin itu haruslah segera dijatuhkanpada seorang anggota yang mengkhianati partai, juga padaseorang anggota yang tiada mempertahankan.
Serdadu revolusioner itu ialah serdadu yangmengerti dan mufakat dengan Program partainya, yangselalu bekerja sepadan dengan kekuatannya danselalu menjaga kesentosaan partainya terhadapkepada musuh di dalam atau di luar partainya.
Agitasi. Seperti seorang Penambang menceraikan emasitu dari tanah dan lumpur, maka kita mengeluarkanaksi Kaum Tertindas itu dari peri kehidupanmereka itu juga. Perkakas kita buat mengeluarkanaksi itu ialah Agitasi. Dari dalam, betul dankuatnya Agitasi itulah bergantung datangnya Aksi.
Membuat Agitasi itu tiadalah dengan "Assalamualaikum atau dalil-dalil" cap Haji Agust de Groote...... dengan tiada menyelesaikan persoalan hidup siKromo hari-hari, atau kalau menyelesaikan ia tiada berani menarik si Kromo kepada aksi. Juga tiadaseperti N.I.P yang agitasinya tiada pula lebih jauhwelsprekendheid (lancar) atau mahirnya bicara tentang darahIndier dan wataknya Indier. Kita Kaum Komunis takpula boleh berlaku seperti Kaum Syndicalist, yangmenyangka, bahwa kalau kita campur menuntut hakKecil-kecil ada berlaku kompromistis, dan cumaberharap, seperti kaum Utopis, bahwa Aksi Rakyatitu kelak datangnya akan sama sekali tiba-tiba saja.Tidak pula seperti si Pengkhianat Kaum SosialDemokrat yang campur menyelesaikan persoalan siKecil itu ialah buat menarik mereka, supaya iamemilih Kaum Sosial Demokrat jadi anggota Parlamen,atau supaya Kaum Buruh masuk jadi anggota PartaiSosial Demokrat. Kita Kaum Komunis menyelesaikanpersoalan si Kromo, supaya mendapat kepercayaan darimereka, bahwa kita betul-betul mau menolong mereka. Begitulah kita mendapat kontak dengan mereka danbisa menarik mereka kepada aksi yang teratur.
Agitasi itu haruslah konkrit atau nyata sekali.Haruslah ia bersandar atas hisapan dan, tindasan siKecil hari-hari. Di antara Buruh, tentulah perkaragaji, lama kerja dan penganggapan-lah perkara yangter penting. Tiadalah perkara ini boleh kitasingkirkan, melainkan kita dengan segala kepintaranmemberi jawab, yang bisa memberi kepercayaan danmenimbulkan aksi kaum Buruh. Pada pendudukkota-kota, dimana non-proletariers yang terbanyakitu, selalu diojak-ojak oleh Tuan Tanah, PemungutPajak, Tuan Rumah, d.s.g. perkara pajak danperkara sewa rumah itulah perkara yang penting buatperi hidupnya Rakyat. Begitulah pula padadesa-desa, baik di Jawa, Sumatera atau Celebesperkara tanah dan pajak itulah sangat dirasa olehpenduduk negeri. Dalam hal ini tiadalah boleh kitamemangku tangan dan seperti seorang Pendetamenunjuk ke kitabnya, serta berkata: "KalauKomunisme datang semuanya itu akan hilang.Apalkanlah Komunisme supaya Zaman Keselamatan itulekas datang. Rajinlah saudara mengunjungi Kursuskami. Kami tak suka main pakrol-pakrol, karena itusemua kompromis. Tahanlah lapar dan sakit sampaiKomunisme datang." Kita ulang lagi, apa sajatindasan Rakyat kita mesti memperlihatkan kepintaranbuat memberi oplossing atau jawab, mesti mempunyaikeberanian buat berdiri di muka, menuntut HaknyaRakyat, yang tertindas. Seperti si Penambang akanmendapat emas dengan memasukan tangannya kedalamlumpur begitulah pula kita harus bisa membawaRakyat ke dalam Aksi, kalau kita campuri kesakitandan siksanya hari-hari.
Dari aksi kita hari-hari itulah kita bisa memperolehkepercayaan, pengaruh dan Contract yang kekal, dandari aksi kecil-kecil itulah bisa lahirnya aksiyang besar. Marxisme itu bukanlah ilmu "hapalan"melainkan satu pedoman buat aksi, atau saturichtsnur tot handelen (guide to action)
Legal atau Illegal yakni Terbuka atau Tertutupnya,kita bekerja semuanya bergantung kepada keadaanbekerja. Kita suka bekerja legal, karena denganjalan umum itu Program dan Taktik kita lekasdiketahui oleh seluruh Rakyat. Tetapi kalauterpaksa, kita mesti teruskan propaganda dan Agitasikita dengan jalan tertutup. Walaupun kita dipaksaberjalan tertutup, kita harus memakai dengansegala kekuatan dan kecakapan segala jalan buatmendapat kontak dengan Rakyat. Tidak boleh kitageisoleerd (terisolasi) atau terpisah dari Rakyat.
Di Eropa Barat kita melihat pada waktu sebelumperang, Partai yang terbuka itu, tak bisa samasekali bekerja tertutup seperti Partai kita diRusia. Sebabnya ialah karena di Barat sangat tebaldemokratisnya negeri, jadi orang bisa mendorong kirikanan dengan mulut. Tetapi di Rusia Partairevolusioner harus bekerja di bawah tanah. Sebabitulah kalau Revolusi datang dan Partai revolusionerdi Barat itu terpaksa bekerja tertutup ia tidakbisa jalan seperti Partai kita di Rusia yang tahukerja, baik terbuka atau pun tertutup.
Partai yang selalu kerja tertutup itu, adamengandung bahaya, sama sekali akan kehilangankontak dengan Rakyat melarat. Sebab itu ia akantidak tahu, bagaimana perasaan Rakyat, dan kalau iatiba-tiba keluar, Rakyat tidak mengikut, atau kalauRakyat melarat tiba-tiba memberontak, Partai yangtersembunyi dan kehilangan kontak tadi, belum lagi siap.
Contoh Partai Konspirasi atau Rahasia, yang takmempunyai kontak itu banyak di negeri Timur,seperti. Afdeeling B satu contoh yang baik. Sesudahanggotanya disumpahi setinggi langit, maka ia boleh kelakmenunggu "alamat" dari Alam dan menunggu perintahdari pimpinan yang tertinggi, kapan mesti keluar.Alamat buat keluar itu, tiadalah hal yang nyatayang beralasan ekonomi atau politik melainkan, barangyang gaib-gaib yang kita kaum Komunis pada masaini tak bisa mengerti lagi. Anggotanya tak bekerjadengan sadar, memakai anggota ekonomi dan politikRakyat yang ada dan diaku sah oleh Pemerintah buatmendalamkan aksi, melainkan bekerja menambah iman.Tiba-tiba ia ketahuan oleh pemerintah, dan kalaupemimpinnya di hukum berat, Rakyat tercengang,karena ia memang tak tahu apa-apa.
Kalau kita mengatakan kita mesti kerja tertutup,maka maksud kita bukanlah mesti meninggalkanpekerjaan yang praktis hari-hari dan kita lakukankerja tertutup itu ialah karena terpaksa, sepertisekarang kita sudah terpaksa menutup sebagian daripekerjaan. Bukan karena kita takut melainkankarena kita tidak bodoh dan mau diprovokasi, yakniberkelahi sebelum siap betul. Pada masa Afdeeling Btak ada hal yang penting yang menyebabkan anggotanyaperlu bersumpah gelap-gelap, karena S.I mempunyaipengaruh berjuta-juta. Kalau S.I mempunyaipimpinan yang pantas atau ditolak majuberterang-terangan oleh Pasukan S.I. sendiri, dandalam S.I. sendiri, sebagai Linker-Vleugel atau SayapKiri, maka 2 atau 3 biji Belanda, yang tersesakkarena ada peperangan (1914-1918) itu gampang dikirimke pulau Merak.
Kalau kita Kaum Komunis terpaksa bekerjatertutup, maka kita mesti tetap tinggal bersambungdengan Rakyat. Anggota kita mesti tinggal mengurusanggota-anggota yang masih diaku Sah oleh yang berkuasa. Kalau Serikat Buruh umpamanya tak diaku, makakita lari ke koperasi, kalau inipun tak diakuikita lari lagi ke Serikat Kematian, dan seterusnya,sampai "saat" kita datang, yakni kalau seluruh Rakyatkeluar bergerak. Bekerja dalam Organisasi yang diaku sah oleh pemerintah itu perlunya bukan sajabuat mengetahui stemming atau suaranya Rakyat,tetapi juga buat mendidik pemimpin-pemimpin kitaberbicara dan mengatur Organisasi. Sehingga kalauPemberontakan datang kita tidak kekurangan Orator,yakni tukang pidato, Agitator dan Organisator yangcakap, pemuka-pemuka mana perlu sekali buatmerebut dan mempertahankan Kemerdekaan ke dalam danke luar Negeri.
Partai Komunis berdiri atas Massa-Aksi, yakni Aksiberamai-ramai dan Massa-Aksi ini bersamping kepadademonstrasi. Demonstrasi-politik, dijalankandengan tuntutan politik. Kalau yang menuntutcukup kuat dan gembira, maka hak-politik ituboleh direbut dengan kekarasan.
Pada sesuatu demonstrasi, kontak atau Perhubungan dengan Rakyat (Buruh, Tani, Tukang, Saudagardan Student) haruslah teguh betul. Perhubunganitu baru bisa teguh dan boleh dipercaya, kalauPimpinan demonstrasi itu ada mempunyai cukupwakil dari semua Kasta yang tersebut diatas. Suarasemua Wakil Kasta itu mesti didengar betul olehurusan demonstrasi, kalau tidak demonstrasi itubisa terlandpur atau ketinggalan. Sebab di Italia danInggris umpamanya pada waktu sesudah perang Partaikita, yang dikhianati oleh Sosial Demokrat itu takcukup mengadakan Wakil dari Serikat Buruh, jadi takcukup mengadakan kontak dengan Buruh, maka iajadi kalah, Di kedua negeri itu kita sudah bisamerebut politik negeri, sebab Buruh sudah luarbiasa kegembiraannya (di Inggris 1-2 juta BuruhTambang 3 bulan mogok). Tetapi Partai Politik Komunis disana tak cukup mendapat Suaranya KaumBuruh itu, sebab tak cukup Wakil di dalam Partai.
Supaya demonstrasi di Indonesia berhasil, haruslahkelak di Sentral Pimpinan Revolusioner diadakan Wakildari semua Pulau dan semua Kasta di Indonesia.Begitulah suara dari segenap pihak boleh di ukurdan kita tak mudah ketinggalan seperti di Italia atauInggris dulu itu dan tak pula mudahterlanjur seperti pada Aksi bulan Maret di Jerman1921.
Demonstrasi itu menuntut Pimpinan yang plastis danKorban yang banyak. Pimpinan mesti selalu tahu, apademonstrasi mesti diperkencang lagi dengan Pemogokanatau Boikot. Dalam masa itu Pimpinan, Surat Kabar,dan Perhubungan surat menyurat mesti ditempat yangrahasia, yang tak bisa diketahui oleh musuh.
Sebelum demonstrasi keluar, haruslah dibicarakanlebih dahulu tempat Demonstrator yang keluar darisemua penjuru kota atau desa mesti bertemu, apatuntutan yang penting buat masa itu, apaperspektif atau Hasil demonstrasi kelak, kapan danbagaimana mesti dibubarkan. Bersama-sama denganberiburibu dan berjuta-juta Demonstrator ituada tersembunyi Pimpinan, sebagai Staff umumatau Sidang Pimpinan, yang cukup mendapat kabardari manamana dan pada tiap-tiap saat bisa memberiperintah kepada pemimpin-pemimpin yang ditaruhdipenjuru yang penting-penting, buat memimpinsekalian pasukan demonstrasi tadi.
2. Tentara Nasional.
Berapa susahnya mengadakan Organisasi yang tetappada suatu jajahan seperti Indonesia, sudahlahbisa dibuktikan oleh sejarah pergerakan Indonesia, sendiri dalam kira-kira 17 tahun yang terakhir ini,Organisasi B.O cuma tergantung diawang-awangsaja, sama sekali tak mempunyai pengaruh diantaraRakyat. N.I.P dan S.I yang diembus dengan "kebangsaan"dan "Agama" sekarang sudah kosong karena pompa angintak bisa kerja begitu lama. Organisasi itu mestiberurat pada ekonomi dan Kasta, baru ia bisatumbuh dengan tetap. Tetapi kita mesti bilang terusterang, bahwa sampai sekarang pada partai kitasendiripun belumlah jelas dan konsekuen, bahwa"Keadaan ekonomi dan Keadaan Kasta di Indonesia"itulah yang menjadi kriteria atau ukuran dalampertimbangan kita buat mengadakan Organisasi. Dijajahan lain-lain seperti Mesir, India d.s.gdimana ada Nasional Kapital yang kuat dan pergerakanNasionalisme yang revolusioner, maka dalam golonganKaum Komunis sendiri adalah timbul pertimbangan,apakah tidak baik, jangan mendirikan Partai Komunissendiri, melainkan memasuki Partai Nationalis yangrevolusioner yang ada, dan dari dalam, sebagaiLinksche Vleogcl atau Sayap Kiri, menumpupergerakan Nasionalisme itu sampai ke Revolusi. Alasan pihak ini, yakni, dimana Buruh diatur olehKaum Komunis berpisah dari Kaum Nasionalis,seperti sudah dilakukan di Mesir dan India,disana pergerakan Nasionalis jadi mundur.Jadi kata pihak ini, selama pergerakan Nasionalismemasih revolusioner, biarlah Buruh Industri, yangmenang pada tiap-tiap jajahan jadi pasukan mukapergerakan revolusioner, diatur oleh KaumNasionalis, dan kita Komunis cuma menolongsaja dari dalam dan menjaga supaya pergerakanjangan jadi lembek. Maksud yang pertama toh, katapihak ini seterusnya melemparkan "imperialisme."
Disini tak tempatnya buat memeriksa pertimbangan inilebih jauh. Tetapi kita boleh mengambil pengajarandari pertimbangan itu, bahwa pada satu jajahanpergerakan nasionalisme itu buat melemparkanimperialisme satu faktor atau hal yang sangatpenting, yang tiada boleh kita putuskan dengan dogmaatau "kajian hapalan" saja.
Sebaliknya pula kita tidak boleh menunjuk ke bangkai S.I dan N.I.P dan berkata : "Nah, kan perlulagi dihidupkan bangkai bangkai ini."
N.I.P dan S.I mati karena ada mempunyai sebab yangdalam sekali, ialah karena tak ada Nasional Kapitalyang kuat di Indonesia, yang bisa memberi inspirasiatau semangat buat mendirikan Program yang kokoh,Organisasi yang teratur serta Taktik yang tetap,seperti di Mesir dan India. Oleh karenapemimpin-pemimpin B.O, N.I.P, & S.I seperti DauwesDekker, Tjipto, Tjokro Aminoto dan Salim terpaut olehKasta dan didikan mereka, ia tak pernah sampai kekasta Kaum Buruh. Mereka tak bisa mengerti, bahwadi Indonesia Kasta inilah yang kuat karenageconcentreerd (terkonsentrasi) dan dari Kasta inilah bisa datangnyainspirasi dan pimpinan buat merebut kemerdekaan.
Sebaliknya pula kita Komunis tak pula bolehmemandang Indonesia sabagai Negeri industri, sepertiJerman atau Inggris, dan memikir bahwa Kebangsaandan Agama dalam pertarungan kemerdekaan sama sekalitak ada artinya. Dan berhubungan dengan hal inicukuplah kalau di Indonesia kita adakan SatuPartai Komunis saja.
Sikap inilah kira-kira yang dipeluk oleh pihak yangmau menghapuskan S.R pada Konferensi bulanNovember 1924 di Yogya. Yang dijadikan alasan, ialah:
"Kaum borjuis kecil di Indonesia selalu kalah, jugadalam perjuangan dengan imperialisme Belanda, yangtergambar pada B.O, N.I.P & S.I. Sebab itu S.R yangjuga kumpulan borjuis kecil tak akan bisa menang."
Demikianlah kira-kira isinya Referaat Hoofdbestir.Kalah atau menangnya borjuis kecil di Indonesia buatkita pada masa ini perkara "puur philosophisch" (filosofi murni)artinya perkara timbang menimbang dengan tiada akanmendapat keputusan. Tetapi bukanlah kesimpulan atauputusan kalah menangnya itu sekarang yangterpenting buat kita, melainkan akuan, yang takdibantah, malah terbawa oleh Referaat tadi sendiri,yakni Kaum borjuis kecil masih selalu berkelahi,jadi masih revolusioner.
Inilah yang terpenting buat kita, dan hal ini memangapriori atau sudah termasuk ke dalam pikiran. KaumBorjuis Kecil, di mana-mana mau menjadiBorjuis Besar atau Hartawan-Besar. Pada ZamanBangsawan, Borjuis kecil Indonesia terhambat oleh Rajadan Bangsawan kita, sebab itu ia acap berperangdengan Bangsawan itu. Pada Zaman kita merekaterhambat oleh imperialisme Belanda, sebab itu iasekarang melawan imperialisme Belanda. Perlawanan inisudah terbawa oleh alam dan tak akan habis, selamakeadaan kasta-kasta masih tetap. Ringkasnya sekarangdalam himpitan imperialisme Belanda, borjuis kecilkita yang kira-kira 70% banyaknya dan tak berapabedanya tertindas dari Kaum Buruh Industri akantinggal revolusioner.
Berhubung dengan akuan diatas ini maka persoalankita seharusnya, sebelum imperialisme Belanda belum kalah, ialah:
Bagaimana kita mesti mengatur P.K.I. yang kuatsebagai Avant-Garde atau Pasukan-Muka daripergerakan revolusioner Indonesia ?
Bagaimana kita mesti menyusun Kaum Non-Proletar,sebagai Reserve atau Pasukan Pembantu pergerakanrevolusioner ?
Bagaimana kita mesti menarik Landstorm atau Laskardalam waktu tersesak, dari seluruh Rakyat Melarat ?
Bagaimana kita mesti mengadakan perhubungan antaraP.K.I dan S. R. sebagai Partai Non-Proletar ?
Inilah persoalan kemerdekaan di Indonesia. Kita mestimengaku, bahwa Non-Proletar saja tanpa KaumBuruh susah mengalahkan Belanda. Sebaliknya pulaKaum Buruh tanpa pertolongan 70% Non-Proletartidak pula mudah akan menang. Sedangkan di Jerman,dimana 75% dari penduduk negeri sama sekali buruhIndustri model baru, pada tahun 1923, yakni waktuyang terpenting sekali buat revolusi, kita dengansegala daya upaja mendekati Kaum Borjuis Kecil.Juga di Rusia kemerdekaan kita peroleh dan kitapertahankan dengan Kaum Tani besar kecil yangbanyaknya 80% itu, jadi dengan borjuis kecil juga.
Berhubungan dengan 4 persoalan yang diatas, makakita sangka pertimbangan buat mengadakan SatuPartai, yakni P.K.I saja buat seluruh Indonesiaada salah. Kita pikir di kota besar-besar sepertiBetawi, Semarang dan Surabaya pun sekarang mestidilakukan Partai Kembar, yakni P.K.I dan S.R. Denganpolitik Satu Partai, baik di seluruh Indonesiaataupun buat kota-kota besar, kita pikir, pertamakita bisa tinggal kecil (sectarisme) atau keduabesar, seperti perut kemasukan angin.
Kecil, karena sudah kita terangkan, bahwa Indonesiatidak negeri industri betul melainkan landbouw-industri. Sudah pula kita perlihatkan, bahwakota-kota kita bukan pusatnya industri (kain, besi,mesin, kapal d.s.g). Penduduknya kota-kota kita,terutama non-proletar, seperti tukang-tukang,dobi, saudagar kecil-kecil seperti penjualcendol, satai d.s.g. atau Buruh Halus, sepertiguru-guru, jongos, clerk d.s.g. Yang buruhtulen di kota-kota kita masih sangat sedikit, kalaudiperbandingkan dengan jumlah penduduk. Lagipula mereka bukan buruh industri produktifyakni buruh yang mengadakan hasil (kain, besi,dll), melainkan buruh pengangkut, sepertikereta, kapal dan tram, yang kecakapannya jugakurang dari buruh industri betul. Tiadalahseperti di Berlin, London atau New York, dimana, kalaututup pabrik pukul satu berbunyi kita melihatsampai 1.000.000 Buruh Pabrik, yang muka, tangandan pakaiannya berkilat-kilat dengan minyak mesin,berduyun-duyun meninggalkan pabrik. Ini belumada! Malah belum seperti Bombay, dimana buruh kainsaja terkumpul 150.000. Atau di Calcutta yangmempunyai 300.000 buruh model baru, sepertiburuh pelikan (tambang), kain, mesin, kereta, kapaldll. Betul ada beratus ribu sudah terkumpul diperusahaan gula, tetapi mereka itu buruh tani.Yang buruh pabriknya baru sedikit, dan sebab disiniada pabrik gula, disana 50 KM lagi berdiri pabriklagi, jadi sebab sangat terpencar-pencar, maka kitasusah pula mengatur mereka.
Ringkasnya betul buruh kita (kereta, kapal, gula,minyak d.s.g.) lebih kuat dari non-proletar, karenamereka menjalankan perusahan negeri, tetapi kitajangan overschatten (overestimate atau melebih-lebihkan), melebihi perhitungan kekuatankita. Kalau kita bersandar semata-mata pada buruhtulen dengan mengadakan Satu Partai, sertamenghilangkan S. R. maka Partai kita akan sangatkecil.
Kalau ia dijadikan besar, maka terpaksa ia menarikjadi anggotanya saudagar-saudagar cendol, nasi, rujakd. s. g. Inilah namanya verwatering (mengencerkan), lebih santan daripada air dan seperti SI akan segera jatuhkegemukan saja. Tidak boleh tidak elemen borjuis kecil itu, kalau masuk Partai Komunis,walaupun ia "menghapalkan" program kita, akan membawasemangat dan wataknya borjuis kecil (adat, logika, dansifatnya). Betul kursus dan didikan bisamembangunkan semangat revolusioner, tetapi sebagaiMarxis kita mesti tahu "bahwa keadaan itulah yangmenentukan semangat" atau de materieele onderbouwbepaalt den geestelyken bovenbouw. Cuma kaumUtopis dan Dogmatis yang percaya, bahwa dengan"menghapalkan" saja satu ilmu bisa jadi orangbersifat baru. Betul bisa satu atau dua orang yangbukan golongan buruh bisa menjadi Komunis, tetapisebagai kasta, Kaum borjuis kecil tak bisa dilompatkan menjadi Komunis Revolusioner. Dan sebab diIndonesia borjuis kecil itu memang masih terpaut olehsemangat revolusioner (sebab belum pernah menang)sebab itulah kita gampang menyangka, bahwa sebab diarevolusioner itu ia Komunis. Inilah bahaya yang adakalanya kelak bisa masuk ke dalam badan PKIsendiri, yang bisa memecahkan diri dari dalam.
Bagaimana, kalau kita dirikan Satu Partai buatseluruh Indonesia dari kaum Buruh, dannon-proletar kita susun dalam Serikat Buruh?
Serikat Buruh saja tak cukup buat mereka, karenamereka borjuis kecil di negeri kita juga mempunyaicita-cita politik. Siapapun di kota-kota ataudesa-desa, apapun juga pekerjaannya ia maumerdeka sebagai bangsa. Jadi kita harus mengadakanpolitik yang sepadan dengan kehendak mereka itu.Koperasi, Serikat Buruh atau Serikat Tani takmencukupi cita-cita politik, lebih-lebih daripenduduk kota dan setengah kota.
Lagi pula, kalau kita mau mengadakan Serikat Buruh buatborjuis kecil di kota besar-besar seperti Betawi,Semarang, Surabaya d.s.g. di kota-kota klas dua seperti Sumedang, Pekalongan, Palembang, Banjarmasind.s.g, berapa ribu Serikat Buruh mesti kita bikin, buatmengikat saudagar kecil-kecil, jongos, tukangpenatu d.s.g, Ini dalam praktiknya mustahil!
Kita tidak saja di desa-desa dan kota-kota klas duamesti mengadakan Organisasi politik yang memenuhicita-cita 70% dari penduduk kita, tetapi juga dikotakota besar seperti Betawi dan Surabaya, dimanaborjusi kecilah yang terbanyak danindustri produktif sama sekali belumada. Baru kalau Partai Komunis bersamping denganOrganisasi, yang memeluk beribu-ribu anggota, yang padasegenap waktu bisa dijalankan bersama-sama, barukita bisa mengadakan aksi politik umpamanyademonstrasi yang berarti. Walaupun kita cuma duaatau tiga ribu, tetapi kalau kita dalam Aksi politiksebagai Avant-Garde dikelilingi oleh beribu-ribuProletar & Non-proletar sebagai reserve, dan disukaioleh seluruh Rakyat yang tertindas sebagai Landstorm,kita bisa menang.
Berhubung dengan pertimbangan kita diatas, makabuat menjawab 4 pertanyaan tadi buat IndonesiaOrganisasi yang berikutlah yang sepadan dengan keadaan kita
1. Diadakan Partai-Kembar (PKI & S. R.), padapusat ekonomi, politik dan Pergerakan, seperti diBetawi, Semarang, Surabaya, Bandung, Padang danMedan, pada pusat ekonomi (industri) seperti Cepu,Kediri, Pelaju, Belitung, Pangkalan Brandan,Sawah-Lunto, Balik Papan d.s.g, pada pusat politik,seperti Palembang, Kota-Raja d.s.g., pada pusatpergerakan, baik kereta atau kapal, seperti lain yangsudah tersebut diatas juga Banjarmasin, Makasar,Cilacap, Cirebon d.s.g. yaknimenurut pertimbangan yang lain-lain (seperti diBalik Papan sudah cukup PKI saja).
Anggota PKI terutama mesti dari Buruh industri,seperti dari bengkel, baik kereta ataupunpelabuhan, Buruh Cetak, Pabrik gula, minyaktanah, tambang arang, minyak d.s.g. Golongan inilahyang mesti jadi ruggegraat atau tulang punggungnyaP.K.I.
Kursus mesti dikencangkan, tetapi isinya mestipraktis dan berpadan dengan keadaan dan aksi diIndonesia. Program dan Agitasi, dikencangkan betul,ialah yang berhubungan dengan industri dan negeri.(Lihat Program Nasional!).
Kontribusi dipertinggi dan disiplin diperkeras.Dalam semua Aksi seperti Pertemuan, Mogok dandemonstrasi anggota P.K.I mesti dimuka.
2. Diadakan S.R. saja, selainnya dari tempat yangtersebut diatas (1) di seluruh Indonesia,di kota-kota klas dua, seperti Sumedang, Magelang,Paja Kumbuh, Pontianak, di pelabuhan klas dua,di desa-desa dan gunung-gunung sampai masuk kedalam hutan seperti Puruk Tjau di Borneo. Tak adatempat yang boleh di lupakan.
Anggota S.R boleh dari sembarang kasta, asal mengakuidasar revolusioner, yakni mau mengusir imperialisme Belanda (jadi berbeda dengan N.I.P, B.O & S.I ).Student, saudagar, tukang, tani dan penjual iniatau itu, beragama Islam, Kong Hu Tju atau Kristen;yang suka sama kebangsaan, agama atau anarkisme,pendeknya semua yang benci kepada TindasanImperialisme bolehlah berdiri di bawah bendera S. R.
Kursus haruslah berhubungan betul dengan "keadaan dan cita-cita mereka. Perkara kemerdekaansebagai Bangsa Nasional yang merdeka, perkara sewarumah, Pajak, pendidikan dan perkara yang lain,yang terasa betul oleh penduduk kota tak bolehdilupakan. Dalam kesusahan hari-hari, baikpundengan pakrol-pakrol si Kecil di kota atau desa yangtak berhak apa-apa itu mesti ditolong oleh S. R.
Kontribusi mesti serendah-rendahnya, karena maksudkita yang terutama, supaya menarik mereka ke bawahpengaruh dan ke dalam aksi kita. Juga disiplintidak bisa begitu keras, karena hal ini sudah terbawa oleh watak mereka. Jadi maksud kita yang terutama ialah mengumpulkan semua golongan yangtak senang hati di bawah Imperialisme Belanda dan memimpin mereka dalam segala aksi.
3. Dengan Perantaraan P.K.I, kalau krisis ekonomidan politik datang kita bisa menarik terutama, segalaBuruh industri yang ada, baik yang sudah diaturdalam Serikat Buruh ataupun yang belum di atur. DalamPemogokan atau demonstrasi PKI. akan memberipimpinan yang langsung atas semua golongan KaumBuruh di Indonesia.
Dengan perantaraan S.R, semua penduduk kota,seperti klerk, tukang, penjual ini atau itu,student d.s.g dan semua penduduk desa dan gunungakan menarik dengan Tuntutan yang pantas ke dalamAksi, seperti Boikot dan demonstrasi buat melawanKrisis ekonomi atau politik dan merebut Kemerdekaan.Jadi P. K. I. & S. R. keduanya mesti menjadi Organatau Anggota buat seluruh Rakyat Indonesia merebutKemerdekaan.
Teranglah sudah maksud kita bahwa kedudukan P.K.Idan S.R bukan kedudukan Bovenbouw (atas) dan Onderbouw (bawah),yang di kursus atau tak di kursus atau tinggi berendah(memang kita dengan semua Rakyat melarat mau kezaman persamaan, bukan?), melainkan kedudukandua kasta tertindas, tetapi berlainan keperluan dansifatnya, oleh sebab mana mereka harus di atur dalamdua pasukan. Sebab Buruhlah yang terkumpul danmemegang perusahaan negeri yang terutama sertanon-proletar terpencar-pencar, maka dari buruhlah bisa datang Aksi yang tetap, Ideal ataucita-cita yang tetap, Program yang tetap danSenjata yang tetap (Mogok). Berhubung denganitulah ia di Indonesia bisa memberi Pimpinan yangtetap revolusioner. S.R berdirinya bukanlah karenainternasional (memang ini dulu pelawan semangatN.I.P) atau karena tak beragama (memang inimengandung dan melawan semangat S.I) melainkan karenaia berdiri atas kasta non-proletar yang bersifatrevolusioner. Kasta dan semangat revolusioner itulahyang menjadi kriteria atau ukuran di S.R, dengantiada melanggar Agama atau Kebangsaan, malah mufakat,kalau Agama dan Kebangsaan itu ada memperkuatkeyakinan dan semangat Revolusioner.
4. Karena Buruhlah kasta yang terkumpul, danialah yang mempunyai senjata yang tertajam, yaknimogok, maka ialah pula yang mesti memberi pimpinanpolitik buat merebut kemerdekaan Indonesia.
Walaupun Seksi atau Lokal diatur dengan PartaiKembar, tetapi Sentral tentu mesti satu, supayaurusan, agitasi dan aksi bisa satu pula. Supayasemua golongan di Indonesia bisa diperhatikankeperluannya, maka pada Sentral Pimpinan Revolusionerdi Betawi, seberapa boleh kelak mesti diadakan wakildari semua pulau, dan semua kasta yang terutamaseperti Buruh, Student, Tani dan Penduduk kota.Buat memperhatikan kepulauan Indonesia yang begitubesar tentulah belum cukup 5 atau 6 orangduduk di Sentral Pimpinan.
Supaya agitasi buat seluruh Indonesia dirasabetul oleh semua golongan haruslah SentralPimpinan Revolusioner, membedakan agitasi buat satunegeri dengan yang lain (Jawa dengan Sumatera atauCelebes, Padang dengan Jambi); dan satu golongandengan golongan lain (Buruh dan Tani atau Studentdengan Penduduk kota). Berhubung dengan hal inipekerjaan di Sentral pimpinan haruslah dibagi-bagi(verdeling en specialiseeren van arbeid) (partisi dan spesialisi kerja).
Supaya pimpinan tinggal revolusioner, jangan seperti S.I atau N.I.P, haruslah baik di SentralPimpinan ataupun di Seksi atau Lokal, S.R yangmayoritas atau terbanyak ialah pemimpin Komunis.Dengan jalan begitu, kita menjaga supayapergerakan Indonesia tinggal proletaris dan takmenjadi oportunistis atau reformistis, yakni lembekseperti S. I. dan N. I. P.
Demikianlah Sentral Pimpinan Revolusioner di Indonesia, yang mengikat semua Seksi P.K.I & S. R, semua Serikat Buruh, Koperasi, dan mengikat JOI danRakyat-Scholen, yang menaruh semangat proletaris danrevolusioner, menunggu datangnya saat, dimana iadengan Massa-Aksi kelak akan merebut hak ekonomi danpolitik.
Oleh karena Massa-Aksi itu cuma bisa dijalankandengan Massa, yakni beramai-ramai, maka haruslahP.K.I yakni pemuka Kaum Buruh dan S.R yaknipasukan Muka Kaum Non-Proletar menambah anggotanyadengan berlipat ganda. Kalau S.I pada waktu baiknyabisa mengumpulkan sampai 1 atau 2 juta anggota(betul belum seperti anggota sekarang), dan menurutlaporan pemerintah sendiri sampai 5 atau 6 jutasimpatisan, yakni yang mufakat dengan S.I,maka kalau Taktik, Program dan Agitasi kita benardalam waktu di muka ini sekurangnya kita mestidapat laskar buat PKI 10.000 dan buat S.R500.000. Juga anggota dari Serikat Buruh yang terutamaseperti V.S.T.P, S.P.P.L, S.P.L.I dan S.G.B haruslah berlipat ganda banyaknya. Di Jambi, Palembang,Banjarmasin, Aceh d.s.g mesti ada koperasi-koperasi yangkuat. Demikianlah pula JOI harus memperbanyak anggotadan Seksinya. Di Betawi, Semarang dan Surabayabersamping dengan P.K.I yang bisa mempunyai 1000-2000anggota S.R bisa mendapat 10-20.000 anggota. Kalau sudahbisa kita mengadakan Tentara Nasional sebesar initidak saja Imperialisme Belanda segenap waktu bisahancur, tetapi juga imperialisme Asing tak akangampang menentang Tentara yang sebesar itu.
V. REVOLUSI.
1. Peperangan dan Revolusi.
Sebermula maka kemajuan Pergaulan itu diaturoleh hukum yang juga menguasai seluruh alam (hewandan tumbuh-tumbuhan), yang dinamai Hukum Evolusidan Revolusi. Kedua hukum ini sebetulnya satu,karena tak ada bedanya dalam sifat, melainkan berbedacepatnya bekerja.
Seperti suatu sungai harus mengalir ke lautan,demikianlah juga pergaulan hidup kita inimenuju ke zaman persamaan, kesentosaan danperadaban. Seperti sungai itu mengalirnya di tempatyang datar dengan tenang, demikianlah pergaulanhidup kita, kalau tak kuat kasta yang menghambatmaju dengan sentosa. Berhubung dengan itu, makakekayaan, kepandaian dan peradaban maju dengan tiadadi rasa.
Tetapi seperti sungai yang terhambat majunya olehgunung akan menebus gunung itu, demikianlahpula Pergaulan Hidup, yang terhambat majunya olehsatu Kasta atau Bangsa yang menindas, akanmemecahkan Kasta dan Bangsa itu.
Baik dengan damai atau perkosa, Evolusi atau Revolusi Pergaulan Hidup kita tetap maju.
Sebagian dari kemajuan itu terjadi dengan peperangan. Satu Bangsa memerangi yang lain, danmenghimpit bangsa yang lain itu dengan alat senjatapeperangan. Kemudian, maka bangsa yang menang itubertambah kaya, bertambah kuasa dan bertambahpandai, sedangkan yang kalah bertambah miskin, sertabertambah bodoh. Nietsche, seorang filsuf atauPemikir Jerman, menjunjung tinggi Uebermensch,atau Dewa dalam bukunya "Also Sprach Zarathustra"(Begitulah sabdanya Nabi Zoroaster) dan dalam "DieWillie Zur Macht (Nafsu merebut Kekuasaan), dimanaia menggambarkan dengan giat sifat-sifat yang perludipakai oleh seorang panglima perang dan pembesarnegeri. Buku-buku itu dibaca oleh Kasta Opsirdi Jerman di medan peperangan yang baru lalu inidalam asap meriam dan hujan pelor dengan segalakeyakinan.
Nietsche, ialah Nabi-Imperialisme, yang menyangka,bahwa peradaban itu mesti terbawa oleh kemenangansuatu bangsa atas bangsa yang lain. Inilahfilosofi imperialisme, yakni Kultur Paksaan,Peradaban Militerisme & Peperangan, serta Peradabanbunuh membunuh sesama manusia dengan maksudhendak menindas dan memeras bangsa yang lemah.Nietsche ialah Zenith atau puncak Peradaban, yangtergambar oleh Arjuno, Iskandar Zulkarnain,Napoleon dan Wilhem II.
Selamanya ada tindasan, selamanya itulah pula adarasa kemerdekaan. Cacingpun, yang diinjakbergerak kiri kanan, lebih-lebih manusia yangterinjak itu akan berusaha melepaskan dirinya dariinjakan itu. Si Bengis Nero, menguatkan majunyaKaum Kristen. George III mengadakan Washington, yangmelepaskan Amerika dari tindasan Inggris. Tsarisme diRusia mengadakan Bolshevisme. Inggris diIndia melahirkan Pergerakan Boikot dan Swaray,demikianlah tak akan putus putusnya.
Peperangan buat Kemerdekaan tiadalah untukmenindas bangsa lain, melainkan buat melepaskantindasan. Satria Kemerdekaan-Bangsa, tiadalah seorangPenindas, seperti Caesar, Napoleon dan Wilhem II,melainkan manusia yang berhati suci, berfikiranjernih dan yang setia kepada yang tertindas. Phoseondi Griek L'Ouverture pemimpin budak Negro, Garibaldidi Italia dan Rizal di Filipina, semuanya Satria,laksana gambaran Kemerdekan, Kesucian, Keberanianserta Kecintaan hati. Laskar Kemerdekaan, walaupunbiasanya miskin dan tiada bersenjata, lebih kuatdari pada Laskar Imperialisme, karena dasar danmakudnya lebih tinggi. Disiplin laskarKemerdekaan tiadalah pula perbudakan, seperti padaLaskar Imperialisme, melainkan kegiatan yang suci.
Tindasan feodalisme di Prancis, melahirkan pemikirbaru, yang wujudnya mau melepaskan tindisan satukasta dari kasta yang lain.
Voltaire dan Rousseau, dengan pena yang maha tajammemecahkan Feodalisme itu dan melahirkan fikiranbaru, buat zaman yang baru pula, yakni:"Kemerdekaan, Persamaan dan Persaudaraan."
Kaum Satria baru lahir pula, yakni buat menjalankan buah pena pemikir tadi. Mirabeau, MadameRoland, Danton, Robespierre dan Marat, ialah satriazaman baru, zaman mana kita masuki dengan banyakdarah dan air mata mengalir. Satria Prancis tadibelumlah insaf, bahwa Kemerdekaan, Persamaan danPersaudaraan itu sekarang diperkosa olehKapitalisme.
Pemikir baru mesti berdiri pula. Marx dan Engels,melahirkan pikiran dan pertandingan baru: "KaumProletar seluruh dunia bersatulah" Tidak lagisatu kasta dalam satu negeri, melainkan KastaHartawan diseluruh dunia haruslah dihancurkanoleh Kasta Proletar seluruh dunia, supaya datangKemerdekaan dan Komunisme.
Lenin, Trotsky, dll sejawatnya di Rusia sudah memperlihatkan, bagaimana besar kekuatan KaumProletar itu. Sekarang di seluruh dunia KaumProletar sedang mengatur kekuatan buat perkelahianyang lama, sukar dan bengis itu.
Imperialisme boleh bersiap mengadakan kapal perang,meriam, kapal terbang, kapal selam, bom dangas beracun. Bangsa jajahan di Timur dan KastaBuruh di dunia boleh sementara dihisap dan ditindas, dan tiada apa kalau miskin dan takbersenjata. Bangsa jajahan dan kasta Proletar adamempunyai senjata yang lebih tajam dari pada pelurudan bom, yakni kerukunan.
Kalau Bangsa di jajahan dan Kaum Proletar mengerti,serukun dan mau, maka tentara imperialisme ituakan pecah dari dalam sendirinya karena yangmemegang sekalian senjata itu ialah Kaum Proletarjuga.
Inilah senjata kita Kaum Revolusioner yangterutama sekali: Otak, Pena dan Mulut.
Serdadu Revolusi, ialah serdadu yang mengertiserta yakin, dan kalau saatnya sudah sampai, makadengan perkataan dan tangan saja ia bisamenjatuhkan musuh berapapun besarnya.
Revolusi bukanlah peperangan imperialisme, yangdilakukan buat bunuh membunuh dan rampasmerampas. Revolusi ialah satu pertarungan lahir danbatin, dimana satu Bangsa Tertindas atau KastaTertindas, melahirkan dan mengumpulkan sifat-sifatmanusia yang termulia untuk maksud yangtersuci.
2. Revolusi di Indonesia.
Objektifnya, yakni hal keadaan negeri di Indonesiasudahlah lama masak buat Revolusi. Lepasan-Kerja (pemecatan - catatan editor)terjadi hari-hari, dan tentara Kaum Buruh yang takkerja (werkeloozen) belum pernah sebesar sekarang.Gaji Kaum Buruh banyak dikurangkan, walaupunharga barang-barang masih tetap tinggi. Pajaksudah lama melewati kekuatan Rakyat kita.
Walaupun ekonomi dan politik dalam krisis, tetapiRakyat belum lagi matang revolusioner, artinya itubelum sempurna siap dan bergerak sendirinya merebutdan memegang urusan ekonomi dan politik Negeri.Kesadaran Rakyat kita dalam hal politik, sungguhpunsangat cepat majunya, baru dalam permulaan, sebabitu masih satu persoalan besar, apakah ia cukupkuat dan giat buat menentang musuh di dalam dan diluar negeri (Inggris, Amerika dan Jepang) padapertarungan yang tentu hebat dan lama sekali. RakyatIndonesia, yang belum pernah sedikitpun mempunyaihak politik, karena, dari dulunya terhimpit olehdespotisme dan imperialisme, tentulah tiada bisa dibangun kan dalam dua tiga tahun saja.Perkumpulan politik kita mesti dilipat ganda banyakdan kualitas anggotanya pada masa ini juga.Berhubung dengan itu agitasi mesti lebih dalam daripada yang sudah-sudah. Pun Serikat Buruh belum lagicukup mempunyai banyak dan kualitasnya anggota,buat merebut ekonomi dan politik Negeri dan kelakmenguruskan hasil dan pembagian hasil itu(produksi dan distribusi) serta mempertahankannegeri terhadap musuh di dalam dan di luar negeri.
Wataknya kelak Revolusi di Indonesia bolehlah sekarang kira-kira kita gambarkan. Tiadalah akan sepertidi Marokko umpamanya, dimana ekonomi masih sangatmundur sekali. Oleh sebab disana pencarian hidupteutama pertanian kecil (bukanondernimingen) danbergembala, maka tiadalah ada keberatan Abdul Karim buat menarik Tani dan Gembala itu lari kegununggunung, buat meneruskan peperangandengan Prancis dan Spanyol. Sebab negeri sangat besardan penduduk sangat sedikit (luas Marokko saja,yang terletak ditepi gurun Pasir itu ada 4 1/2Jawa, tetapi penduduk cuma 1/6 dari Jawa,sehingga Jawa ada 27 kali serapat Marokko dan kalauJawa sekarang penduduknya serapat Marokko isinyatidak 36 juta melainkan 1 1/3 juta) dan pencarianhidup gampang sekali, maka perang gerilya, yakniperang lari-larian bisa diteruskan bertahun-tahun.Tetapi Jawa yang mempunyai isi negeri yang nomorsatu rapatnya di dunia itu, dimana tak ada tempatlagi buat berlindung seperti Abdul Karim, dimanaindustri sudah sampai ke Trust dan Syndikaat, dimanahasil sama sekali tergantung pada pasar di luarnegeri, dimana tiap-tiap tahun mesti masuk berasseharga F.75.000.000, jadi dimana ekonomi negerisudah sama sekali berdasar kapitalistis daninternasional, tentulah tak setahun bisamenjalankan Karim-isme atau Dipo Negoro-isme. (Padamasa DipoNegoro penduduk Jawa baru 5 juta).
Oleh karena di India ada Kasta Hartawan bumiputera yang kuat, maka juga pergerakan politikselamanya ini bisa nasionalistis tulen. Artinyaitu, cuma buat mengusir pemerintah Inggris danmengisi pemerintah itu dengan Wakil dari Hartawanbumi putera. hak Milik akan tinggal tetap, danberhubung dengan itu perusahaan yang besar-besartiada akan jatuh di tangan Buruh industri. BuatRakyat Kemerdekaan di India itu tak akan berapamenambah hak ekonomi dan politik. Dalam perkelahianmenentang Imperialisme Inggris, politiknya KaumNasionalis India semata-mata buat memakaiRakyat dan Buruh sabagai serdadu buat maksudKaum Hartawan. Oleh karena senjata mogok, buatdilawankan kepada Inggris, juga berbahaya buatkapital nasional sendiri, maka Ghandi melarang KaumBuruh mogok. Senjata yang bisa dipakai oleh KaumNasionalis di India ialah Boikot saja,karena boikot itu mengenai perusahaan dan perniagaanInggris dan membesarkan perusahaan dan oerniagaanHartawan Bumi Putera.
Tetapi di Indonesia senjata mogok itu bisa dipakaiseluas-lusnya, karena tak ada kapital nasional yangbisa dikenai. Mogok umum di Indonesia bisa dan mestidisertai oleh demonstrasi umum, karena pergerakanpolitik kita bukan untuk satu golongan kecil,yakni dari hartawan saja, melainkan untuk rakyatmelarat yang terbanyak itu. Rakyat Indonesia, kalausudah merebut kekuasaan politik, bisa mengubahnasibnya dengan lekas dan bisa menasionalisi sekalianperusahaan yang besar-besar (kebon, pabrik, tambang,kereta, kapal, dan bank) yang sekarang di tanganhartawan Belanda. Bersama dengan ini, maka kelaknasib buruh dan Rakyat akan segera bisa menjadibaik.
Berhubung dengan hal diatas, maka RevolusiIndonesia kelak akan berbeda betul denganpemberontakan Marokko dan pergerakan di India(Non-Cooperation clan Swaray). Revolusi Indonesiatiadalah akan semata-mata untuk menukar kekuasaanBelanda dengan kuasaan bumi putera (PeperanganKemerdekaan bangsa), tetapi juga untuk menukarkekusaan hartawan Belanda dengan Buruh Indonesia(putaran-sosial).
Jadi pergerakan kita sekarang, ialahnasionalis sosial, dan berpadanan dengan ituperkakas bertarung ialah perkakas militer(Karim-isme) bercampur dengan perkakas ekonomi danpolitik, yakni mogok, boikot dan demonstrasi.
Mana kelak yang lebih kuat diantara perkakas militer dan perkakas ekonomi dan politik itu, buatseluruh Indonesia, yang mempunyai pulau-pulauyang tiada sama kemajuannya, tiadalah bisa kitaputuskan dengan sepatah perkataan saja.
Di Jawa, sebagai sentral ekonomi Indonesia tentulahKarim-isme cuma sebagian bisa dilakukan, yaknikalau perkakas mogok, boikot dan demonstrasi sudahsegenap waktu bisa dipakai. Artinya itu, kalau perkumpulan politik (P.K.I & S.R) dan Serikat Buruh sudahsiap betul. Sungguhpun begitu, Kaum Serdadutak sekejap boleh dilupakan. Karena, kalau kelakburuh dan Rakyat bisa merebut semua kota-kota dipesisir, tetapi benteng-benteng Bandung, Ambarawa danMalang masih setia pada pemerintah, maka Belanda bisalekas mendatangkan pertolongan dari luar Indonesia(Negeri Belanda, Inggris dan Amerika). Seperti duluSpanyol, sesudah 3/4 di usir oleh Filipina,tiba-tiba menjual Filipina kepada Amerika, begitujuga kelak Belanda, kalau sudah 3/4 terusir, akanmencari akal busuk. Sebab itu benteng-benteng di Jawa,dimana kelak Belanda lari berlindung, mesti kitapersatukan dengan Rakyat merah. Dan kelak kita takboleh menjatuhkan palu terakhir dan menjalankanKarim-isme (kekuatan militer) sebelum kumpulanpolitik dan buruh matang betul dan kaum serdadumengerti betul akan maksud kita.
Di luar Jawa, dimana industri masih mundurKarim-isme bisa dilakukan. Tetapi kita mesti jagalebih dahulu supaya Jawa sudah siap dengansenjatanya, yakni mogok, boikot dan demonstrasi. Kalaubelum siap dan Karim-isme diluar Jawa dijalankan,maka pergerakan kita semacan itu akan sia-sia danbisa lama memundurkan aksi.
Meskipun begitu, kalau sekiranya Karim-isme itu diSumatra, Borneo, Celebes atau Ternate bisa dijalankan dengan lama dan kuat sekali, maka Belandamesti akan dapat kesusahan besar. Tentu ia segeraakan memukul pergerakan politik dan Serikat Buruh diJawa, tetapi sebab ia terpaksa menaikkan pajak,semangat revolusioner akan tetap naik di seluruhIndonesia.
Kita tahu, bahwa Anarkisme di mana-mana, sebabkapitalisme sudah sangat teratur, tak bisa menang.Anarkisme di India sudah masyurbertahun-tahun, tetapi tetap tinggal kalah. DiMesir sangat memukul pergerakan yakni sebagaiprovokasi, yang memberi senjata pada Inggris buatmelarang sama sekail pergerakan politik (sesudahpembunuhan Sir Lee Stac). Pergerakan Anarkismemalah sangat mengacaukan dan melemahkan pergerakanBuruh di Jepang. Tetapi walaupun kita sama sekalitak mempunyai pengharapan akan mendapat KemerdekaanIndonesia dengan jalan Anarkisme, berhubung dengansikap pemerintah, Anarkisme di Indonesia bisatimbul. Selama Rakyat masih bisa mendengarpembicaraan nasibnya, protes dan maksud kita,selamanya itu mereka bisa ditahan sampai ke AksiTeratur. Tetapi kalau pemerintah menutup KawahPergerakan, maka api revolusioner itu akan meletusdi lain tempat: "Umpamanya gula akan habis terbakar.jembatan akan runtuh, Lokomotif terguling danBelanda terbunuh dimana-mana." Bukan karenakemauan P.K.I, melainkan kemauan Rakyat yang sudahputus asa, dan lari dari organisasi kita.
Walaupun pemberontakan Indonesia ada mengandung watakkebangsaan, tetapi, sebab ekonominya Jawa dansebagian dari Sumatra sudah sangat maju kapitalistis dan internasional, maka Revolusi kita akanberwatak nasionalis-sosial, yakni campuranpergerakan kebangsaan dan kekastaan.
Berhubung dengan wataknya Revolusi di Indonesiaitu, maka walaupun Karim-isme atau perang gerilyadan Anarkisme (sebab kapitalisme masih muda) kelakmenjadi "aanvulling" (tambahan - catatan editor) atau tempelan dari pergerakanrevolusioner, tetapi kemerdekaan Indonesia terletakterutama pada massa aksi yang teratur: "mogok,boikot dan demonstrasi."
Walaupun berapa juga verleidelijk atau menggodanya Karim-isme dan Anarchisme (lebih-lebih kalaureaksi mengamuk!) kita tidak boleh diprovokasi danmenyimpang dari jalan yang betul, melainkan tetapmendidik sampai Rakyat bisa memegang senjata Massaaksi yang maha tajam itu.
3. Taktik di Indonesia.
Dalam daya upaja memecahkan imperialisme Belanda initak perlu kita berpusing kepada memikirkan SosialDemokrasi, seperti Partai kita di Eropa dan Amerika.Stokvis c.s di negeri kita tak berani berhubungdengan rakyat, seperti juga di lain-lain negerijajahan Kaum Sosial Democrat sama sekali jadiekornya imperialisme.
Cuma kita mesti menjaga, supaya di dalam partaikita, semangat kelembekan Sosial Demokrat tak bisamasuk.
Taktik kita terhadap kepada revolusioner kebangsaandan agama ialah menarik mereka kedalam S.R Tiadalahada salahnya, kalau kita kelak mengadaan Nasional-Platform, yakni Barisan Revolusioner yang memeluksekalian Partai revolusioner besar kecil yang adasekarang ini dan memimpin Barisan itu menjatuhkanimperialisme Belanda.
Taktik kita ke dalam negeri, terutama menariksekalian golongan yang tiada bersenang hati di bawahBelanda. Kita mesti berusaha keras mengatur buruhdan tani gula yang banyaknya barangkali lebih dari1.000.000 itu. Buruh Kereta yang 80.000, buruhdan tani teh, kopi, coklat, jati, getah yang tentutak kurang dari 1.000.000 pula, buruh minyak tanahyang kira-kira 40.000, tambang arang, emas, timah yanglebih dari 50.000 itu, buruh pelabuhan yangkira-kira 100.000 dan kuli kontrak yang 300.000 itu.Juga tiada boleh dilupakan Kaum Student yang disekalian jajahan jadi pasukan-muka pergerakan. DiJambi, Palembang, Padang, Banjarmasin bumi puterayang berada itu, perlu koperasi buatmempertahankan diri terhadap kepada kapitalis besar.Penduduk kota nomor satu dan kota nomor dua dandesa-desa harus semua ditarik ke dalam S.R. atauP.K.I. Disebabkan oleh bermacam-macam hal, makamasih sangat sedikit dari semua golongan yang di atasterikat oleh organisasi kita. Kita percaya, berapapun besarnya reaksi dengan segala kecakapan padawaktu di muka ini kita akan bisa melipat ganda anggotaP.K.I & S.R, Serikat Buruh, JOI d.s.g. Sedangkan Ternatesuatu pulau kecil saja ada kalanya bisa menarikanggota 13.000 dan berkontribusi beratus rupiah. Kita samasekali tak akan heran, kalau dijalankan betul,Jawa, Sumatra, Borneo, Celebes, Ambon dan Balibesok atau lusa akan memeluk beratus ribu anggota,yang bisa membayar cukup dan tetap.
Kalau kita tidak bisa mengadakan organisasi yang bisamemeluk sekalian Kasta dan sekalian pulauterberai-berai itu, maka pekerjaan melemparkanImperialisme itu adalah satu percobaan yang sangatsia-sia. Belanda bisa lari dari satu tempat ke tempatyang lain buat berlindung dan mencari kawan. Jawaakan bisa di adu dengan Sumatra, Menado dan Ambonsama Rakyat Islam d.s.g. Sebab itu taktik kita yangterpenting sekali ialah mempersatukan semua pulaudan Kasta dengan Program Minimum, yang dirasa olehsemua penduduk Indonesia.
Kalau kita bisa mempersatukan seluruh Indonesia danmengadakan disiplin yang keras, barulah kita bisamemikirkan merebut kemerdekaan dan barulah bisamempertahankan kemerdekaan itu terhadap kepada Inggeris dan Amerika.
Inggris tentu tak suka Indonesia akan menang.Pusat armada di Singapura (satu negeri di Indonesiajuga), gunanya buat mempertahankan dan melebarkanjajahan Inggris di Asia. Dalam waktu peperangan,maka Singapura mudah diperhubungkan denganAustralia, India dan HongKong. Kalau diIndonesia pecah revolusi, maka perhubungan denganAustralia akan terancam. Inilah hal yang bisadijadikan alasan oleh Inggris buat menolong Belandadan memakai Volkenbond buat membetulkan politikInggris. Lagi pula berjuta-juta ada KapitalInggris di kebon getah, teh dan terutama di MinyakTanah, sehingga Koninkelijke Petroleum Maatschappijitu bolehlah dikatakan perusahaan Inggris.Akhirnya kemerdekaan Indonesia akan sangat disukaioleh Tanah Malakka dan India dan dengan lekasakan menggoncangkan seluruh jajahan Inggris,lebih berbahaya dari segala macam pergerakanrevolusioner di Eropa.
Kita tahu bahwa ketika Amerika memikir-mikir maumemberikan kemerdekaan pada Filipina, yang sudah lamamatang buat Zelfbestuur (managemen swadaya - catatan editor) itu ia dapat tegoran dariPrancis, Inggris, Jepang dan Belanda. Alasannegeri-negeri imperialis, itu akan menyebabkan semuajajahan akan lebih keras menuntut kemerdekaannyadan akhirnya kekuasaan bangsa putih di Asia akanjatuh. Sebab itu terhadap kepada kemerdekaanIndonesia semua Imperialis mesti akan bersatu.
Walaupun Amerika menamai dirinya demokratis, buatkita tak kurang bahayanya. Pada tahun yang sudahdia terpaksa membeli getah dari luar negeriF.1.500.000.000. Harga ini F.1000.000.000 lebih mahaldari 2 tahun terlampau. Sebabnya ialah karenaInggris yang menguasai 70%. dari semua getah didunia bisa dengan sekehendak hatinya menaikan hargaitu, sehingga Amerika mesti membayar berlipat ganda.Supaya ia lepas dari monopoli Inggris, maka Amerikaberdamai dengan Belanda. Boleh jadi pada waktupaling di muka ini berjuta-juta modal Amerika akanmasuk ke Indonesia buat menambah kebun getah.
Jadi ringkasnya Inggris dan Amerika (jugaJepang) semuanya cinta pada Indonesia dansemuanya mau menduduki. Kalau kita merdeka, tetapitak cukup bersatu, maka seperti Tiongkok, kaumperampok itu akan mudah adu-mengadu kita samakita. Negeri kita akan cerai-berai, diperintahi ataudipengaruhi oleh beberapa imperialis. Dengansegera kita yang tiada mempunyai armada ini, kalaupikiran dan maksud tak satu akan hancur.
Sebaliknya kita tak boleh ngeri, asal mengerti, bahwadiantara satu imperialis dan yang lainnya, yangsemuanya mengancam kita itu ada pertentangankeperluan. Politik kita kelak haruslah arifbijaksana mengenal pertentangan itu sewaktu-waktudan memperdalam pertentangan itu supaya satu samalainnya si perampok itu berkelahi dan kitaterpelihara.
Kalau saatnya itu kelak sudah sampai, dan kita betul bersatu, maka nakoda kapal kemerdekaan itu,wajiblah dengan segala keyakinan, keberanian,ketetapan hati dan kepintaran menentang ribut topandi dalam dan di luar negeri, serta awas akan batukarang yang tersembunyi yang setiap waktu bisamenghancurkan kapal kemerdekaan itu.
4. Massa Aksi di Indonesia..
Apabila kira-kira 30 tahun yang lalu Bonifaciomendapat jawab dari Rizal, bahwa Filipina tak bisamembuat Revolusi, karena tak mempunyai kapal danbedil, maka Bonifacio dengan marah berkata: "Bliksem(petus!). Dimana dia baca?"
Dr. Jose Rizal, ialah seorang intelektual, yang dibuangoleh Spanyol ke sebuah pulau kecil. Ketika Dr.Rizal akan ditembak, sesudah diadakan tuduhan yangpalsu, maka Bonifacio, yang memimpin Katipunan, yaknisatu perkumpulan rahasia, mengirim wakil denganrahasia sekali menemui Dr. Rizal, meminta, apakah iamau lari dari penjara dan apakah ia mau memimpinKatipunan dalam revolusi kepada Spanyol. Dr. Rizalmenjawab seperti diatas. Mendengar jawab ituBonifacio menyindir dengan marah, bahwa tak adabuku sejarah, yang mengatakan, bahwa bangsa yangmiskin dan tertindas itu mesti lebih dahulumenyiapkan kapal dan bedil buat revolusi.
Bonifacio ialah seorang Proletar tulen. Tetapi sebabsangat rajin belajar sendiri, ia cukupmengetahui revolusi di Eropa dan Amerika. Olehsebab keberanian, kesucian serta ketetapan hati iamendapat pengaruh dalam rahasia di seluruh Filipinaluar biasa sekali. Sudah lama ia bercerai dari LaLiga Filipina (Persatuan Filipina) yang didirikanoleh Dr. Rizal, karena perkumpulan ini sudah terangkompromis dan lembek sekali. Tetapi sebab Rizalguru dari Bonifacio dan tinggal diseganinya sebagaipemikir dan satria yang luar biasa, ia sudimenyerahkan pimpinan Katipunan yang dibikinnya itukepada Dr. Rizal.
Apabila akhirnya Dr. Rizal dengan tuduhan palsu ditembak, maka seluruh rakyat Filipina meratap danberniat membalas dendam. "Kalau Rizal seorang yangbegitu besar, sehingga sangat disegani olehProfesor di Eropa, yang tiada bersalah apa-apa ditembak lagi, siapakah yang bisa bekerja buatkemerdekaan Filipina?" Inilah pertanyaan yang lahirdalam pikiran Bumi Putera lelaki dan perempuan.
Sekaranglah datangnya saat buat Bonifacio akanmemperlihatkan kepercayaannya atas massa atau RakyatFilipina. Di Balintawak dekat dalam rahasia sekaliBonifacio mengumpulkan anggotanya dan dengan "bolo"(pedang) sekerat saja mereka menyerang tentaraSpanyol yang teratur dan kuat itu. Beribu-ribuRakyat mengikut panggilan Katipunan dengan boloatau tanpa bolo. Dalam beberapa pertemuan denganserdadu Spanyol, Rakyat Filipina, yang takbersenjata itu merebut dengan tangan saja senapanserdadu Spanyol. Pada tiap-tiap medan peperanganberpuluh dan beratus senapan direbut, sehinggaakhirnya cukup Rakyat mempunyai senjata api buatmelawan Spanyol.
Tiada lama antaranya, maka bendera Rakyat yang karenamiskinnya dibuat dari kain robek-robek saja terkibar di sebagian besar dari kepulauan Filipina.Hanyalah benteng Manila saja yang belum jatuh.
Banyak lagi contohnya massa aksi, yakni aksi Rakyat,kalau betul sudah matang revolusioner, baik diEropa ataupun Asia, walaupun tiada bersenjataapa-apa bisa menundukan laskar yang teratur.
Umpamanya L'Ouverture, seorang budak Negro di Haiti(Amerika Tengah), yang memimpin budak miskin pula,bisa menaklukan Inggris, Spanyol dan serdaduNapoleon berikut-ikut. Di Revolusi Besar Prancis(1789) Rakyat yang paling miskin dan kurus kelaparanitu, sesudah kena propaganda revolusionerbertahun-tahun, akhirnya dengan tangan dan batujuga mengalahkan Laskar Raja dan Bangsawannya.Juga buruh di Rusia, yang miskin itu, baikpada revolusi 1905 ataupun 1917, tiada lebihdahulu memesan "kapal terbang" sebelum ia menyerangtentara Kaum Hartawan dan bangsawan di Rusia.
Senjatanya Rakyat yang betul revolusioner itu,hanyalah pena, mulut dan tangan saja. Kalausemangat revolusioner sudah betul menjadi darahdaging Rakyat melarat, maka semua kepandaian dansenjata itu akan timbul sendirinya. Senapan bisadirebut dengan tangan dan juga seperti di Filipinatukang rumput bisa jadi jenderal. Inilahkemuliaan Revolusi dan kesucian si Revolusioner. Kita diatas mengambil contoh terutama dari Filipina, sebab penduduknya lebih dekat kepada kita daripenduduk negeri lain.
Orang tak bisa bantah, "O, ya, mereka tinggal dinegeri sejuk sebab itu kuat." Atau "merekaberkulit putih atau berasal ini atau itu." RakyatFilipina juga bangsa Melayu dan diamnya juga diKhatulistiwa.
Sebaliknya, walaupun sifat dan asal kita bersamaan,dalam hal lain-lain Rakyat Filipina lebih dalamkecelakaan dari pada kita.
Ketika mereka memberontak kepada Spanyol dan kemudian kepada Amerika, serta 3 tahun mendirikanRepublik, jumlah jiwa cuma 8 juta. Spanyol kirakira 25 juta, dan satu imperialisme terbesar didunia seperti Inggris. Amerika yang 50.000terbunuh oleh bolo itu terkaya, dan mempunyai100.000.000 jiwa. Sedangkan Indonesia sekarangmempunyai 55.000.000 jiwa, dan menentang Belandayang cuma 6 1/2 juta saja.
Kita sekarang ada mempunyai perkakas mogok, tetapiRakyat Filipina, sebab waktu revolusi industribelum maju, terpaksa langsung bertanding di medanpeperangan, yang menuntut korban 100.000 jiwamereka.
Kita lebih besar membayar pajak dari Filipina di bawah Spanyol, yang sekarang lebih besar dari bangsaapapun juga di dunia.
Kita masih bisa dan tetap akan bisa menaburkan benihrevolusi, karena kita cukup mempunyaipropagandisten dan surat kabar yang dibantu olehkereta dan kapal. Sedangkan di Filipina Rizal yangmemimpin La Liga Filipina yang sejinak B.O ituditembak, dan propaganda terutama harus dijalankandari luar negeri, Banifacio harus menjalankanpropagandanya di Filipina dengan sangat rahasia sekaliserta dengan kaki atau sampan kecil saja.Buku-buku dan surat kabar revolusioner,karangan Rizal, Del Pilar, d.s.g. yang dimasukandengan rahasia sekali dari Spanyol, Hong-Kong danSingapore, dibacakan oleh pasukan bacaan, yangmembacakan pada Rakyat yang tak pandai membaca itudalam rahasia sekali, karena pemerintah menghukumdan menyiksa keras si pembaca atau si punya bukudan surat kabar itu.
Walaupun Rakyat Filipina lebih dalam kecelakaan daripada kita, ia toh bisa dan berani menentang Spanyoldan Amerika lamanya 3 tahun dan acap kalimengalahkan tentara kedua negeri yang sangat teraturitu.
Kita satu menitpun tak ada syak (keraguan) dan waham (ketidakpercayaan), bahwakalau Rakyat Indonesia cukup sadar dalam halpolitik (politik bewust) dan sudah tunggang maumerebut haknya baik ekonomi ataupun politik, jugadengan tangan dan batu saja bisa mengusir Belandayang dua tiga biji itu dan menolak semua musuhdari luar negeri.
Disini tiada tempatnya buat membicarakan perkakaskita yang baik kita pakai, kalau Mogok dandemonstrasi kelak sudah melewati batas perdamaiandan sampai sendirinya ke tingkat perkelahian senjata.Memang kita di negeri semacam Indonesia cukupmenyimpan senjata, yang segera akan kelihatan,apabila Rakyat yang 55.000.000 juta itubetul-betul sadar politik dan sama sekalikeputusan jalan damai. Ringkasnya, kalau semuanyaBuruh, Tani, Saudagar, Student, Penduduk kota, Jongos, Shauffeur, Serdadu, Matros, Tukang Cukur,Koki d.s.g mau merebut kemerdekaan dan relamengorbankan jiwa seperti Rakyat Filipina tempohari, maka kemerdekaan kita letaknya di ujung penasaja: "Besok Republik Indonesia bisa ditabalkan (diproklamasikan)."
5. Rapat Rakyat Indonesia.
Saat kita buat Massa Aksi itu sewaktu-waktu bisadatang. Krisis ekonomi dan politik yang sekarangsudah begitu dalam akan bertambah dalam lagi, kalauumpamanya datang bahaya kelaparan dan bahayapenyakit. Juga sikap reaksioner dari pemerintahsekarang ini sangat memperdalam permusuhan antaraBelanda dan Rakyat.
Kalau Rakyat sempurna sadar akan haknya sebagaimanusia, maka semua pembuangan dan tutupan yang sewenang-wenang itu kelak segera akan dibalas olehRakyat sendirinya. Kalau umpamanya Pimpinan melarangperbuatan semacam itu, maka Pimpinan itu sendiriakan dilemparkan oleh Rakyat dan akan diganti olehRakyat sendiri dengan pimpinan baru.
Kalau pemerintah melarang membuat pertemuan,demonstrasi & mogok, maka ia tiada akan memperdulikanperintah itu lagi, melainkan terus keluarmemperlihatkan tiada senangnya dengan peraturan yang ada.
Kalau pemerintah mengirim Polisi dan Serdadu, makaRakyat yang betul betul sadar itu sendirinya akanmendekati Serdadu dan Polisi itu. Kalau mereka itutak mau memihak kepada Rakyat, maka Rakyat akan mengadakan Pasukan-Merah sendiri, mencari senjatasendiri dan bekerja sendiri buat mempertahankanMogok, Pertemuan, dan demonstrasi.
Kalau Pemerintah terus memakai "Tangan Besi" dantiada menimbang permintaan Rakyat (yang mengisiperutnya hamba-hamba Pemerintah itu), tetapi Rakyatbelum berani melawan berterang-terangan, maka ia akansendirinya berjalan gelap-gelap. Seperti di Mesir,India dan Irlandia juga di Indonesia akankejadian sabotase, racun-meracun danbunuh-membunuh dengan rahasia sekali.
Semangat revolusi itu, kalau sudah menjadi darahdaging Rakyat melarat tiadalah bisa dibunuh denganhukum atau peluru lagi. Kalau semangat revolusi itusudah masuk di semua kasta dan sekalian pulau,maka datanglah saatnya buat memanggil Rapat RakyatIndonesia.
Proletar, Tani, Student, Saudagar dan Serdadu haruslah dengan atau tanpa izin Pemerintah, memilihdan mengirimkan Wakil ke suatu tempat di Indonesiabuat Rapat atau Pertemuan.
Rapat Rakyat ini akan membuat Hukum untuk RakyatIndonesia, dan kalau pemerintah Belanda tak sukamenjalankan atau mengaku hukum itu dan tak sukapergi (sudah tentu is tak suka!!), maka RapatRakyat itu mesti sendirinya menjalankan. KalauPemerintah mengirim laskarnya, maka Rakyat mestisudah bisa menjawab kiriman pemerintah itu dengansepatutnya (baik dengan propaganda dalam laskar itusendiri, baikpun dengan Tentara Merah).
Memanggil Rapat Rakyat itu artinya mengirimultimatum atau menentang Pemerintah sekarang, yangkita sudah yakin tak bisa mengurus terus ekonomidan politik negeri dan tak disukai lagi oleh Rakyat.Panggilan kita itu haruslah dikeraskan olehkemauan dan perbuatan Rakyat, yang sudah terbuktipada Mogok Umum dan demonstrasi, yang takmemperdulikan korban lagi dan dimana seluruhRakyat melarat memperlihatkan ketetapan hati dankegiatan. Dalam hal ini Rapat Rakyat itu, seolah-olahmahkotanya aksi kita dalam politik.
Tentulah Rapat Rakyat itu baru bisa dipanggil kalausudah lahir alamat dan tanda-tanda, bahwa Rakyatmelarat sudah matang revolusioner::
"Umpamanya kalau mogok, pertemuan dan demonstrasi,walaupun dilarang bisa diteruskan (tentulah kalaupimpinan merasa perlu...). Kalautuntutan ekonomi dan politik dalam mogok dandemonstrasi sudah kelihatan terasa dan termakanbetul oleh seluruh Rakyat. Misalnya buruh tetapmenuntut tambah gaji, sebagian dari untung,merdeka bergerak, dan disana sini sudah mendirikandewan buruh atau rapat buruh buat menguruskanhasil serta sudah merebut pabrik atau kebunterutama di SOLO-VALLEY, atau Daerah Kali Solo, yaknipusatnya ekonomi Indonesia. Kalau berhari danberbulan (seperti di Mesir, India, Tiongkok,Jerman dan Rusia) Rakyat Indonesia berdemonstrasimenuntut di hapuskan pajak, menuntut AlgemeenKiesrech (hak umum untuk memilih - catatan editor), Rapat-Rakyat, Kemerdekaan dan tuntutanpolitik dll. Kalau Rakyat yang 55 juta itu, lebihsuka mati dari pada hidup seperti budak dan ketawamelihat kuda dan karet polisi. Kalau bui dibongkardan pemimpin dikeluarkan. Kalau buruh kereta dankapal mungkir membawa pemimpinnya ke tempat buangan.Kalau kaum serdadu mungkir menindas pergerakan danmungkir menembak Rakyat yang tak bersenjata dan takbersalah itu. Kalau Belanda tidur dengan pistol ditangannya, dan tak berani makan, kalau makanannyatidak diperiksa oleh dokter lebih dahulu..."
Inilah semuanya tanda dan alamat, bahwa semangatrevolusi itu sudah berurat dalam dan menjalarkemana-mana, serta tiada bisa diobat lagi, kecualidengan kemerdekaan.
Barulah datang saatnya buat pimpinan revolusioneritu menimbang kekuatan kawan dan lawan,mengumpulkan Tentara Nasional dan mengerahkantentara itu terhadap kepada musuh di dalam dan diluar negeri.
Sebelumnya saat buat bertanding habis-habisan itudatang, maka pekerjaan kita yang terutama terus:"Pertama Agitasi, kedua Agitasi dan ketiga Agitasi."
Kalau Bonifacio, seorang proletar tulen, dengan jiwaselalu terancam dan dimana perkakas buatpropaganda dan agitasi belum secukup di Indonesiabisa mengadakan Nasional Organisasi padaberatus-ratus kepulauan Filipina, maka kita diIndonesia Selatan dengan jiwa 55 juta dan perkakaslahir batin lebih dari cukup, tak boleh lekasputus asa dan tak boleh lekas menyimpang dari jalanyang betul.
Kita, sebagai Kaum Marxis, mesti tinggal bersandar pada keperluan, kemauan dan kekuatan massa,yakni Rakyat melarat dan kalau mereka belummasak-revolusioner dan belum siap menentang musuhdalam dan luar negeri yang sangat teratur itu, makakita tak boleh diprovokasi oleh musuh, yaknitertipu bertarung pada tempat dan saat yang tidakkita kehendaki.
Semua pemberontakan Indonesia, kalau Rakyat belummatang revolusioner akan sia-sia belaka. Semuamacam "putch" (pemberontakan tiba-tiba dari satugolongan kecil) harus kita singkiri dan musuhi.Kalau pemberontakan semacam itu sekiranya menang,maka Indonesia merdeka itu akan segera jatuhdi tangan seorang militer. Dalam hal ini tiadalahpolitik dan rakyat yang berkuasa melainkan tanganbesi seorang Militer. Hal ini terjadi di Tiongkokpada tahun 1911, dimana kekuasaan politik segeralepas dari Dr. Sun Yat Sen dan jatuh di tangan YuanShi Kai & Co.
Aksi ekonomi dan politik yang menempuh Rapat Rakyatitulah buat kita jalan yang tentu dan sentosabuat merebut kemerdekaan, menjatuhkan segalakekuasaan negeri pada Kaum politik, danmenghindarkan diktaturnya dan tindasan Kaum Militerdari bangsa Indonesia sendiri.
6. Revolusioner Komunis.
Pada suatu negeri yang banyak mengandung sisafeodalisme, serta bibit kapitalisme, sepertiIndonesia, sangatlah susah sekali buat menjadikomunis. Sisa feodalisme membawa agama dan politik,yang walaupun bisa revolusioner (seperti DipoNegoro) tetapi sifatnya feodalistis. Demikianlah B.O &N.I.P yang percaya, bahwa Kerajaan cara Majapahitbisa dibangunkan lagi atau S.I yang dulunyapercaya, bahwa Kerajaan Islam dan Kalifatullahyakni peraturan feodalisme akan bisa dibangunkan lagi.
Kapitalisme jajahan yang masih muda di negeri kitaitu, mengandung bermacam-macam bibit pula. Adayang bersifat kapitalistis, seperti juga terbawaoleh 3 partai yang tersebut diatas tadi, yangmenghendaki modal Indonesia. Buruhnya yang masihmuda itu ada pula mengandung anarkisme, yaknipaham borjuis kecil yang dikalahkan oleh Modal-Besar.Demikianlah Anarkis di Eropa, yang hidup padazaman yang lalu seperti Waffling, Proudon, Bakunind.s.g mewakili kasta borjuis kecil atau kastaburuh yang kemarinnya borjuis kecil. Sebabborjuis kecil itu individualis (berdiri sendiri),karena ia si berpunya kecil, maka perkakasnyabertarung juga individualistis (memakai bom) dantak tahu bersama-sama.
Tetapi buruh industri model baru, yang selalukerja bersama-sama dan berdisiplin (karenakapitalisme memaksa begitu), membawa wataknyabersama itu menentang kapitalisme. Sebab itulah padaburuh industri, dan cuma pada buruh industrisaja terbawa "kerja bersama" dan "bertarungbersama" dan dengan didikan lekas bisa hilangindividualisme. Makin maju kapitalisme makin hilanganakisme (seperti Inggris dan Jerman) dan makinmaju "kerja bersama" dan "aksi Bersama."
Jadi revolusioner agama, feodalistis, revolusionerhartawan dan anarkistis cuma perkara yang lalu,yang besok kalau industri maju, akan hilang sepertiabu ditiup angin, dan berganti dengan revolusionerkomunis.
Dasarnya revolusioner komunis, tiadalah perasaan,seperti pada revolusioner yang lain-lain tadi,melainkan pengetahuan. Adanya revolusi kitapercaya, karena perbantahan kasta. Di Indonesiakarena kasta modal Belanda tak bisa kompromi denganRakyat Indonesia. Datangnya revolusi tidak tiba-tibajatuh dari langit, melainkan kalau Krisis ekonomidan politik sudah cukup dalam dan Rakyat sudahcukup sadar. Revolusi itu bisa berhasil, kalaubanyak dan kualitas anggota, dan pengaruhnya partaikita sudah mencukupi.
Kalau keadaan ekonomi dan politik sudah cukupmatang-revolusioner, tetapi Rakyat dan Partai kitabelum siap, maka kita komunis mesti bisa menahanperasaan kita sebagai individu, menyingkiri segalapercobaan avonturisme atau sia-sia dan menunggubertarung sampai Rakyat dan Partai kita siap.Tiadalah sekejap kita boleh ditarik perasaan,melainkan tetap berdiri atas pengetahuan. Tentu kitamenjunjung tinggi keberanian Partai kita, kalaudisana atau sini didorong oleh musuh.
Imperialis putih ialah, politik Amerika semacamitu akan atau Bangsawan yang berarti banyaknya dankekayaannya tetapi tidak seperti individu, melainkanbersama dengan Massa dan buat Rakyat Melarat itupula. Aksi dan keberanian individual buat kitasangat sedikit harganya.
Kalau keadaan ekonomi & politik umpamanya sementaraberubah baik, dan Rakyat jadi sementara lembek, makakita tak boleh jadi refomis, seperti Sosial Demokrat atau jadi mata gelap seperti anarkis,melainkan tetap meneruskan Aksi revolusioner yangsepadan dengan keadaan. Kita tahu, bahwa Kapitalismetak bisa mengatur negeri dan besoknya krisis mestidatang lagi.
Strategi kita tiadalah bersandar atas perasaan,seperti kebangsaan atau keberanian sebagai individu(melemparkan bom), melainkan bersandar padapengetahuan tentangan ekonomi & politik Negeri danpengetahuan yang dalam sekali atas psikologi atautabiat Rakyat kita, tabiat mana turun naik sepadandengan keadaan ekonomi. Bagaimana keadaan industri,pertanian dan perniagaan serta sikapnya imperialismeBelanda haruslah kita ketahui betul, karena keadaan inilah yang menurun naikkan semangatrevolusionernya seluruh Rakyat melarat.
Kalau krisis dalam, rakyat melarat matang revolusioner. Partai kita sempurna mempunyai kekuatan,disiplin dan pengaruh, serta musuh di dalam dan diluar negeri kebingungan, maka barulah General Staffkita mengumpulkan segala kekuatan yang ada danmengorbankan tenaga dan jiwa buat kemerdekaansebagai bangsa dan sebagai kasta..
Hai Rakyat Melarat !!
Berapa lamakah lagi kamu mau menderita injakan dantindasan semacam ini? Tiadakah kamu tahu bahwasangat besar kekuatan mu yang tersembunyi?Tiadakah kamu insaf, bahwa kerukunanmu artinyakemerdekaan buat kamu dan keturunanmu? Beranikahkamu terus hidup dalam perbudakan dan menyarankananak cucumu juga jadi budak ?
Hai Kawan-Kawan Separtai !!
Ketahuilah, bahwa Rakyat kita, yang beribu tahundiajar jongkok, yang belum pernah mempunyai haksebagai manusia itu tak mudah dididik. Janganlahkamu putus asa, kalau daya upayamu tidak lekasmemperlihatkan hasil yang nyata. Teruskan pekerjaanmu yang maha-mulia itu, di tengah-tengah rataptangis Rakyat melarat. Teruskan pekerjaanmu,walaupun bui, buangan, tonggak gantunganselalu mengancam. Ketahuilah, bahwa didikanitulah yang sangat ditakuti oleh musuh kita.Karena tak ada bangsa atau kasta yang mengerti didunia ini yang rela ditindas dan dihisap...
Kawan-Kawan !!!
Janganlah segan belajar dan membaca! Pengetahuanitulah perkakasnya Kaum Hartawan menindas kamu.Dengan pengetahuan itulah kelak kamu bisa merebuthakmu dan hak Rakyat. Tuntutlah pelajaran danasahlah otakmu dimana juga, dalam pekerjaanmu,dalam bui ataupun buangan! Janganlah kamusangka, bahwa kamu sudah cukup pandai dantakabur mengira sudah kelebihan kepandaian buatmemimpin dan menyelamatkan 55 juta manusia, yangberibu-ribu tahun terhimpit itu. Insaflah bahwapengetahuan itu kekuasaan. Ada kalanya kelak darikamu, Rakyat melarat itu akan menuntut segalamacam pengetahuan, seperti dari satu perigi yangtak boleh kering. Bersiaplah !!
Kalau saatnya datang, berdirilah tegak ditengah-tengah Rakyat, menentang peluru dan bayonetnyamusuh. Jangan dilupakan ideal kita komunis:"Menang atau mati dalam Massa Aksi."
Di tanganmu tergenggam Kemerdekaan-Indonesia, yakniKekapaan, Keselamatan, Kepandaian dan Peradaban...
Kamu Kaum Revolusioner !!
Kelak Rakyat keturunanmu dan Angin Kemerdekaan akanberbisik-bisik dengan bunga-bungaan di ataskuburanmu: "Disini bersemayam SemangatRevolusioner"
Tokyo, Januari 1926

Tidak ada komentar:
Posting Komentar